
Sesampainya mereka ke istana. Meira menyediakan perlengkapan untuk Lais. Seperti kamar, pakaian, mainan dan makanan karena kebetulan mereka baru pulang dari perjalanan.
"Wah, bangunannya besar sekali. Dimana rumah kita, bu?" Tanya Lais penasaran. Sedari tadi yang ia lihat hanyalah bangunan besar dan megah dengan halaman yang luas.
"Bu, kita tidak boleh masuk sembarangan. Ini adalah rumah ratu!" Pinta Lais dengan polos.
Meira yang mendengar itu tersenyum kecil. Anak itu sangat ketakutan masuk ke wilayah istana. Namun, Meira tetap saja menuntun Lais masuk.
"Tak apa apa! Kita masuk saja. Ratu tak akan marah karena dia orang baik," Lais mengangguk mendengar tuturan Meira. Ia semakin mengeratkan genggamannya pada ibu barunya. Semoga hal ini adalah awal yang positif.
"Rodiah, Naomi!"
"Ada apa, Yang Mulia?"
"Kalian berdua, apakah sudah menyediakan semua yang aku perintahkan?"
"Semua sudah terurus dengan baik, Yang Mulia." Jawab Rodiah.
Meira pun menuntun Lais ke kamarnya dan memberikannya beberapa pakaian baru. Tidak lupa Meira juga memberikan makanan untuk Lais yang kelihatan kelaparan.
"Kenapa kau terdiam?" Meira sedari tadi melihat Lais yang terdiam sejak pembicaraan dengan Rodiah.
"I-ibu adalah ratu disini, aku akan dihukum karena tidak menghormatimu!" anak itu lalu menangis. Badannya bergetar ketakutan.
"Siapa yang akan menghukummu? tidak akan ada yang menghukummu! kau adalah anak baik, Mengerti!" Lais pun langsung menurut.
"Jangan pernah menangis lagi! bukankah kau mau menjadi komandan yang hebat?"
"Komandan yang berani kata nenekku!" Jawab Lais membenarkan.
"Hahaha, kau sangat lucu! ini kamar barumu. Anggap saja ini adalah hadiah ulang tahunmu," ucap Meira membuat Lais tersenyum.
"Terimakasih, ibu sangat baik! Aku berjanji akan menuruti semua perkataanmu!" Meira pun membelai rambut Lais.
"Kau sangat pintar!"
***
Setelah meninggalkan Lais di kamarnya. Rodiah pergi menuju dayang dayangnya. Ia pergi untuk duduk sebentar di singasananya.
"Rodiah, bagaimana menurutmu aku?" Tanya Meira.
"Maaf sebelumnya, Yang Mulia. Mengenai apa hendak kau bertanya?"
"Mengenai aku menjadikan Lais sebagai anak angkatku?" Meira menyilangkan kakinya.
"Menurutku, tindakan Yang Mulia salah. Ibu kandung Lais bukannya sudah meminta maaf,"
"Kau salah, jika aku memaafkannya, maka dia akan disiksa lebih parah lagi. Uh, susuah menjelaskan pada orang yang tidak berpengalaman," Rodiah terbengong karena penuturan Meira. Bukankah selama ini hubungannya dengan ibunya sangat baik.
"Berpengalaman?"
"M-maksudku, selama aku menjadi Ratu. Aku sering mendengar masalah seperti ini!" Rodiah hanya ber-oh-ria karena sejujurnya ia masih bingung.
"jika ibunya meminta dengan tulus, maka akan kukembalikan Lais!" Ujar Meira
"Yang Mulia, Tuan Vartan menunggu anda di Taman,"
Tiba tiba Naomi datang memberi kabar mengenai Vartan. Meira pun terkejut, namun ia meminimalisir ekspresinya.
__ADS_1
"Beritahu aku segera kesana!" perintah Meira.
"Aku gak boleh seperti anak SMA. Seperti abak baru jatuh cinta aja," gumam Meira.
***
Di taman.
"Akhirnya kau datang, kupikir kau akan seperti dulu, kabur!" canda Vartan.
"Mungkin ada sesuatu yang penting,"
"Kau ini! aku hanya ingin bertemu denganmu! mungkin ini perpisahan kita. Aku akan pergi beberapa bulan karena ada seidkit urusan. Kumohon kau jaga hatimu hingga aku kembali!" Vartan mengenggam tangan Meira. Memohon agar Meira tetap setia untuknya.
"K-kau, kau tidak berbohong kan? saat kita mulai dekat kau akan pergi? lalu bagaimana ketika kau pergi perasaan akan hilang? mungkin aku atau pun kau! tak ada yang bisa menjamin rasa cinta!" Meira menghempas tangannya yang sedari tadi digenggam Vartan.
"Aku memintamu untuk berjanji!" seru Vartan membuat Meira terhentak.
"Vartan, aku pernah gagal dalam cinta! kau tak akan mengerti!" gumam Meira.
"aku hanya takut ketika aku menjaga hatiku, malah kau yang tidak menjaga hatimu. Baiklah aku berjanji. Kita lihat saja siapa yang kalah."
Meira pun pergi meninggalkan Vartan seorang diri di taman. Tangis Meira hendak pecah, namun Meira langsung menyekanya.
"Aku tidak boleh melakukan hal bodoh seperti Clarissa!"
***
Vote dong supaya bisa naik rangking. Terimakasih pada teman teman yang sudah vote.
Selamat hari buku sedunia!
23 april 2020
votevote
votevote
vote
vote
vote
vote
vote
vote
vote
vote
vote
vote
vote
__ADS_1
vote
vote
votevote
votevote
votevote
votevote
vote
vote
vote
vote
vote
vote
vote
vote
vote
vote
vote
vote
vote
vote
vote
vote
vote
vote
vote
vote
vote
vote
vote
vote
__ADS_1
vote
vote