Own Crowning: Reinkarnasi Menjadi Ratu

Own Crowning: Reinkarnasi Menjadi Ratu
Ibu?


__ADS_3

cit..cit..cit..


suara burung berkicau. Bukti bahwa dunia masih mencintai buminya. keasrian dan kesejukan pagi yang diharapkan orang orang banyak bahkan akan terwujud disini.


"Kalian cepat sekali bangun! padahal kita akan bersantai disini. Duduklah sebentar, makanan akan datang. Kita perlu menikmati saja!" perintah Meira ketika melihat kesibukan Rodiah dan Naomi.


"Ah, baiklah Yang Mulia. Anda baik sekali. Inilah liburan sebenarnya!" ucap Naomi begitu lugas tanpa takut dengan Meira. Rodiah menyikut Naomi berharap Naomi sadar dengan yang dikatakan.


"Tak apa, Rodiah. Kita disini juga untuk liburan," Meira menengahi aksi sikut menyikut kedua dayangnya. Naomi menjulurkan lidah pada Rodiah. Meira hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Makanan datang, Mereka duduk bersama untuk sekedar menikmati sarapannya. Lais sangat antusias tidak dengan Jordan.


"Kau kenapa seperti Jordan?" tanya Meira.


"Makanan disini terlihat memuakan!" Bisik Jordan.


"Ikuti saja alurnya. Terima keadaanmu, anggap ini kesempatan kedua dalam hidupmu." bisik Meira lagi. Jordan hanya diam tidak bergeming lagi. Mereka pun makan dengan candaan yang diberikan Naomi tanpa takut dengan Meira. Lihat saja wajah Rodiah, ia sangat ketakutan. Ia bahkan tidak bisa tertawa seperti yang dilakukan Jordan, Lais dan Meira. Ia benar benar ketakutan. Ketakutan Rodiah justru dibuat sebagai bahan candaan Naomi.


***


"Yang Mulia, Ratu dari Danina sudah datang, mereka sudah ada di balai astaka,"


"Saya akan kesana!"

__ADS_1


Vartan pun berjalan diiringi para pengikutnya menuju balai astaka. Balai astaka adalah tempat tidak berdinding di istana biasanya dipakai untuk upacara.


"Anda kemari, Yang Mulia!" Meira menunjukan hormat pada Vartan dnegan menunduk. Pengikut Meirapun juga ikut menunduk.


"Oh jadi ini Rajanya!" Seru Jordan. Dia langsung mendapat cubitan dari Naomi. Jordan pun langsunh ikut menunduk.


"Ada apa kalian kemari?" tanya Vartan.


"Oh iya, Rodiah, Naomi, tolong Ambil barang kita dan kau Jordan kau bantu mereka!" Perintah Meira. Sekarang tinggal Meira dan Lais.


Mereka pun datang membawa barang mereka. Untung saja ada Jordan, kalau tidak mereka akan keberatan membawanya.


"Ini dia," Meira mengambil Salep, minuman, dan krim kecantikan yang akan ia tunjukan pada Vartan.


"Tuan Vartan, apa kau mendengar?" Meira mengibas ngibaskan tangannya didepan Vartan agar Vartan tersadar dari lamunannya.


"menakjubkan!" Vartan mengucapnya pelan namun masih bisa di dengar oleh Meira.


"Jadi, apa kau setuju?" Tawar Meira.


"Yah, aku akan mengurusnya. Aku akan menandatangani suratnya. Sekarang kalian boleh melihat lihat Istanaku. Aku akan mengurus ini." Vartan pun pergi setelah mengambil barang yang diberikan Meira. Ia akan memeriksanya sampai ia benar benar menjualnya.


"Sepertinya kami akan pergi saja. Kami akan berlibur," jelas Meira.

__ADS_1


"Ibu, aku ingin ke pantai yang kemarin. Pasti seru. Aku belum puas, bu!" rengek Lais.


"Tenang, kita akan jalan jalan speuasnya. Kita tidak hanya ke pantai, kita akan pergi ke mata air yang indah!" Meira menunduk untuk menyejajarkan tinginya dengan Lais lalu mengelus kepala Lais.


"Ibu?" ucap Vartan membuat semua orang yang ada disana melihatnya.


"Oh, iya. Aku belum memperkenalkan Lais. Lais adalah anakku. Lais perkenalkan dirimu pada paman Vartan!" Perinta Meira.


"Hai, Paman. Senang bertemu dengan mu!" Lais melambaikan tangannya dengan senyum lebarnya.


"Hai, j-juga." Jawab Vartan kaku.


"Baiklah, Tuan Vartan. Kami akan pergi. Kehormatan penuh untukmu!" Meira menunduk lalu diikuti pengikutnya. Mereka pun pergi meninggalkan Vartan yang terbelunggu dalam pikirannya.


"Dia sudah menikah? aku kenapa tidak tahu?" Tanyanya pada diirnya sendiri.


"Yang Mulia, ada berkas yang harus anda tanda tangani," Vartan pun mengangguk dan masuk ke listananya kembali.


"Tapi dimana Suaminya?" Gumamnya.


***


Ada yang mau buat grup whatsapp.

__ADS_1


kalau ada letakan nomor kalian di kolom komentar. Terimakasih.


__ADS_2