Own Crowning: Reinkarnasi Menjadi Ratu

Own Crowning: Reinkarnasi Menjadi Ratu
Bocah berkucir 2


__ADS_3

"Ayo, berbaris ya anak anak! yang rapi. Kalau nggak rapi, Ratu gak bakal ngasih roti enaknya!!" perintah Meira pada anak anak yang kumuh.


"Yey..." anak anak itu berbaris dengan rapi. Mereka terlihat ingin memakan roti yang dibawakan Meira.


Meira pun membagikannya kesatu persaru anak yang ada. Tak lupa ia memberikan belaian pada anak anak itu.


"Terimakasih ratu cantik. Semangat bekerja, ya!" Anak berkucir 2 itu memeluk Meira. Meira yang merasa ketinggian pun berjongkok untuk mensejajarkan tingginya.


"Pasti," Meira memberikan permen pada anak itu dan meletakan salah satu jarinya di bibir.


"ssssttt, jangan beritahu siapa siapa! ini rahasia kita okee!" Meira memberikan kedipan di mata kirinya pada anak itu sementara anak itu membalasnya dengan mengedipkan semua matanya. Mungkin, ia tak bisa berkedip.


"Ratu! Jangan sering menyimpan sesuatu untuk sendiri! Berbagilah! Mungkin sangat sulit namun kita akan lega setelah melakukannya!" .


Setelah mengucapkan kata kata itu, anak itu pun pergi bersama rombongan temannya. Setelah ia berani membuat Meira tertegun, ia tega meninggalkan Meira.


"Bocah berkucir 2." gumam Meira.


***


Hari sudah semakin gelap. Ternyata keranjang raksasa itu masih meninggalkan sisa yang tak sedikit. Akhirnya mereka menyuruh orang kepercayaan disana yang membagikannya besok.


"Hari yang begitu melelahkan, apa kalian mendapat masalah sepanjang kegiatan kita?" Meira duduk di tanah tanpa alas. Rodiah dan lainnya mengikuti Meira.

__ADS_1


"Hanya sedikit, Nona. Namun, kami visa mengatasinya," Jawab Naomi.


Perihal Naomi, ia datang bersama dayang lainnya.


"Oh, baguslah. Kalian memang selalu bisa diandalkan!" pujian yang dilontarkan Meira membuat para dayang dan pengawal semakin semangat bekerja. Selama mereka beristirahat, Mereka menikmati senja yang indaa, mereka bercanda dan tertawa. Tak salah kan Ratu dekat dengan para bawahannya?


Suara derapan kaki kuda lagi lagi menambah keribuatan. Siapa lagi kalau bukan Vartan? Dengan tampang sok gagahnya, ia turun dari kudanya dan memperbaiki bajunya. Namun, kenapa tidak ada Sarah? Kemana dia?


Pria itu mendekati rombongan Meira. Wajahnya dingin dan tak terlihat emosinya.


Ia menatap Meira sebentar membuat keadaan sunyi dan juga mencekam.


Iblis di tambah iblis akan jadi neraka.


"Ada hal penting yang ingin kau bicarakan? kalau tak ada dan menghabiskan waktuku mungkin kau bisa pergi!" Jawaban menohok yang di dapatkan Vartan dari Meira. Vartan tetap tidak menyerah.


"IKUT AKU SEKARANG JUGA!!!"


Suara Vartan terdengar menakutkan, mencekam dan membuat keringat dingin mengucur bagi siapapun yang mendengarnya. Namun, yang mengesalkan bagi Vartan adalah Meira tetap mempertahankan sifat tenangnya itu.


"kau memaksa. Baiklah. Aku ingin mendengar hal penting apa yang kau bicarakan. Kau kira aku takut dengan gaya sok serammu!"


Meira pun mengikuti Vartan yang berjalan duluan. Mereka menuju tempat yang agak sepi. Tempat itu adalah bukit yang memiliki jurang yang indah. Jurang itu dihiasi sungai yang jernih dan pepohonan hijau.

__ADS_1


"Kenapa kau tak ingin menikah denganku" Tanya Vartan langsung pada intinya.


"Kau ini sedang membahas~" Ucapan Meira terpotong.


"Jawab saja," Vartan menatap Meira dengan dingin. Meria yang ditatap langsung memalingkan wajahnya dan menarik nafasnya.


huft...


Meira duduk tanpa alas lagi. Ia duduk tepat menghadap jurang itu. Tanpa sadar, Meira menyuruh Vartan duduk di sebelahnya. Vartan yang melihat itu pun langsung menurutinya.


"Tidak semua hal harus bertemakan dan berakhiran pernikahan,"


"Kenapa" Vartan tertarik dengan pembicaraan ini. Ia tak menyangka Meira akan terbuka seperti ini.


"Aku seorang ratu. Aku punya rakyat. Rakyat adalah keluargaku. Pernikahan adalah omong kosong. Dan cinta hanyalah permainan,"


"Kau tau kan, kalau aku batal menikah?" Meira menatap Vartan. Vartan yang ditatap pun tak menyangka kalau pembicaraan akan berakhir seperti ini.


"Aku tahu. Tapi dengan menikah denganku kau bisa membalas dendam juga kau bisa memperluas kekuasaan!" Vartan menarik Tangan Meira untuk mendekat. Namun, Meira menempisnya lembut.


***


penasaran?

__ADS_1


tetap baca ya


__ADS_2