Own Crowning: Reinkarnasi Menjadi Ratu

Own Crowning: Reinkarnasi Menjadi Ratu
Bertemu Ola dan Harry


__ADS_3

Dengan menahan Marah, Meira kembali untuk pulang. Namun, ditengah jalan ia bertemu sosok yang tak disangka akan ditemuinya disaat seperti ini.


"Ola...Harry... Sumpah, aku merindukan kalian!!" Meira pun berhambur memeluk 2 orang itu. Mereka yang dipeluk akhirnya memberikan peluk juga.


"Ah, Meira. Kau kemana saja. Kau pergi tak meninggalkan jejak sedikit pun. Oh, Ya! siapa wanita yang ada bersamamu?" Harry sedari tadi penasaran dengan wanita yang mengikuti Meira. Daripada ia mengurung rasa penasarannya, lebih baik ia bertanya.


"Oh, iya. Ini sahabat baikku. Perkenalkan Namanya Rodiah. Ayo Rodiah perkenalkan dirimu,"


"Nama saya Rodiah,"


"Saya Ola dan ini Harry,"


Setelah berkenalan, mereka mengobrol ringan di tempat yang sejuk. Mereka bercerita tentang hal yang menurut mereka lucu. Sekali lagi, Meira tak menceritakan identitasnya. Hmm, sebagai ratu.


"Yang Mulia, kami mencari Yang Mulia kesegala tempat. Namun, kami menemukan Yang Mulia disini. Apa Yang Mulia ingin kembali ke Istana?" Pengawal pemimpin itu membungkukan badannya diikuti anggotanya. Hal tersebut tak luput dari penglihatan Ola dan Harry.


"Kalian keluarga kerajaan?!!" Tanya Ola terkejut. Tak mungkin dia berteman dengan para petinggi selain Harry. Mereka sangat menakutkan.


"Apa itu benar, Meira? Mengapa kau tak pernah cerita? Kami bertingkah seolah olah kau rakyat biasa!" Tukas Harry.


Mereka terdiam menunggu jawaban Meira. Sebenarnya, jika di jelaskan Meira masih bingung. Apakah mereka masih mau bersahabatan dengannya?


"Aku takut, Aku takut kalian akan menjauhiku dan tak mau berteman denganku karena aku dari keluarga kerajaan." Jelas Meira.

__ADS_1


"Kau bisa punya ribuan teman. Yang kaya, dan status yang lebih baik. Permisi, kami pergi!" Harry menarik Ola untuk pergi dari mereka. Namun, sebelum mereka menjauh Meira terlebih dahulu menuturkan sesuatu,


"Kalian adalah sahabat yang tulus. Mereka yang jumlahnya ribuan bahkan jutaan itu tak ada gunanya jika kalian yang tulus tak ada disisi ku!"


Harry dan Ola pun berhenti. Perkataan Meira sedikit menyentuh. Sekarang, Meira terlihat seperi gadis lemah. Matanya sedikit berair dan memerah. Kepalanya tertunduk.


"Ayo, kita pergi," Perintah Meira diikuti Rodiah dan Para pengawal.


***


"Ibu sedang minum teh?" Tera menghampiri Risa dan duduk di dekat Risa.


"Kau mau?" Tera pun mengangguk.


"Tak terasa kalian sudah besar. Dulu, kalian lucu sekali. Aku merindukan momen itu," Risa mengelengkan kepalanya tersenyum.


"memang seperti itu waktu, bu. Tak akan bisa ada yang mengira" Ucap Tera lalu menyesap teh nya.


"Dulu, semua orang mengira bahwa kau dan Meira adalah saudara kandung. Karena, kalian sangat akrab sekali. Terutama kau Tera, aku dulu menyusuimu dan merawatmu sehingga semakin menyakinkan orang orang bahwa kau anak kandungku,"


"Lucu sekali!" lanjut Risa diiringi tawa.


Tera ikut tertawa. Ia menyesal telah menyakiti Meira. Sungguh, otaknya telah di cuci ibunya si Penggila Harta. Bahkan, ibunya menyuruhnya merebut Hesa dari Meira.

__ADS_1


Tera sangat menyesal. Namun, kali ini ia akan memperbaiki perbuatannya pada Meira dengan menjadi adik yang baik.


"Tapi, ibu merindukan Meira yang dulu. Yang baik, ramah, lemah lembut, dan punya hati," Risa menghela nafasnya kasar.


"Aku juga heran mengapa kak Meria bisa seperti itu. Bahkan, aku terkejut dengan sifat barunya saat ia terbangun dari tidur panjangnya," ucap Tera.


Mereka pun kembali menikmati teh mereka Tanpa menyadari bahwa Meira mendengar percakapan mereka.


Meria yang mendengar itu, menjadi benci terhadap dirinya sendiri. Ia tinggal di tubuh seseorang dan menghancurkan nama baiknya.


"Aku harus benar benar berubah. Aku harus kembali ke Afroja." Gumam Meira.


***


Hay, maaf ya lama update.


Kalian maunya si Meira ini jadi gimana?


~Baik


~ kejam


~lugu

__ADS_1


~semua ajalah sekalian:v


__ADS_2