Own Crowning: Reinkarnasi Menjadi Ratu

Own Crowning: Reinkarnasi Menjadi Ratu
Terlihat akrab


__ADS_3

"Mana laporan yang kemarin!" Clarissa menghampiri Manager Satria yang sedang duduk dengan meneguk cangkir kopinya.


"M--ma'am, maaf, beri saya beberapa waktu lagi. Saya akan-"


"tidak ada batas waktu. Anda mencurigakan!"


Lima orang berbaju hitam datang mendekati manager itu. Kemudian membekap mulutnya dan memborgol tangannya.


"Anda ketahuan. Dasar sampah." bisik Clarissa dengan penekanan pada kata sampah.


"Saya butuh penjelasan!" Elak manager Gara.


Clarissa tidak menjawab dan hanya menaikan bahunya. Lima orang itu pun membawa Manager Gara dan menyerahkannya pada polisi untuk dibawa ke pengadilan.


"Pencuri." gumam Clarissa dan melihat kertas laporan penyelidik perusahaan. Manager telah memanipulasi uang perusahaan sehingga ia mengorek keuntung hingga dua triliun pertahun.


"Urus semua ini, saya tidak mau hal.seperti ini terjadi!" perintah Clarissa pada anak buahnya.


Clarissa kembali keruangnya. Clarissa mengecek kembali laptopnya sampai teleponnya berdering membuatnya harus mengalihkan pekerjaannya.


"Pulang jangan lama-lama. Kesehatan lebih penting!"

__ADS_1


Pesan tersebut tertuju pada Clarissa dari papanya. Clarissa tersenyum dan merasa hangat.


"Iya, pa" balasnya.


Pesan terbaca. Clarissa melirik jam di teleponnya menunjukan jam tiga sore. Ia ingat kalau ada janji untuk makan bersama tamunya yang ingin berinvestasi.


Clarissa segera bersiap dan berjalan dengan agak terburu. Kacamata yang ia pakai sedikit bergeser sehingga ia harus merapikannya, namun seorang wanita menabraknya dan menumpahkan kopi di jas-nya.


"Ya tuhan! jas ku!" Clarissa tak memperdulikannya, hingga ia harus kembali ke kantor untuk menukar jasnya.


"Mau kemana lo!" teriak Wanita yang menabrak Clarissa.


"Enak aja nggak minta maaf! kopi aku tumoah nih! anak baru kok songong!" begitulah ocehan yang terdengar di telinga Clarissa. Bagaimanapun juga, ia tak punya waktu untuk berdebat. "Sial. Bagaimana kalau nanti aku telat!" Clarissa mengganti jas putihnya menjadi jas hitam. Untung saja cocok dengan celana yang ia pakai.


Clarissa mengendarai mobilnya ke tempat disepakati. Akhirnya, Clarissa sampai ke restoran unik penuh dengan akuarium yang memenuhi ruangan.


"Sebentar lagi kita dimasak!"


"Aku akan bersembunyi diantara bebatuan!"


"untung aku ikan hias, jadi mereka tak berniat memakanku!"

__ADS_1


Clarissa terhentak mendengar ocehan ikan ikan itu. Berisik dan rata rata ocehannya tak penting. Clarissa benar benar tercenggang atas hal itu. Ia masih bisa mendengar suara ikan. Ia pikir bakat itu adalah bakat pemilik tubuh Meira.


"Halo ikan koki!" Sapa Clarissa.


"*dia bisa berbicara?"


"Entahlah, mungkin dia hanya melihat lihat saja. Tak mungkin dia tahu apa yang kita bicarakan*!"


Clarissa menatap ikan itu dengan mata besarnya. Lalu tersenyum hingga ikan-ikan itu berhamburan.


" Kata siapa aku tidak bisa mendengar suara kalian?" Clarissa tertawa setelah melihat ikan ikan itu ketakutan. Kini Clarissa dianggap gila karena tertawa sendirian. Mungkin ada juga yang beranggapan bahwa ia memiliki masa kecil kurang bahagia. Clarissa berhenti ketika orang orang melihatnya. Ia mencoba kembali berwibawa dengan berjalan membusungkan dada. Sungguh memalukan.


"Permisi," Clarissa bergeser karena orang tersebut terlihat terburu-buru. Sekilas Clarissa terlihat akrab dengan sosok yang memotong jalannya tadi. Sosok yang entah bagaimana diingatannya. Sosok itu berlari namun oenuh wibawa. Orang orang akan menatapnya takjub begitupula Clarissa.


"Sepertinya, aku mengenal dia!" Gumamnya.


Clarissa melirik kembali pria tadi, ketika pria itu menatap Clarissa, ia sadar kalau ia mengenal pria itu,


"Vartan" lirihnya.


.....

__ADS_1


sepi sepi...


Komen dong huhuhu, biar aku semangat updatenya


__ADS_2