Own Crowning: Reinkarnasi Menjadi Ratu

Own Crowning: Reinkarnasi Menjadi Ratu
Teman makan malam


__ADS_3

Lagi Lagi Clarissa Melewatkan jam makan siangnya, dokumen menumpuk, jadwal padat, dan keuangan yang sedang tidak stabil sukses membiat dirinya menopang dagu lelah.


"Mau kopi?" Seseorang dengan manik mata cokelat terang meletakan secangkir kopi dan sebungkus roti diatas meja Clarissa.


"Thanks." Clarissa menghentikan aktivitas mengetik jarinya itu, menutup monitor lalu menatap pria itu.


"Anda sedikit tidak sopan," kritik Clarissa namun tetap saja ia mengigit roti itu perlahan dan menikmati.


"Dan itu adalah saya," balas Pria itu.


"Aku harap anda bukan penjilat" Clarissa melontarkan kata kata itu tanpa dosa namun hanya ditanggapi receh oleh pria itu.


"Saya memiliki kekayaan melebihi anda dan tidak ada gunanya menjilat anda," balas pria itu angkuh.


Clarissa tertawa.


"Cukup, Damian. Candaan mu tak meruntuhkanku!" Clarissa tertawa dan menepis lengan Damian yang hendak menyentuhnya karena dirinya yang tumbang.


"Saya tak tahu anda sereceh ini"


Obrolan singkat yang menyita waktu Clarissa, sedikit tapi dapat memberi jeda pada tubuhnya dalam bekerja.


"Mau makan malam bersama?" Tawar Damian.


"Hmmm, ketika aku tak sibuk,"


"Oke, di StarFo Jam tujuh malam!" Final Damian dan Clarissa meresponnya dengan mengangkat cangkir kopinya.


"dia agak humoris" batin Clarissa.

__ADS_1


Damia telah keluar dari ruangan Clarissa, namun sekretaris Clarissa bergegas masuk dan mengingatkan jadwal dengan Clarissa.


"Jam tiga pertemuan dengan Vartan" Belum siap sekretaris itu berbicara, Clarissa sudah menyambarnya duluan.


"Siapkan semuanya, kita akan selesaikan ini!"


Clarissa pergi dengan sopir dan sekretarisnya. Tidak ada percakapan ataupun basa basi sedikitpun. Untung saja jarak ke tempat yang dijanjikan tidak jauh, sehingga mereka bisa bernafas lega.


"Catat pembicaraan penting, jangan ada yang terlewatkan!" perintah Clarissa.


"Baik, bu!"


Mereka segera masuk ke restoran itu dan mencari kursi yang mereka pesan.


"Ternyata Tuan Vartan sudah menunggu." Ujar Sekretaris Clarissa.


Clarissa pun segera duduk dihadapan Vartan yang berkutat dengan laptopnya sesekali menatap jam nya.


"Tak apa, saya hanya kecepatan datang. Seharusnya kita mulai sepuluh menit lagi, bagaimana kalau kita mengobrol sebentar?" tawar Vartan.


"Pria ini aneh sekali, kemarin dia jelas sangat dingin dan misterius. Sekarang seperti sosok yang ramah"


"Baiklah asal itu tidak mengganggu kinerja kita" ujar Clarissa membuat sosok dihapadannya terkekeh.


"Anda sangat profesional! itu bagus!" entah pujian atau ejekan Clarissa hanya diam karena tak ingin menambah masalah.


"Kau pernah bertanya apakah aku kenal dengan Sarah?" Tembak Vartan langsung di depan Clarissa. Wanita itu membulatkan matanya.


"I--itu tidak penting" Tepis Clarissa.

__ADS_1


"Menurutku juga begiru, tapi kau agak aneh. Apa kau tidak periksa saja dirimu di psikolog terdekat?" Cibir Vartan dengan candanya.


"Anda hendak melucu tapi itu sungguh tidak membuatku tertawa," peringat Clarissa karena ia sudah tak tahan lagi dengan ejekan manusia di depannya itu.


"selain profesional, anda juga tak bisa diajak bercanda" Ujar Vartan dengan senyum miringnya.


"waktu kita tak banyak, aku tak mau menghabiskan waktuku dengan sia sia!" Tegas Clarissa dan Vartan menyetujuinya. Mereka akhirnya kembali dalam pekerjaan dan berbisnis dengan sebagaimana seharusnya.


Sekretaris Clarissa yang tampak sibuk memperhatikan tiba tiba melihat ponselnya sejenak.


"Apakah boleh bekerja melihat ponsel?" komentar Vartan sungguh memecah aktivitasmereka yang seharusnya.


"Maaf," ujar sekretaris Itu.


"Ibu Clarissa dapat pesan dari Pak Damian," Lanjut sekretaris itu.


"Baiklah kita tutup meeting kita, Terimakasih karena mau menyempatkan diri untuk berbisnis dengan saya. Kita akan mengatur waktu untuk bertemu lagi, anda bisa mengkonfirmasikannya dengan sekretaris saya." Clarissa pergi langsung membawa teleponnya dan menjauh dari sana.


"Siapa Damian?"


"Rekan Ibu Clarissa, Posisi mereka sejajar! Sepertinya ibu Clarissa tertarik dengan Pak Damian!" ujar sekretaris.


"Anda terlalu banyak bicara!"


"Maaf, tadi anda yang bertanya"


***


Next..

__ADS_1


kita akan postung sesuai jadwal lagehhh....


Gak ada nih yang kangen sama Clarissa?


__ADS_2