
"kau yakin itu Ola!" tanya Harry pada mereka.
"Aku pasti tidak cocok rias seperti ini" Ola lagi lagi merendahkan dirinya.
"Cukup, Ola!! Sudah berpaa kali kubilang kau itu cantik. Mengerti tidak! " Meira kesal dengan sikap Ola sedari tadi. Bagaimana tidak! Dia selalu saja membuat dirinya tidak cocok dengan apapun.
"Kau sangat cantik, Ola! Yakin lah padaku. Mau jalan bersamaku? " tawar Harry pada Ola.
Dengan tersipu malu, Ola menerimanya.
"Baiklah, pangeran!" jawab Ola.
Meira tersenyum melihat mereka.
***
"Vartan, apa. Kau yakin akan berhenti? " Tanya Tera pada Vartan.
"Aku tidak akan berhenti. Aku ada cara lain untuk membuatnya jatuh cinta padaku. Cara yang lebih modern." Jawab Vartan pada Tera yang temangu mangu mendengar tuturan dari Vartan.
"Aku tak yakin kau itu mencintainya. Bukannya dulu kau membencinya karena dia adalah gadis cengen dan manja?" tanya Tera.
"Hmmm, dulu begitu. Tapi dia sudah berubah. Dia bukan seperti Meira yang aku kenal. Hal tersebut membuatku tertarik. " Pernyataan Vartan hanya membuat Tera terdiam.
Kemudian Vartan berniat pulang ke kerajaannya. Karena ada sedikit masalah.
"Kita tunggu saja Vartan" gumam Tera.
__ADS_1
***
"Kenapa mereka selalu menatapku!" seru Ola sembari menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Kau ini! Mereka melihatmu karena kau cantik bukan karena apa apa! Lihat pria yang ada disana! Dia selalu menatapmu dengan penuh pesona terhadapmu." Ucap Meira yang juga menunjuk sebelah barat dimana pria yang ia maksud berada.
"Aku harap ini terakhir kalinya aku melihat Ola cantik seperti ini. Aku tidak rela Ola di tatap beberapa orang pria." Terang Harry pada Mereka.
"Jadi kau cemburu, Tuan" Percakapan mereka diakhiri dengan gelak tawa antara Meira dan Ola, Sedangkan Harry mereka biarkan kesal dengan sendirinya.
"Tunggu jangan kesana! " pinta Meira membuat mereka berhenti berjalan.
"Kenapa?" tanya Ola dan Harry serentak.
"Kalian tidak lihat, di perempatan jalan ada Vartan dan para pengawalnya. Bagaimana kalau aku disuruh menikah dengannya?!!" Sergah Meira pada mereka. Otomatis mereka memperhatikan perempatan jalan dan memang benar ada Vartan disana. Vartan dan rombongannya hendak berjalan ke arah Meira.
Vartan pun melewati mereka. Membuat mereka terbengong heran. Mereka belum yakin. Apa Vartan benar benar aneh kali ini.
"Kesambet setan apa nih orang" gumam Meira.
"Kau selamat Meira. Kau sudah bisa pulang. Lihat, Vartan bahkan tidak memedulikanmu lagi!! " Tutur Harry membuat Meira menunduk.
"K-kau kenapa Meira? " tanya Harry.
"Ini karena kau, Harry! " sahut Ola.
"Kenapa aku? " tanya Harry menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal.
__ADS_1
"Kau tanpa sengaja mengusirnya. Aku tidak mau Meira pergi. Aku tak punya teman di toko." jelas Ola.
"Biarlah, tak apa aku pergi saja. Kalian berbahagialah disini tanpa aku. Ayo pulang! Aku akan mengambil barang barangku," ucap Meira merendah.
"Meira," panggil Ola.
"Mei, apa kau bisa merubah pikiranmu lagi? " tanya Ola membujuk.
"Maafkan aku. Aku lebih baik pulang. Ini keputusanku. Lagi pula aku merindukan ibuku." Pernyataan Meira membuat Mereka tak berkutik lagi. mereka berjalan kembali ke rumah Ola dengan tujuan mengambil barang Meira.
***
Sesampainya mereka ke rumah Ola. Meira mulai mengemasi barang barangnya. Ola hendak menangis. Karena ia yakin tak akan ada lagi yang menemani dia melayani pelanggan.
"Kau yakin? " Tanya Ola lagi.
Meira hanya mengangguk. Ia mengambil barangnya dan memasukannya ke kereta kuda yang telah mereka sewa.
"Bawa aku ke istana!" perintah Meira dengan dingin kepada kusir tersebut.
"Baik, nona!"
"apa Meira adalah orang yang mudah tersinggung?" Gumam Harry.
***
Jangan lupa tinggalakan jejak.
__ADS_1
Komen dan vote kalian adalah harta yang berharga.