Own Crowning: Reinkarnasi Menjadi Ratu

Own Crowning: Reinkarnasi Menjadi Ratu
rencana baru


__ADS_3

Clarissa mengikuti jejak pria yang tampak tak asing baginya. Ingatannya agak pudar sehingga ia masih ragu untuk menetapkan pikirannya.


Clarissa menggelengkan kepalanya. membuyarkan kenangan aneh dalam kepalanya. Ia merasa dirinya aneh. Ingatan itu hilang lalu datang kemudian hilang lagi.


"Meira!"


Clarissa sentak menjawab,


"Ya, rodiah?"


Clarissa menutup mulutnya, ia tak menyangka ia kembali mengingat semuanya. Ia terkejut mendapati dirinya bersama Gita dan Lia yang kebetulan mirip Risa dan Tera, ia terkejut dengan sosok mirip Vartan, ia terkejut dengan ilusi suara Rodiah dan kemampuan mendengar ucapan ikan.


Clarissa memandang sekelilingnya dan menetralkan pikirannya. Ia mencari meja yang sudah ia pesan sebelumnya. Kini Clarissa harus menunggu tamunya itu, lima menit akhirnya mereka datang. Namun Clarissa dikejutkan oleh pria asing namun akrab, entahlah disebut apa itu.


"Maaf sudah membuat anda menunggu. Perkenalkan ini rekan kami,"


"Perkenalkan nama saya Vartan. Semoga kita bisa bekerja sama." Ucap Vartan.


"Saya Mei-" Clarissa salah ucap lagi. mengapa mulutnya ini seperti berbicara sendiri.


"Clarissa." Ia memperkenalkan dirinya dengan benar.


"sedikit saja aku bilang Meira, pasti aku akan dianggap gila." Batinnya.


Mereka membicarakan tentang bisnis sesekali membahas diluar itu. Dua tamunya memiliki selera humor yang tinggi berbeda dengan Vartan yang menanggapi lelucon mereka dengan senyuman.


"Tidak terasa sudah satu jam kita disini, terimakasih karena bisa bekerja sama dengan anda. saya harap, kita bisa mengobrol seperti ini

__ADS_1


lain kali"


Akhirnya selesai juga, namun yang membuat Clarissa gencar adalah ia ingin mencoba membuat Vartan berbicara tentang Meira. Clarissa harus menjalani rencana ini sehingga ia harus menerima permintaan kerja sama dengan perusahaan mereka.


"Aku harus berpura pura menjadi teman dekat Meira. Jadi aku akan berbuat seolah aku sedang menjelajah ke masa depan." Meira tersenyum memikirkan rencananya itu, ia meraih kunci mobilnya dan berjalan keluar dari tempat itu.


"Dasar wanita gila!" seru ikan dalam akuarium itu.


"Kau baru tahu kalau aku gila?" Clarissa melanjutkan jalannya tak memedulikan ikan itu.


***


Lia datang menemui Clarissa yang masih ada di kantor. Entah apa yang ada dipikirannya ia masuk ke kantor tanpa izin. Seolah olah itu adalah rumahnya, satpam sudah berusaha menghalau, tapi gadis yang terkihat gila itu lebih berbahaya dari anjing liar yang suka menggigit.


"aku mau ketemu kak Caca!"


"Caca? disini nggak ada yang namanya Caca!" jelas Satpam itu.


Perdebatan mereka akhirnya berhenti karena Clarissa yang datang dengan mobilnya. Satpam segera mempersilahkan masuk Clarissa sedangkan Lia ditahan.


"kenapa adik saya ditahan?" Satpam itu melongo mendengar ucapan Clarissa.


"Ini adiknya ibu bos?" Clarisa mengangguk, akhirnya Satpam mempersilahkan Lia masuk dan Lia pun menjulurkan lidah pada satpam itu.


"Kok mereka nggak kenal kamu sih?" tanya Clarissa.


"Aku nggak pernah mau kalau diajak kesini. Nanti, disuruh kerja sama papa, hehe" Lia cengegesan.

__ADS_1


"Kamu kenapa datang kesini?" Tanya Clarissa.


"Kak Caca disuruh Mama pulang cepat malah nggak pulang pulang. Jadinya Lia deh yang hampiri!"


Hati Clarissa menghangat, belum pernah ia ditunggu sampai dihampiri demi kehadirannya. Sungguh ini adalah momen baru bagi seorang Clarissa.


"Maaf ya. Soalnya tadi ketemu sama tamu,"


"iya nggak apa kok. Yuk pulang" Ajak Lia.


Clarissa mengangguk namun sebelumnya ia mengambil barang yang mau ia bawa. Ia membawa berkas yang mau ia tanda tangani di rumah. Setelah itu, mereka keluar dari kantor dan bertemu satpam tadi.


"Hai pak, Adiknya ibu bos mau pulang dulu!" Ucap Lia.


Satpam itu hanya mengangguk dan tersenyum kaku. Clarissa dan Lia tertawa karena itu.


"Dosa loh!"


"biarin" jawab Lia.


***


Hai, komen dong.


Kasih saran.


Apa novel ini semakin membosankan?

__ADS_1


Apa kalian suka novel ini?


Komen ya!


__ADS_2