Own Crowning: Reinkarnasi Menjadi Ratu

Own Crowning: Reinkarnasi Menjadi Ratu
Perang


__ADS_3

Meira mendapat undangan dari raja raja di negeri lain. Mereka sangat penasaran melihat bagaimana ratu wanita terkenal itu.


Meira memijit kepalanya kesal melihat raja raja itu.


"YANG MULIA!!!" sepuluh pasukan berteriak saat mendatangi Meira.


"Ada apa?!"


"Raja raja dari negeri lain ingin menyerang negeri kita. Saya ingin meminta lencana untuk mengeluarkan semua prajurit!"


Meira pun memberikan lencana miliknya dengan ketakutan. Dirinya pun hendak ikut ke tempat yang diserang itu. Ia menyiapkan pedang dan panah yang menurutnya ampuh untuk melawan mereka.


"Anda tak perlu ikut. Tuan Vartan sudah mengeluarkan pasukan miliknya dan akan melindungi anda!"


Semua pasukan itu segera pergi meninggalkan Meira. Keadaan genting dan Meira tak bisa berdiam begitu saja. Ia mengambil kuda dan menaiki kuda itu dengan kecepatan tinggi.


Ia melihat Vartan yang berdiri menghunuskan pedangnya.


"Ayolah! aku hanya ingin melihat ratu Meira yang cantik!" Ucap salah satu raja.


"Mungkin aku bisa lebih dulu tidur dengannya!"


"Aku akan jadikan dia ratu di negeri ku!"

__ADS_1


Meira kesal mendengarnya. Ia pun memanah semua orang yang ada disana tanpa ampun.


"Kau pikir aku rendahan ********!" Meira menyimpan panahannya dan berlaih menggunakan pedang.


Sringg.....


Wanita itu menusuk dada salah satu Raja disana. Tinggal enam raja lagi.


Vartan ikut membantu Meira. Ia terpana melihat kecantikan Meira ditambah dengan terpaan sinar matahari yang mengenai wajah wanita itu. Saat Meira menepik ujung pedangnya pada leher salah satu dari mereka, rambut Meira yang panjang di terpa angin, bola mata Meira yang berwarna abu bersinar layaknya permata. Vartan terhenti sebentar memandangi wanita super di depannya.


"Semua raja sudah ku habiskan tinggal satu lagi!" Ucap Meira pada Vartan.


Vartan dan Meira berperang tanpa lelah. Saat Meira ingin membunuh prajurit disana, seseorang memanahi Vartan namun Vartan tak tahu dan berfokus dengan pedangnya.


Meira berlari memperingati Vartan. Panah itu hendak menancap punggung Vartan namun Meira menghalanginya.


Celakanya, panah itu menembus Perut Meira sehingga darah mengalir dengan derasnya. Mulut Meira dipenuhi darah. Matanya membelalakan karena terkejut. Beberapa detik kemudian Meira ambruk ke tanah.


"MEIRA!!"


Vartan membopong Meira. Ia menatap wajah Meira yang kotor karena darah. Vartan tak percaya hal ini akan terjadi.


"Vartan!"

__ADS_1


"Ya!"


"K-kau bi--lang, Kau bera--sal dari mas-a de--pan!" ucapan Meira terpotong. Ia menarik nafasnya.


"Kau te-mui a-ku ji-ka aku me-mang kemba-li kesanahhh"


Meira menutup matanya, jantungnya tak berdetak lagi. Vartan sungguh menyesal telah menarik ulur perasaan Meira sehingga mereka tak pernah meresmikan hubungan mereka.


"Maafkan aku." Lirih Vartan.


Vartan membawa Meira ke istana. Mereka menjadi bahan tontonan bagi musuh yang menyerang mereka. Vartan membawa Meira dengan menggendong Meira. Vartan mengendarai kudanya itu dengan kecepatan tinggi. Darah Meira masih mengalir walau tak sederas tadi namun tetap saja Vartan khawatir.


"Bawakan tabib terbaik dari seluruh dunia!!!" Perintah Vartan.


Sudah beberapa tabib yang berkata bahwa Meira telah meninggal. Tapi, Vartan tetao tak percaya. Risa dan Tera menangis tak percaya.


"Kuburkan putriku kumohon!"


"kenapa jadi begini!!"


Mereka menangis melihat Meira yang tak kunjung di kubur. Vartan bersikeras untuk mencarikan tabib terbaik.


Vartan menunggu Meira berharap wanita itu bangun padahal Vartan tahu kalau sudah tak ada harapan lagi. Wajah Meira masih terlihat seperti orang yang tertidur hingga Vartan masih berharap bahwa Meira akan bangun.

__ADS_1


***


__ADS_2