
Meira kembali ke istana dengan pikiran yang penuh. Bagaimana ini? ia sulit mencerna semuanya. Ia pulang dengan gontai. Ia masuk istana dengan semua tenaganya. Belum lagi pemeriksaan ketat dari penjaga istana. Untung saja Meira sudah di kenal oleh mereka.
"Tak disangka orang yang kita bicarakan datang juga. Kau mau kabur kemana, huh!??" Belum lagi Meira sempat beristirahat ia sudah disuguhkan pemandangan yang tak enak. Menghabiskan waktunya saja.
"Menungguku, huh?" Meira menatap Sarah remeh. Sengaja ia ingin melancarkan rencananya. Kesempatan yang bagus untuk mempermalukan Sarah. Ada Vartan, Tera, Risa dan para dayang.
"Kau lupa ingatan? apa kepalamu terbentur karang?" sindir Sarah.
Dengan wajah menantang, Sarah maju. Ia percaya bahwa banyak yang akan mendukung argumen darinya. Hanya saja ia merasa harga dirinya ciut setelah melihat ekspresi Meira yang setenang mungkin.
"Ada apa? kenapa kau marah padaku? aku baru saja kembali dan kalian berkumpul untuk memojokan aku!" tutur Meira diselingi dengan tepuk tangan.
Meira mengelilingi Sarah masih dengan tepuk tangannya membiarkan orang yang dikelilinginya berdecak kesal akan hal itu.
"Ck, kau benar benar iblis! kau ingin mengelak bahwa kau hampir membunuhku dengan tusuk konde milikmu!!" terang Sarah sambil berapi api. Ditambah lagi dengan jarinya yang menunjuk Meira. Melihat hal itu Meira hanya diam. Kini, Risa pun bersuara.
"Kau bisa jelaskan ini? ibu benar benar kecewa jika ini benar," ujar Risa.
Melihat Meira hanya diam saja. Sarah menjadikan ini sebagai kesempatannya menjatuhkan Meira. Baginya, Meira benar benar kelewat batas.
__ADS_1
"Kenapa diam. Diam artinya iya!" Jelas Sarah.
"****** kau iblis. Siap siap, uratmu putusmu akan kau taruh dimana. Hihihi." gumam Sarah penuh kemenangan.
"Kau sudah puas bicara? Apa sekarang giliranku? kalian menunggu?" Pertanyaan Meira jelas membuat Sarah kesal. Rencana apalagi yang akan Meira buat. Bukankah tadi dia sudah mati kutu.
"Bicaralah! Kalau kau bisa membela dirimu kau boleh pergi!" dengan dingin Vartan berucap. Dia berbeda dari yang kemarin. Harusnya Meira senang. Tapi kenapa rasanya beda.
"Tidak perlu membela diri. Aku sudah merasa benar. Aku mohon kalian jangan membuang Sarah ke penampungan anjing. Aku tak sejahat itu," Meira sebenarnya ingin diam lagi. Namun mereka penasaran dengan pernyataan Meira. Benar benar, Meira adalah wanita yang suka bersilat lidah.
"Sewaktu itu aku ingin tidur. Jadi, aku berbaring di ranjang. Namun, sesuatu membuatku tidak nyaman. Ada seseorang menyekapku," Perkataan Meira berhenti. Ia masih ingin melihat reaksi Sarah. Dia terkejut. Ceritanya berbeda dan Sarah tak terima. Itu sangat lucu bagi Meira. Ia masih ingin lanjut bermain.
"Yah, akhirnya aku mengambil tusuk kondeku lalu menusuk pada seseorang itu. Apa aku salah untuk menyelamatkan diri? walaupun aku sudah pernah membunuh ribuan nyawa. Namun aku punya rasa takut juga," Meira tersenyum menang. Beruntung dia tinggal didalam tubuh seseorang yang nampak polos. Sepertinya ia sangat suci sehingga mereka langsung percaya dengan perkataan Meira.
"Kalian tak percaya padaku?!!" Sarah terduduk dengan wajah hampir menangis. Ia lemah disini. Ia di rendahkan. Ia tak terima namun ia tak berdaya.
"MEIRA!!! SEMOGA KAU CEPAT BERTOBAT!!!" raung Wanita itu. Vartan menenangkannya dan membawanya pergi.
"Kau benar benar tak becus jadi tunangan palsuku!" Bentak Vartan.
__ADS_1
Sarah hanya diam walau air matanya masih lancar. Persetan dengan itu, Vartan pergi begitu saja meninggalkan Sarah.
"Kesempatanku untuk kembali hanya 1 kali lagi. Aku harus membawa Meira!!!" Vartan mengepal erat tangannya dan melayangkan tinju pada batang pohon yang kering.
"Bagaimanapun juga Meira berbeda!" Gumamnya.
***
Hy guys, makasih banyak untuk pembaca novel ini yang otw 12K.
Boleh tidak aku minta kesan dan pesan kalian mengenai karya ala kadarnya ini.
Apa yang harus ditambah?
Apa yang harus dikurang?
Pliss...kalian pembacaku kalian yang menilaiku. Kalau kalian hanya berdiam durga. Novelku akan datar datar aja. Hiks...
aku kasih part tambahan. Karena korona kayaknya aku sempatin mosting setiap hari.
__ADS_1
TSM...
LU..