
"Batal....!!! " Ucap Serentak kedua orang tua Saphira dan Firza.
"Kalian ini jangan buat malu kami, undangan saja sudah tersebar, kalian main batal saja. Lihat gedung, WO sudah 100 persen kalian malah datang - datang bawa kejutan pernikahan kalian batal. " Ucap Pak Hilman.
"Apa yang membuat kalian batalkan ini semua?" Tanya Pak Farhan.
"Saya yang salah Pah Mah, Mami Papi. Saya punya wanita lain. " Jawab Firza.
Saphira menoleh ke arah Firza, atas jawaban yang tiba - tiba membuat nya bingung.
"Apa, kamu punya wanita lain? " Tanya Ibu Soraya kaget.
"Iya, lebih baik saya batalkan sekarang dari pada saya membuat sakit hati Saphira. " Jawab Firza.
"Dasar kamu...!!! Plaaakkk... plaaaakk
Pak Farhan menampar kedua pipi Firza hingga sangat kerasa dan berdarah di ujung bibir nya.
Saphira menutup mulut nya saat melihat Pak Farhan menampar Firza, sedangkan Firza hanya diam menunduk.
" Kenapa baru sekarang kamu bilang kalau kamu punya kekasih, kenapa sudah semuanya tinggal hari H nya saja semua batal. " Ucap Pak Hilman.
"Mas, Jeng sungguh saya kecewa. " Ucap Ibu Meri.
"Maaf kan anak saya, dan ini di luar kendali." Ucap Ibu Soraya.
"Maaf kan saya Pap, Mam. Kalian juga boleh menghukum saya seperti Papah kasih pelajaran."Ucap Firza.
Saphira menundukkan wajahnya, rasa bersalah karena dirinya membuat Firza berbohong kalau pernikahan yang gagal adalah karena dia.
" Saya malu, apa kata teman - teman dan saudara kalau pesta kita gagal. " Ucap Ibu Meri.
"Saya kecewa dengan ulah anak kalian. " Ucap Pak Hilman.
"Maaf kan saya Mas, seharusnya kita pun sebagai orang tua tidak harus memaksanya." Ucap Pak Farhan.
"Sayang, maaf kan anak Mamah. " Ucap Ibu Soraya pada Saphira.
"Seharusnya saya yang minta maaf Mah, ini salah Saphira. " Ucap Saphira.
"Saphira kamu tidak pantas bicara begitu, jelas - jelas Firza yang salah bukan kamu." Ucap Pak Hilman.
"Sekali lagi, saya minta maaf. " Ucap Firza.
"Maaf kan saya Saphira. " Ucap Firza kembali.
****
__ADS_1
"Bang..!! "
Firza menoleh saat Saphira memanggilnya dengan sebutan Abang.
"Kenapa kamu panggil Abang, di saat kita sudah tidak ada ikatan? " Tanya Firza.
"Maaf, seharusnya Bang Firza tidak bicara seperti itu. Seharusnya saya, karena selama ini saya yang salah."Jawab Saphira.
" Kenapa saya lebih baik bicara seperti itu, karena saya sayang sama kamu. Dan cukup kamu panggil saya dengan sebutan Abang, cukup kamu panggil saya Firza jangan panggil kata Abang. Dari dulu saya ingin dengar kata panggilan itu bukan sekarang, kita sudah tidak ada ikatan. Asal kamu tahu, saya sangat mencintai kamu, tapi cinta saya bertepuk sebelah tangan. Dan asal kamu tahu, hati saya ini sakit asli nya tapi biar sakit hati saya ini yang menanggung semua masalah dari semua nya milik kamu biar saya yang menanggung. "
******
"Benar - benar, Adik saya itu nggak punya perasaan. " Ucap Alvin.
"Tolong Bang, jangan kasih tahu sama Papi Mami, kalau semuanya karena Saphira. Saya mengatakan nya bahwa saya yang telah memiliki kekasih. " Ucap Firza.
"Seharusnya kamu jujur saja sama mereka, kenapa kamu yang harus menanggung nya. " Ucap Alvin kesal.
"Benar - benar tuh anak, harus di kasih pelajaran. " Ucap Soraya.
"Sudahlah memang saya yang salah, saya yang memaksa nya. Lebih baik seperti ini sebelum terlambat. " Ucap Firza.
"Saya pun mendukung kamu, sekali lagi maaf kan adik saya. "
******
"Iya Bang, sebenarnya saya yang minta batalkan pernikahan bukan Bang Firza. " Ucap Saphira.
"Apa, kamu tadi panggil apa sama dia? Bang Firza. Setelah tak ada hubungan kamu panggil dia Bang Firza. Kamu sadar nggak dari ucapan kamu itu menyakitkan hatinya. " Ucap Juni.
"Dek, Kakak kecewa. Kamu tahu, adik kakak sangat mencintai kamu, kenapa kamu tolak dia. Apa karena kamu sama dia nggak pernah akur? Adik saya pasti sangat sakit hati. " Ucap Imelda.
"Iya saya yang salah, tapi saya juga tidak mau di kekang. Saya masih ingin menikmati kesendirian, dan saya ingin berkarir. Bukan menjadi wanita rumahan, paham kan kalian. Saya kuliah demi cita - cita bukan menyimpan ijazah di dalam lemari. " Ucap Saphira.
"Dia bilang begitu, karena dia tidak ingin kamu capek. Dia ingin kamu sebagai ratu di dalam rumah. " Ucap Alvin.
"Nah, kamu dengar kan kata Abang kamu. " Ucap Juni.
"Tolong jangan paksa, biar saya sendiri yang mencintai nya. "
*****
Dimana hari seharusnya menjadi hari pernikahan dirinya dan Firza, Saphira duduk di dekat jendela menatap ke arah teras kamar Firza. Pintu yang sejak kemarin tertutup dan tak mendengar suara motor atau mobil milik nya, bahkan mobil nya pun tak ada.
"Kemana dia, sejak kemarin belum lihat batang hidung nya. " Ucap Saphira.
Saphira membuka group yang terdiri dari ke empat sahabat nya dan termasuk pacar mereka. Tak ada chat satu pun, bahkan terlihat Firza keluar dari group.
__ADS_1
"Dia keluar dari group, kenapa ya? "
Terdengar suara mobil datang, Saphira pun langsung sumringah dan membuka gorden kamar nya, lantas mata Saphira membulat lebar saat siapa yang datang.
"Kenapa dia bawa si teller Bank? Ada Galuh sama cewek nya. Apa mereka mau double date? "
Saphira terus mengintip dari balik gorden dan terdengar suara tawa ke empat nya.
"Maksud nya apa, bawa cewek itu. Terus, Galuh nggak pernah deh main kesini jarang." Ucap Saphira.
Dengan penasaran, Saphira pun keluar dan mengintip ke empat nya tengah bercanda gurau di ruang tamu.
Terlihat Firza perhatian sama Sinta, dan makan satu piring berdua.
"Nggak salah itu cowok, bukan nya baru kemarin patah hati. Sekarang sudah bisa lupakan masalah. Hebat banget kamu, cepat banget melupakan nya. "
Firza menatap ke arah keluar dan saat itu Saphira langsung menjauh saat tahu Firza menatap dari dalam.
Firza hanya diam dan melanjutkan percakapan nya dengan ketiga teman nya.
"Katanya cuman cinta sama saya, ternyata sudah gebet si teller itu. Dasar cowok, seperti membuang kulit kacang sembarangan dan lupakan kulit nya." Ucap Saphira terus menggerutu.
****
"Bang, makasih ya sudah di ajak main. Ehm... kapan - kapan boleh kan saya main kesini?" Ucap Sinta.
"Boleh, kapan saja boleh. " Ucap Firza.
"Bro, saya balik dulu. Mau antar cewek saya sekalian antar Sinta. " Ucap Galuh.
"Makasih, maaf ya Sinta saya nggak bisa antar kamu pulang. " Ucap Firza.
"Iya nggak apa - apa, malah saya yang harus terima kasih. " Ucap Sinta.
Firza melambaikan tangan nya dan tersenyum kecut setelah mobil yang di kendarai Bayu menghilang.
"Lebih baik di cintai dari pada mencintai."
.
.
.
.
.
__ADS_1