
Inilah yang dimaksud Clarissa, keluarga yang hangat penuh tawa tanpa kecanggungan. Mereka sekarang berkumpul untuk makan malam. Mereka akan saling menceritakan tentang hari hari yang mereka jalani.
"Lucu pokoknya ngerjain pak satpam!" Masih saja cerita itu yang dibahas. Tapi, tetap saja terasa lucu bagi mereka.
"Dosa!" Ucap Gita.
Mereka hanya tertawa tapi menjadi kikikan yang terdengar. Rasanya, mereka tertawa setahun, perut mereka kebas karena itu.
"Sudah sudah, makanannya jadi dingin!" saat ayah berbicara barulah mereka berhenti, namun ayah mereka malah tertawa melihat kepatuhan anak anaknya itu.
***
Seminggu telah berlalu. Acara pengenalan CEO baru akan dilaksanakan dengan pesta koktail. Clarissa sangat letih karena permintaan Lia yang banyak sekali.
"Gaun buatan Lia bagus 'kan? uwhh, pasti bakal banyak pria yang tergoda sama kak Caca,"
"Hidup tanpa pria!" Clarissa mengingatkan slogannya pada adiknya itu.
"Yah, hidup tanpa pria dan menjadi perawan tua," gurauan itu hanya di tanggapi dengan tawa kecil mereka.
Clarissa memakai gaun buatan lia, terlihat indah dengan manik permata yang berkilauan. Clarissa menata rambutnya dengan membuat ikatan tinggi pada rambutnya, jangan lupa dengan riasan senada dengan warna gaun yang berwarna biru.
"Wah, bagaikan cinderella. Ini kak Caca, bukan?"
"Sepertinya ini berlebihan, nanti terlihat mencolok diantara semua orang," komen Clarissa
"ih, bagaimana sih. Kan emang itu tujuannya" Balas Lia.
__ADS_1
Clarissa hanya pasrah mengikuti kehendak Lia sebelum melihat seorang pria yang sedang menjadi incaran dalam rencananya. Clarissa begitu semangat mengetahui Vartan yang ada dipesta. Saat Clarissa mulai berjalan untuk bergabung pada orang orang, dirinya menjadi pusat perhatian semenjak sepatu hak tingginya menimbulkan gema yang nyaring.
"Itu putri CEO lama?"
"Iya, sangat cantik!"
"Tapi wajahnya terlihat jahat"
"Itu perasaanmu saja"
Bisik bisik terdengar karena bising menjadi redup karena hadirnya. Clarissa tak mengacuhkan mereka dan hanya berjalan dengan begitu berwibawa ke arah Vartan.
"Anda juga datang, Tuan?" Clarissa berbasa basi.
"Saya hanya diundang, dan tak sopan jika tak datang." balasnya.
"Melamun?" Clarissa memecahkan keheningan.
"Ah, maaf."
"Memikirkan kekasih ya?"
"Tidak"
Clarissa benar benar bingung harus bagaimana lagi. Vartan sangat dingin. Clarissa pikir Vartan adalah tipe pemain yang meresepon semua wanita.
" Oh, maaf. Kalau begitu sampai jumpa lain kali. Seandainya kau mau menikah, jangan lupa undang aku!" Clarissa berbasa basi lagi. Namun, raut wajah Vartan berubah.
__ADS_1
"Apa kabarnya terdengar sampai anda pun tahu?" Tanya Vartan tanpa menatap Clarissa.
"Maksudnya anda mau menikah?"
"Lebih tepatnya bertunangan. Saya pasti akan mengundang anda. Saya pergi dulu, ayah saya menelepon."
Brak...
Clarissa merasa hatinya terbelah dua. kini Dia hanya bisa memandangi pria itu yang mulai menjauh. Ia hanya bisa menghela nafas sembari mengepalkan tangannya lalu melepaskannya kembali.
"Aku harus menyamar menjadi reinkarnasi Sarah. Maafkan aku, aku hanya ingin merasa egois"
Clarissa berjalan menuju pria itu kemudian memanggilnya dan pria itu pun menatapnya dengan alis yang tertaut, mau tak mau pria itupun harus merespon Clarissa.
"Ya?"
"Aku adalah reinkarnasi Sarah, bisa kau bawa aku ke zaman dimana aku mati?" Tanpa bada basi lagi, Clarissa langsung mengutarakan rencananya. Pria itu bukannya membalas perkataanya, hanya terdiam. Entah dia sadar atau tidak, ingat atau tidak, yang Clarissa ingin adalah Vartan bisa membawanya ke zaman itu lagi, karena sewaktu tubuhnya adalah Meira, Vartan pernah bilang kalau ia adalah seorang yang melakukan perjalanan waktu.
"Maaf, apa kau sedang bercanda?"
Clarissa membelalakan matanya, ternyata Vartan tak ingat sama sekali. Apa yang sebenarnya terjadi?
"Heh, aku baru saja latihan akting. Kau tak tahu ya selain berbisnis, aku juga pandai akting. Maaf menghabiskan waktumu!" Clarissa pergi dengan wajahnya yang terbakar karena malu, namun ia harus tetap berwibawa agar orang orang tetap segan padanya.
"Sial!"
***
__ADS_1
Maaf baru update, semakin hari semakin sepi. Jadi, agak malas update. Ramein dongš¤£.