
"Maaf bertanya, nona. Istana dimana yang anda maksud?" Tanya kusir tersebut dengan hati hati.
"Oh, maaf tidak memberitahukan-mu. Bawa aku ke istana negeri ungu. Aku perlu bertemu dengan saudaraku!" Kusir tersebut langsung membulatkan matanya dan membalikan kepalanya memastikan apakah penumpangnya adalah orang yang ia pikirkan.
"Kenapa melakukan pengereman?" Ucap Meira ketika kereta tersebut berhenti tidak pada waktu yang benar.
"A-anda! Bukankah ratu kejam itu. M-maaf. Tolong jangan membunuhku!!!" teriak Kusir tersebut. Meira terdiam sesaat seolah sematan nama tereebut sudah biasa orang berikan.
Kusir tersebut Kabur meninggalkan ia dan kereta kudanya. Terpaksa ia mengendalikan kereta kuda tersebut sendiri. Hanya saja ia tidak ahli dalam mengendarai kereta kuda. Sehingga ia terperosok kedalam genangan air yang sangat dingin.
"Ya Tuhan. Mengapa bisa seperti ini. Terpaksa aku harus berjalan kaki." lirih Meira.
Ia pun mengangkat baju kurungnya yang tidak terlalu berat. Kemudian, ia memikirkan 1 cara untuk pergi ke istana salah satunya dengan bertanya pada penduduk disini.
"Selamat malam. Saya ingin bertanya, kemana arah ke istana?" Tanya Meira pada seorang nenek yang sedang merajut kain.
"Disana ada danau kecil. Orang disini biasa memanggilnya danau permintaan. Kalau kau melihat danau itu kau bisa melihat arah timur, kau akan melihat cahaya yang besar berasal dari istana," jelas nenk tersebut.
"Terimakasih, nek. Senang bertemu denganmu!" seru Meira dibalas senyuman dengan nenek itu.
"kolam permintaan! Apakah bisa mengabulkan permintaan?" Meira tersenyum mendengar hal itu.
Ia terus berjalan hingga kakinya lemas. Tak ia sangka perjalanannya sangat jauh. Sehingga setelah ia sampai ke danau, ia terperosok jatuh.
"Arrhhhh...." ringis Meira.
Ia tenggelam ke dalam danau itu. Warna nya jernih. Jika diterpa cahaya rembulan, maka warnanya akan berwarna biru kekuningan bagaikan emas.
__ADS_1
Ikan ikan disana saja terlihat bagaikan kaca.
"Siapa disana?"
"sepertinya seorang wanita!"
"Apa kita harus menolongnya?"
"Aku tidak tahu"
"Apa ia akan menangkap kita untuk dijadikan obat?"
"Mungkin"
Suara bisik bisik itu menarik perhatian Meira untuk membuka matanya. Ia terus berenang untuk mencari keberadaan suara tersebut. Namun yang ia lihat hanyalah beberapa ekor ikan yang indah menatapnya. Seketika ia dapat meraih daratan, dan menarik tubuhnya agar bisa naik ke daratan.
"Uhuk uhuk." Meira terbatuk batuk.
"apa dia berbicara pada kita?" ikan berwarna ungu berbicara pada temannya yang berwarna emas.
"Entahlah. Kau yakin di dunia ini ada seseorang yang bisa berbicara dengan ikan selain Vartan!" Pernyataan ikan tersebut membuat Meira menatap mereka tajam.
"Hei, ikan! Kau pikir aku tidak mendengar kalian bicara!" Tutur Meira sambil berkacak pinggang. Membuat air yang menggenangi tubuhnya rintik rintik terjatuh.
"D-dia bisa berbicara pada kita."
"benar"
__ADS_1
"Wah. Menakjubkan!"
Meira memutar bola matanya malas. Sungguh ia tak terkejut tantang hal ini. Ia sudah membaca ratusan komik. Dan inu mungkin adalah bagian yang pasti ada.
"Sudahlah aku pergi dulu" ucap Meira membuat Ikan ikan tersebut bersedih.
"Padahal kita belum memperkenalkan nama!" ucap salah satu ikan.
"benar juga!"
***
"Membosankan. Aku harus berjalan berapa kilo lagi agar bisa mencapai istana!!!" Teriak Meira seperti orang bodoh.
Ia terus berjalan sampai hari terang. Di keramaian, ia menemukan istana. Namun butuh waktu lama untuk sampai ke istana karena harus melewati gerbang utama.
"Sial. Mengapa harus ada gerbang!" Meira terkapar ditanah.
***
WHAT!!!
KALIAN TEGA GAK NGASIH VOTE. UHUUU....
Ayo follow aku.
Aku lagi gabut pengen nulis nama nama followers aku hihihi
__ADS_1
Pasti gak ada yang follow ini.
😌😔pesimis🔪🔪