Own Crowning: Reinkarnasi Menjadi Ratu

Own Crowning: Reinkarnasi Menjadi Ratu
Undangan makan malam ayah


__ADS_3

Dengan perasaan hampa, Clarissa kembali kerumahnya. Sekilas ia memperhatikan kalender di dinding rumahnya itu.


2 hari lagi....


Clarissa tampak melamun dari tempatnya itu sampai ayahnya datang dan menepuk pundaknya.


"Huh, ternyata ayah" Clarissa menepuk dadanya yang tak karuan itu.


"Kok terkejut sih, pasti kecapekan kerja." Ucap ayahnya dan hanya dibalas Calrissa tersenyum.


"Maaf ya, ayah gak punya anak lelaki yang bisa ayah warisi perusahaan. Hanya kamu yang bertanggung jawab dan menerimanya" Ayah Clarissa itu tampak bersalah menundukan kepalanya kemudian menonggakkan kepalanya lagi untuk menahan nafas.


"Kamu makan malam besok harus datang. Ayah menjodohkanmu dengan seseorang yang cocok untukmu,"


Mendengar itu, Clarissa mengadu pandang pada ayahnya. Raut wajah Clarissa tampak kosong. Ia benar benar tak tahu harus bagaimana. Namun, wanita itu tetap saja tersenyum dan mengubah pandangnya pada ayahnya.


"Jam berapa?" Clarissa tersenyum, ia tak mau mengecewakan ayahnya itu.


"Jam delapan malam keluarga mereka akan datang. Jika kau tak suka padanya, kau bisa menolaknya baik baik." Jelas ayahnya itu, tak dapat dipungkiri kalau Clarissa benar benar kosong. Ia mati rasa sehingga menerima segalanya dan tak peduli pada dirinya sendiri. Bahkan ia ragu untuk tetap mengharapkan Vartan seperti janjinya dulu. Mungkin, dengan ia bertunangan dengan Orang lain hatinya bisa tenang dan tak hampa lagi.


"Oke." jawab Clarissa sembari berjalan menuju kamarnya.


Saat Clarissa hendak membuka pintunya itu, Gita datang menghampirinya


"Kamu tertekan?" Clarissa menggeleng.


"Kamu merasa hampa?" Clarissa tersenyum dan Gita memeluknya sesekali menepuk bahunya.


Gita melepaskan tautan diantara mereka berdua, memegang pundak Clarissa dan meyakinkan Clarissa untuk tenang.


"Kita sama sama wanita. pasti saling mengerti," jelas Gita.


"Terimakasih kau baik sekali,"


Gita menyuruh Clarissa untuk berbenah dan istirahat agar mereka bisa pergi memilih baju yang cocok untuk besok.

__ADS_1


Gita menunggu sembari membuat camilan dan makan malam. Setelah lama menunggu, Clarissa akhirnya datang juga dengan pakaian sederhananya.


"Yuk, kamu yang nyetir ya." Pinta Gita.


Clarissa mengambil kunci, dan mereka berangkat bersama mencari tempa yang cocok.


"disana, belok kiri. Langganan mama" Clarissa membelokkan mobilnya seperti yang diperintahkan. Mobil pun berhenti dan mereka turun.


"Ya ampun! Kamu nggak ngabaru kalau kesini! mau ngapain?" Seorang parubaya keluar dengan pakaian khasnya. Wanita dengan gulungan rambut keatas.


"Mau beli baju lah, Din! jadi mau nyuri uangmu!" Celoteh Gita.


"Santai, jeng! biasanya juga lu minta!" balas wanita itu.


"Iya, mana baju yang saya pesan!" Tagih Gita.


Clarissa menatap Gita dengan pandangan terkejutnya.


"Udah dipe-san?" Eja Clarissa.


"Semua udah direncanain sama ayah"


Clarissa tersenyum paksa, dia tak menyangka ini terjadi, tapi bagaimanapun ia kana menerimanya.


Teman Gita datang membawakan gaun dengan warna yang sangat cantik.



Clarissa merasa baju itu tidak cocok dengan pribadinya yang dalam. Warna baju yang ditunjukan tidak sesuai seleranya.


"Kamu gak suka?" tanya Gita.


Sebelum Clarissa menjawab, Teman Gita menyela dan membawakan gaun keduanya.


__ADS_1


Clarissa tetap menggeleng.


"Terkesan seperti wanita manja. tidak sesuai denganku,"


"Baiklah aku menyerah," Gita dan temannya itu pun mengangkat tangannya.


Clarissa diizinkan untuk mencari gaun favorit-nya. Ia menjelajahi butik luas itu, dan menemukan gaun yang sesuai dengan pribadinya. Bahkan dia mengambil dua gaun.



"Ini cocok untuk pertemuan kerajaan dan warna hijau kesukaanku karena aku merasa bersatu dengan alam yang luas."



"Ini baju yang cocok untuk berperang. Bahannya yang elastis membuatku leluasa bergerak dengan pedangku"


"Aku ambil keduanya, dan aku yabg bayar." Clarissa duduk sambil memperhatikan teman Gita melepaskan baju itu dari etalase yang ada.


Teman Gita membisikan sesuatu pada Gita,


"Ini koleksiku yang paling mahal, apa putri tirinu itu sanggup membayar?" Teman Gita terkesan merendahkan dan Gita hanya terdiam.


Clarissa memberikan kartu miliknya. setelah pemilik butik itu cek, ia terkejut karena banyaknya nominal uang yang bahkan hanya bisa ia pegang dalam mimpinya.


"Harga keduanya sangat murahz hanya dua puluh ribu dollar" Jelasnya sembari menggesek kartu.


"Terimakasih semoga kalian datang lagi"


Clarissa dan Gita pun pulang setelah beberapa jam berdiri disana.


***


Hayo kalian suka gaun yang mananih?


Menurut kalian Clarissa pakai gaun yang mana?

__ADS_1


__ADS_2