Own Crowning: Reinkarnasi Menjadi Ratu

Own Crowning: Reinkarnasi Menjadi Ratu
Vartan


__ADS_3

Meira menempis tangan Vartan lembut. Vartan pun memberikan tatapan bertanya. Seolah Meira paham, ia pun memberikan jawaban.


"Aku takut,"


"Aku takut, suatu hari nanti kau seperti Hesa. Dia bilang akan menikahiku, tapi ia lebih memilih menikah dengan Tera,"


"Walaupun gagal juga, tapi hatiku tetap sakit!" Jelas Meira.


Sebenarnya, ia tak mengenal Hesa. Namun, ia harus paham kondisi agar tak ketahuan kalau ia adalah reinkarnasi. Tapi, keadaan Meira dan Clarissa benar benar sama. Sehingga rasa sakitnya pun sama rasanya.


"Aku tak akan pernah sama dengannya," ucap Vartan.


"Aku tahu. Tapi untuk menghilangkan rasa sakit itu perlu waktu untuk membuka hati lagi," Meira berdiri untuk mengambil apel yang sedari tadi menarik perhatiannya. Sejenak, ia memakannya sebelum melanjutkan pembicaraan ini.


"Aku mengerti, tapi sampai kapan? jujur aku ingin menyerah. Aku lebih banyak berjuang. Mencarimu ke penjuru negeri, mengikutimu kemanapun pergi, melindungimu bahkan aku pura pura bertunangan dengan Sarah agar melihat responmu," Vartan ikut berdiri, ia mematahkan dahan kecil pohon apel. Lalu mencabut satu persatu daunnya.


Meira yang mendengar bahwa Vartan akan menyerah, hatinya bimbang. Antara senang tak akan ada yang merisaukannya dan sedih karena kehilangan sosok yang mencintainya. Jujur, Meira senang jika ada yang mencintainya karena selama ini dia yang selalu mencintai.


"Aku tak tau sampai kapan luka di hatiku lekas sembuh. Aku takut aku menyakitimu. Aku juga takut apabila aku langsung menerimamu, maka kau akan mencampakanku,"


"Aku takut, aku dikelilingi rasa takut. Aku takut mencintai, aku takut dicintai." tanpa terasa air mata Meira jatuh.


"Tidak, Meira tak boleh menangis. Kemana sosok kejam selama ini?!!" batinnya.


Segera, Meira menyeka air matanya. Namun, air mata itu tak bisa berhenti. Pembicaraan ini mengingatkannya pada kehidupan Clarissa. Menyedihkan.

__ADS_1


Vartan memeluk Meira. Tak disangka, Meira membalas pelukan itu. Vartan tersenyum. Akhirnya, perlahan Meira mau menerimanya.


"Terimakasih mau bertahan pada diriku. Aku sedih saat kau bilang kau akan menyerah. Kelihatannya kau sama deperti mereka!" ujar Meira setelah melepas pelukan itu. Meira merasa Vartan seperti orang berbeda. Meira juga merasa kalau nyama jika bersama Vartan.


"Kalau kau seperti ini, aku tak jadi menyerah," Balas Vartan.


"Jujur, aku marah ketika aku melihatmu dengan Sarah di penginapan saat itu!" Meira membelakangi Vartan, seolah olah dia sedang marah. Namun, bukannya membujuk Vartan semakin menjadi.


"Jadi kau cemburu?!" Vartan menggelitik Meira dan aksi tersebut akhirnya berhenti ketika para pengikut Meira dan Vartan datang.


"Emmm, kenapa kalian menatap begitu?" ucap Vartan dan Meira serentak. Mereka yang sadar bahwa mereka mengucapnya serentak pun akhirnya berpandang.


"Ayo pulang!" Mereka mengucap bersamaan lagi.


***


Setelah perjalanan panjang, mereka akhirnya sampai ke istana. Mereka lebih memilih langsung ke istana ketimbang menginap. Akhirnya, mereka sampai dengan kelelahan.


"Kalian kenapa tersenyum?" para dayang tetap diam.


"Naomi!" Naomi pun menghadap Meira dan meminta maaf.


"Maaf, Yang Mulia...hmmm...hahaha" sedari tadi Naomi sudah menahan tawanya. Namun, kali ini ia benar benar tak sanggup. Rodiah pun memelototi Naomi. Tak disangka Meira tertawa melihat tingkah mereka.


"Nona, Nona sudah gila," bisik Naomi pada Rodiah.

__ADS_1


"Huss...kau mau dipenggal!" Ucap Rodiah.


"Kan aku hanya berbisik."


Melihat Meira yang masih saja memegangi perutnya karena tertawa membuat para dayang bukannya senang. Namun, malah menghindar takut.


"Yang Mulia, Naomi pamit ke belakang menyediakan air untuk Yang Mulia," Naomi pun pergi setelah mendapat isyarat tangan dari Meira yang masih saja tertawa.


"Yang Mulia, sedang jatuh cinta," bisik Rodiah pada Naomi.


"Aku tahu, tapi tak perlu separah itu" Naomi memandangi ratu mereka yang sudah menghentikan tawanya walau sebentar sebentar akan tertawa lagi.


"lebih baik kita pergi!" Naomi menarik Rodiah agar menjauh dari ratunya yang sedang tertawa menyeramkan.


***


hy, yoo...


Jangan lupa votenya...


jangan lupa likenya...


jangan lupa follow aku okehhhh....


sip.

__ADS_1


__ADS_2