Own Crowning: Reinkarnasi Menjadi Ratu

Own Crowning: Reinkarnasi Menjadi Ratu
Seseorang sepertiku?


__ADS_3

"Aku sudah membawa kalian! jadi setelah ke gunung merah, kemana lagi?" Meira sudah kelelahan karena ia sudah memutari gunung Merah yang dikenal dengan keajaibannya.


"Oh, kesana. bulan sabit telah muncul di awan emas. Portal sungai biru akan dibuka!!!" sontak Rere berkoar koar di karenakan dirinya yang sudah tak sabar lagi.


"Itu portalnya!"


Meira berlari dengan hati hati karena ia ingat ia masih membawa tiga makhluk berisik ini. Akhirnya, Meira di suguhi oleh rasa penasarannya yang tak bisa dibendung lagi. Ia masuk ke portal dan terhenyak.


"Woah...." Meira menikmati keindahan sungai biru sehingga ia melupakan tiga makhluk berisik yang ia bawa.


"Nona Meira!! bisakah anda melepaskan kami? letakan kami di sungai itu!" perintah Riri.


"Iya, kami sudah tidak sabar,"


"kenapa kau melamun?"


Seolah tak mendengar, Meira duduk di pinggir sungai yang menghadao bulan sabit. Di pinggir sungai sebelah kiri terdapat bunga berwarna kuning dengan perak ditengahnya.


"Huuuuuu!!" ikan ikan itu menangis membuat Meira terhentak dari lamunannya.


"Oh iya, aku melupakan sesuatu!"


Dengan sigap Meira memindahkan ikan ikan itu ke sungai. Jangan harap Meira akan memindahkannya dengan hati hati. seperti menuangkan air. Begitulah ia memperlakukan Ikan ikan itu.


"Tak bisa kah kau memindahkan kami dengan hati hati?!!" Oceh Rere disetujui saudara saudaranya.


"Dasar tak tahu terimakasih! untung aku mau membawa kalian. Kalau tidak mungkin kalian akan terkurung di istana itu selamanya" Ucap Meira.


"Maaf, Terimakasih." ucap ketiga ikan itu.


***


"Tidak mungkin Meira melakukan itu, aku kenal bagaimana Meira!" Tera masih saja membela Meira sedari tadi.


"Kau masih saja membela kakak mu, huh?!"

__ADS_1


"Kau tak lihat, dia membuat tanganku babak belur! bagaimana ini?! pertandingan sebentar lagi!" Sarah menunjukan tangan setengah hancurnya di depan Tera, Vartan, Risa dan lainnya.


"Mungkin saja dia marah karena Vartan tidak mau bertunangan dengannya sehingga ia melampiaskannya padaku!" ungkap Sarah.


"Dasar psikopat." Ucap Sarah


Mereka terdiam dan berfikir keras. Mereka tidak yakin Meira mau melakukan hal jahat tersebut.


"Kalian tak lihat tusuk konde ini! ini adalah bukti kejahatannya!" Sarah yang mempunyai cukup bukti untuk menjatuhkan Meira.


Mereka hanya terdiam tanpa mau membalas ucapan Sarah. Mereka benar benar kecewa dengan sikap Meira akhir akhir ini.


"Lihatlah, bahkan dia kabur disaat saat seperti ini! menyebalkan!" ejek Sarah.


***


"Nona Meira! kau mau kemana?" tanya Riri.


"Pergi. Bukankah tugasku telah selesai?" jawaban dari Meira membuat ikan ikan itu kian menunduk.


Awalnya Meira tidak peduli. Tetapi, ia akhirnya penasaran. Hal menakjubkan apa yang akan ia dapatkan. Lagi.


Bulan Sabit mulai tertutup awan. SDaun daun berubah menjadi emas. Air sungai bergelombang kecil menciptakan nada yang indah. Lubang diantara bebatuan terhembus angin sehingga ia menimbulkan siulan.


"K-kalian?!!" jerit Meira.


Ikan ikan itu awalnya mengeluarkan cahaya. Mereka bertambah besar dan berubah menjadi manusia. Hanya saja kali ini mereka tak punya baju.


"Hai, Nona Meira. Terimakasih karena telah menyelamatkan kami." mereka bertiga menunduk menyambut Meira seolah olah sungai itu adalah rumah mereka dan Meira adalah tamunya.


Meira terdiam. Ia terkejut. Sungguh ini di luar nalar. Dan ia ingin kabur.


"Jangan Kabur nona Meira! Kami tahu rahasia mu,"


"Namamu adalah Chalista,"

__ADS_1


"Dan kau bukan pemilik asli tubuh ini,"


"Benarkan?"


Pernyataan dari mereka membuat Meira ketakutan dan kabur. Dia takut. Semuanya terbongkar. Padahal dia ingin membuat perubahan.


"Tenang saja. Kami tidak akan memberitahu siapapun. kami adalah pihak yang mendukungmu,"


"Dan kau juga harus tau, kau tidak sendiri. Ada seseorang yang sama sepertimu dan kau tak akan menyangka!" Mereka tersenyum setelah membuat Meira kebingungan. Namun, mereka ingin Meira sendiri yang memecahkannya.


"Seseorang sepertiku?"


***


Hay teman teman.


Bagaimana cerita ini menurut kalian?


Terlalu datarkah?


membosankan?


seru?


tambah seru?


Keren?


menegangkan?


wkwkkwkwk


ditunggu komen kalian.


Ayo dong komen!!

__ADS_1


aku semangat kalau ada komen nambah!


__ADS_2