
Saat saat mendebarkan terasa sekarang. Meira berdiri untuk diwawancarai HRD. Untung saja dunia berpihak padanya, mereka tampak puas akan jawaban yang diberikan olehnya.
"Bagaimana?" Vartan menghampiri Meira yang baru saja keluar dari ruangan itu dan menjawab lelaki itu dengan mengangguk.
"Mau makan siang?" Vartan menunjuk jam digital pada tangannya.
"Oke" jawab Meira.
Kebetulan Clarissa yang melewati mereka berpura pura tidak melihat namun Meira memanggilnya dan mengajaknya makan bersama mereka.
"Tidak aku masih banyak urusan, kalian berdua saja." Clarissa berlalu pergi meninggalkan mereka.
"Tak apa hanya kita berdua." ucap Vartan dan mereka pun segera pergi.
Clarissa berbalik dan menatap mereka yang sudah berlalu. Sebenarnya ia juga ingin ikut, hanya saja ia ingat perjanjiannya pada Vartan agar Clarissa membuat ia dekat pada Meira.
..."Hufftt, sejak kapan aku peduli tentangnya." gumam Clarissa....
Clarissa berjalan menuju kantornya dan mendapati Via sekretarisnya menunggunya di depan kantornya.
"Bu, Ada yang ingin memaksa untuk masuk dan bertemu pada ibu,"
"Siapa?" Clarissa hanya dituntun masuk oleh Via. Wanita yang duduk membelakanginya mengalihkan pandangnya kemudian menatap Clarissa dengan sendu.
"Ada keperluan apa anda kemari? saya tidak yakin soal bisnis?" Kata Clarissa kemudian duduk dimeja kerjanya.
__ADS_1
"Apa kesalahanku begitu besar?" Tiba tiba wanita itu bertanya pada Clarissa dengan tidak biasa.
"Aku juga tidak tahu sampai aku tidak mengharapkanmu berdiri di depanku." ucap Clarissa tanpa menatap wanita itu.
"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Aku hanya ingin mengundangmu di acara seminarku." Wanita itu menyerahkan undangan resmi dengan sampul polos bertulis nama dan lokasi.
"Aku tak yakin bisa datang, jadwal ku sibuk." Jawab Clarissa pada ibu kandungnya itu.
"setidaknya aku bisa berharap," Wanita itu lekas pergi.
"Tunggu susah barulah sadar. Dasar manusia!" Ucap Clarissa secara reflek dan itu terdengar oleh ibu kandungnya itu.
"Anda tidak boleh begitu pada ibu anda," nasehat Via.
"Bukan urusanmu!"
Mereka kembali bekerja dan Clarissa menatap sekilas undangan itu. Seminar di rumah sakit bintang dua hari lagi pukul sembilan pagi. Sebenarnya jadwal Clarissa kosong hanya saja ia tidak mau bertemu orang yang menindasnya dahulu kala.
Jam makan siang masih berjalan, Clarissa berencana makan di kantornya karena ia membawa bekalnya sendiri.
Tidak ada yang menemaninya makan atau pun sekedar bercanda. Kini hidupnya berada diatas namun dia kesepian. Ia merindukan saat dimana ia terlempar di jaman kuno yang banyak petualangan ia lakukan.
"Bu, Pak Vartan beserta temannya ingin bertemu anda!" Ujar Via.
Clarissa mengangguk lalu Via membiarkan kedua orang itu masuk. Mereka datang dan memberikan Clarissa makanan.
__ADS_1
"Saya sudah makan," Clarissa tersenyum menolak makanan itu. Raut wajah sedih timbul dari wajah cantik Meira.
"Yasudah, saya makan sendiri," Meira tersenyum.
"Sini berikan, nanti saya makan. Jam makan siang masih lama, bukan?" Clarissa mengambil balik makanan itu karena tak enak hati.
"Terimakasih,"
Walaupun perut Clarissa masih terisi, Ia berusaha agar tetap memakan makanan itu. Bagaimanapun juga ia harus menghargai usaha seseorang untuk membawakan makanan ini.
"tiga hari lagi perusahaan akan mengirimkan email. Kau jangan melewatkannya,"
"Baik! pasti aku tidak akan melewatkannya!"
Vartan dan Meira pun keluar dari ruangan itu. Clarissa menatap Mereka dan tersenyum tipis.
"Mereka benar benar pasangan yang cocok," gumamnya.
****
Next....
Bagaimana menurut kalian cerita ini?
Apa alurnya membosankan dan terbelit belit?
__ADS_1
Beritahu aku agar aku bisa menerima masukan kalian dan memperbaikinya dengan harapan kalian bisa senang hati membacanya.
Terimakasih jangan lupa like dan komen!!