
"Mau kemana dia?" Tanya Vartan secara mendadak pada sekretaris bernama Via itu.
"Makan malam dengan Pak Damian jam tujuh malam di Starfo." Ujar Sekretaris itu.
"Terimakasih," Vartan segera meninggalkan Via yang termenung lalu menepuk jidatnya cemas.
"Duh, nanti bu Claris Bisa marah! Bodoh banget aku!" Via berangsur meninggalkan tempat itu bergegas untuk pergi mengikuti Clarissa.
"Via, kau terlalu lama!" papar Clarissa.
"Maaf bu!"
Sopir pun berjalan ke tempat yang dipinta Clarissa yaitu rumah. Ia berencana untuk beristirahat sebentar dan pergi ke acara makan malam itu.
"Pak Darlan istirahat dulu, nanti saya mau repotin lagi!" ujar Clarissa pada Sopirnya itu.
"Ah, masa ngerepotin? saya ini kan digaji." balas Darlan.
"Bu, Via mau taruh dimana ini berkas? Masa iya Via gandeng sambil makan!" Via lagi lagi memprotes Clarissa, namun Clarissa sudah maklum padanya.
"Di kamar mandi aja" Clarissa seperti biasa membalas asal sekretaris lemotnya itu.
"Oke!" Via langsung menurut saja, orang runah hanya menggelengkan kepala mengagumi kelemotan Via.
"Untung mirip Rodiah, kalau nggak sudah aku pecat dari dulu." Gumam Clarissa.
"Tapi bu, kalau dibawa ke kamar mandi saya harus letak dimana?" Via kembali dengan wajah kebingungan..
"Wc," jawab Clarissa.
"Basah dong!" Protesnya.
__ADS_1
"Kalau kamu tahu itu basah, kenapa kamu kesana? yah letak dong di kantor saya! masa masih nanya!"
"Maaf, bu. Hehe." cengirnya.
Clarissa hendak berbaring sejenak di sofa yang menghadap televisi, siaran yang ia tonton adalah kartun. Sedari kecil ia berharap sekali untuk duduk bersantai menikmati kartun favoritnya, namun ia sulit mendapatkannya. Untung saja, ia berbeda sekarang, masa kecilnya terselamatkan.
"Hai kak!" Lia datang menyempil di sofa.
"Hmm?"
"Ada acara nggak nanti malam?" tanya Lia.
"Ada"
"Ikut dong! nanti Lia sendirian di rumah, soalnya mama sama papa lagi ikut perjalanan bisnis!" Lia memohon pada Clarissa dengan mengeluarkan kedipan mata penuh pengharapan.
"tapi nanti kamu nggak punya temen?"
"Oke, jam 7"
"Sip!"
Clarissa pun bersiap dan memakai pakaian yang menurutnya cocok, warna coklat tidak terlalu mencolok. Ia juga memoles wajahnya senada dengan pakaiannya.
"Yuk," ajak Lia dengan gaya khas anak muda, berbeda dengan dirinya yang formal.
"Masuk duluan ke mobil,"
"Oke."
Mereka pun segera pergi ke tempat tujuan, setelah sampai, mereka langsung mencari kursi. Kebetulan Damian sudah duduk di kursi pojok depan, Mereka pun langsung menghampirinya.
__ADS_1
"Maaf menunggu," Ucap Clarissa.
"Perkenalkan ini adikku!" Imbuhnya.
"Hai, aku Lia. Senang berkenalan dengan mu!"
"Damian. Senang bertemu dengan orang semenawan dirimu!" BalasNya.
Mereka duduk dan menunggu pelayan membawakan buku pesanan. Setelah datang, Mereka langsung memesan.
"Boleh aku bergabung?" Ucap seseorang yang membuat mereka menatapnya.
"Vartan? kenapa kau kesini?" Tanya Clarissa.
"Aku ingin makan disini tak sengaja melihat kalian, jadi aku merasa lebih baik jika bersama kalian," jelasnya.
"Bergabunglah, kau juga orang yang seru!" Damian memberikan bangku pada Vartan.
"Terimakasih." ucapnya.
Mereka pada akhirnya hanha menceritakan kegaringan yang terjadi pada mereka, Clarissa cukup menjadi pendengar sedangkan Lia sangat lancar sekali bergabung dengan mereka.
"Tunggu, bukankah kalian bertemu untuk membicarakan bisnis?" Tanya Lia memberhentikan topik pembicaraan.
"Tidak, aku dan Clarissa hanya ingin makan malam saja " Terang Damian.
"Kalian ada hubungan?" tanya Lia dengan intens begitu juga Vartan.
"Tidak" tangkis Clarissa.
"Hanya makan malam biasa" imbuhnya.
__ADS_1
"Oh baiklah kalah begitu!" Final Lia.