Own Crowning: Reinkarnasi Menjadi Ratu

Own Crowning: Reinkarnasi Menjadi Ratu
Kembali Menjadi Clarissa


__ADS_3

Hari pemakaman Meira telah tiba.


Kerajaan dihiasi kain hitam dari ujung ke ujung. Rakyat bahkan membuat nasinya menjadi hitam sebagai pembuktian bahwa mereka berduka.


Mendung tapi tak hujan. Gelap gulita mewarnai pesta pemakaman. Risa dan Tera menangis tak rela bahwa Meira pergi.


Para pengawal menghunuskan pedang mereka kelangit tanda kesetian pada Ratu mereka. Kini peti berisikan wanita itu mereka angkat ke pemakaman khusus keluarga kerajaan.


"Disini telah beristirahat Ratu kita terhormat. Sekarang catatlah ini sebagai sejarah bahwa kerajaan kita pernah dipimpin seorang wanita"


Upacara telah usai. Kini semua yang berada disana telah pulang. Tinggallah Risa, Tera dan Vartan yang ada disana dengan sorot mata penuh luka.


"Berbahagialah disana!" Lirih Risa.


Vartan begitu terpukul. Bagaimana ia bisa menemukan Meira di masa depan?


Bagaimana wujud Meira disana?


"Ibu Meira telah pergi. Padahal Lais belum sempat memeluknya lagi!"


"Hiks..."


Anak kecil itu mengusap matanya. Ia menangis dalam gendongan ibunya.


"Maafkan saya Yang Mulia. Putra saya memaksa saya untuk masuk," Emerald merasa tak sopan.


"Tak apa. Aku tahu perasaan Lais," Balas Risa.

__ADS_1


Gerimis akhirnya datang juga. Membuat mereka yang berada disana terpaksa meninggalkan pemakaman. Mereka akhirnya pulang dengan berat hati.


***


Bau obat-obatan yang menusuk membuat wanita yang dengan infus nya terbangun. Ia menatap sekelilingnya yang tampak asing baginya.


Wanita itu adalah Clarissa. Setelah berbulan-bulan ia menjalani hidup sebagai Meira, akhirnya dia bangun juga.


"Aku kembali?"


Clarissa begitu kecewa kenapa ia tidak mati saja. Ia ingin menyelesaikan semua perkaranya di dunia. Ia ingin ke surga bila perlu ia ke neraka.


"Aku menyayangi ibu Risa dan Tera! Disini tak ada yang menyayangiku."


"Hiks.."


Clarissa menangis, ia tak mau disini.


Dua orang wanita masuk dengan wajah yang begitu khawatir. Dua orang wanita itu mirip dengan Risa dan Tera.


"Ibu, Tera?" Ucap Clarissa.


Clarissa bingung dengan scenario yang ada. Ia benar benar dibuat bingung.


"Maaf, kami tidak memperkenalkan diri!"


"Saya Gita, Ibu tirimu!" Senyumnya begitu hangat. Clarissa sedikit tenang melihatnya.

__ADS_1


"ibu geser dulu! aku mau kenalan juga!"


"Hai kak! Aku Lia, Aku adik tirimu yang cantik, senang akhirnya aku punya kakak! aku tak perlu mengurus perusahaan ayah!" ucap Lia.


Clarissa tersenyum melihat mereka. Ibu dan adik tirinya begitu ramah dan baik padanya.


"Kalian kenapa bisa disini?" Tanya Clarissa.


"Ayah mendengar berita bahwa kamu kecelakaan. Kamu koma hingga berbulan bulan. Selama ini kamilah yang menemanimu," Jelas Lia.


"Kau jangan sungkan pada kami. Kita ini keluarga."


Ibu tiri Clarissa sangat baik begitupula adik tirinya. Sepertinya mereka adalah orang orang humoris.


"terimakasih karena mau menganggapku keluarga!"


Mereka tersenyum dan tak butuh waktu lama mereka sudah tak kaku lagi kalau berbicara. Seperti inilah keluarga yang diharapkan Clarissa.


"Terimakasih Meira telah meminjamkan tubuhmu untukku"Gumam Clarissa.


Clarissa menatap keluarga barunya itu sekali lagi. Ia tak menyangka hidup nya kali ini tidak akan buruk mengingat ibu kandungnya dan Yana yang sering menindasnya. Ia yakin ia tidak akan menjadi pribadi yang lemah seperti dahulu kala. Ia sudah pernah menjadi Ratu kejam. Dari sana ia belajar bahwa hidup tidak hanya tentang kesabaran, kita juga harus menjadi pribadi yang tegas karena orang orang akan bersikap sesuka mereka jika kau terlalu sabar.


"Hei! kenapa bengong?" Lia menarik ujung hidung kakak tirinya itu.


"Gak boleh bengong nanti kesambet, loh!"


Mereka tertawa dan memulai candaan yang baru. Apakah mereka ini tidak pernah kehabisan bahan candaan? Clarissa lelah tertawa terus!

__ADS_1


***


Jangan lupa komen dong!


__ADS_2