Pak Polisi I Hate You But I Love You

Pak Polisi I Hate You But I Love You
Buah Hati


__ADS_3

"Ayo Bu terus dorong. " Ucap Dokter.


"Dok.... Suami saya mana....!!! " Teriak Saphira.


"Ibu harus konsentrasi buat anak Ibu harus lahir, nanti juga Bapak datang ya Bu. "


"Dasar... enak buat nya saja, giliran melahirkan begini dia nggak datang... Aaaaaaaa...!!! " Ucap Saphira.


"Terus Bu, sudah terlihat rambut nya. "


"Dok, saya nggak kuat..!! "


"Yang semangat Bu, terus dorong Bu. "


Saphira terus mengejan, hingga peluh membasahi seluruh tubuh nya. Terdengar suara tangisan bayi yang sangat keras hingga membuat Saphira haru bahagia.


"Selamat Bu, bayi nya perempuan. Sehat dan normal. "


"Alhamdulillah, terima kasih ya Allah. " Ucap Saphira.


Sedangkan di Koridor rumah sakit, Firza berlari menuju ruang persalinan. Terlihat Pak Farhan dan Ibu Sonia sedang berdiri, Firza pun lalu menghampiri.


"Pah, Mah bagaimana Saphira dan anak saya?" Tanya Firza dengan nafas naik turun.


"Alhamdulillah mereka selamat semua, sebentar lagi juga keluar." Jawab Pak Farhan.


Pintu ruang persalinan pun terbuka, terlihat seorang perawat menggendong bayi Saphira dan Firza. Tampak bahagia Firza lalu menyambut nya dengan menggendong bayi nya.


"Kamu cantik sayang. " Ucap Firza sambil mencium kedua pipi wajah putri nya yang masih merah.


Firza pun men kumandang kan Adzan di telinga kanan putri nya, penuh haru Firza tak henti - hentinya mencium kedua pipi putri nya.


"Putri nya saya bawa ke ruang bayi dulu ya Pak, nanti silahkan Bapak ke ruang Ibu dirawat. " Ucap Suster.


"Oh iya, baik suster. " Ucap Firza.


***


Saphira terus memalingkan wajah nya saat Firza datang, kedua orang tua Firza lebih memilih ke ruang bayi meninggalkan mereka berdua.


"Sayang, makasih ya sudah melahirkan anak Abang. " Ucap Firza.


"Terima kasih, terima kasih enak saja. Saya kesakitan Bang tahu nggak. " Ucap Saphira dengan cemberut.


"Kan Abang sedang masih perjalanan pulang sayang. Sekarang sudah ada di samping kamu. "


"Lagian kenapa sih, nggak nunggu Papah saja nak. "


"Orang anak sudah mau keluar masa kamu pending. " Ucap Firza gemas.


"Sayang, anak kita cantik loh. "


"Yaiyalah mamah nya juga cantik."


"Papah nya juga nggak ganteng, jadi nggak salah anak nya juga cantik. " Ucap Firza langsung mendapatkan cibiran dari Saphira.


"Sayang, itu Mamah Papah. " Ucap Ibu Sonia sambil menggendong Baby girl Saphira dan Firza.


Saphira menerima bayi nya dan mendekap nya, senyum mengembang kedua nya saat melihat dekat.

__ADS_1


"Mau kasih nama siapa? " Tanya Pak Farhan.


"Maharani Ajeng Pertiwi. " Jawab Firza.


"Ajeng, nama panggilan nya. " Ucap Firza kembali.


"Lihat Mah Pah, Ajeng cantik loh kayak saya." Ucap Saphira.


"Benar wajah nya mirip kamu, tapi umur segini masih berubah - rubah." Ucap Ibu Sonia.


"Kalau mirip Firza Mah Pah, kayak nya Mamah nya nggak terima.Ini saja datang - datang kena amuk tadi." Ucap Firza.


"Habis ngeselin. " Ucap Saphira.


****


Baby Ajeng menyusu sangat lahap, bunyi isapan terdengar. Firza yang melihat nya sesekali menelan ludah.


"Kenapa Bang? " Tanya Saphira.


"Mulai saat ini, kamu berbagi sama Papah Nak. " Jawab Firza.


"Yang kanan punya Ajeng yang kiri punya Abang begitu. "


"Nah itu paham." Ucap Firza sambil tersenyum.


Baby Ajeng tertidur, Firza mengambil alih gendongan nya dan meletakkan pada box bayi.


Firza menaiki ranjang tempat tidur, langsung mencium kedua pipi kanan dan kirinya.


"Yank, seperti mimpi kita sudah jadi orang tua. "


"Eh iya sayang, Bang Alvin anaknya sudah lahir belum ya? "


"Iya Bang, kok belum dapat kabar. "


****


"Alhamdulillah, anak Alvin sama Soraya sudah lahir. Anaknya laki - laki, tapi Soraya sekarang masih kritis. Tadi Mamah baru dapat kabar dari Papi kamu. " Ucap Ibu Sonia.


"Ya Allah Soraya. " Ucap Saphira.


"Semoga cepat sehat. " Ucap Firza.


"Amin." Ucap Semuanya.


****


"Sayang, cepat sadar ya. " Ucap Alvin terus mengusap wajah Soraya.


"Anak kita laki - laki sayang, kamu harus lihat dia. Anak kita gagah seperti Papah nya. " Ucap Alvin.


Tangis baby boy mereka terdengar, saat Ibu Hasna Bundanya Soraya menggendong nya. Ibu Meri pun tak henti meneteskan air matanya.


"Kamu dengar Soraya, anak kamu menangis. Dia ingin kamu bangun. " Ucap Ibu Hasna.


Ibu Meri mengusap punggung besan nya, tangisan Putra Alvin dan Soraya membuat ketiga nya tak bisa membendung kesedihan.


"Bangun Yank, Abang ingin kamu bangun dan lihat anak kita. " Ucap Alvin.

__ADS_1


Alvin mengambil alih gendongan dari mertua nya dan meletakkan di pinggir berbaring bersama Soraya.


"Kamu dengar Soraya, anak kita menangis. Dia tidak ingin menyusu dan hanya ingin kamu bangun. Abang sama Putra Abang selalu menunggu kamu Yank."


Sebuah gerakan tangan kecil di rasakan semuanya, Alvin langsung mendekati tubuh Soraya.


"Sayang, kamu dengar kami? " Ucap Alvin.


Mata Soraya sedikit demi sedikit membuka, dan melihat dengan berkaca - kaca.


"Abang." Ucap lirih Soraya.


"Alhamdulillah sayang, lihat di samping kamu." Ucap Alvin.


Soraya menoleh ke samping dan tersenyum melihat Putra kecil nya. Tangis nya kini berhenti seakan tahu Mamah nya telah sadar.


Tangan Soraya bergerak ke arah Putra nya mengusap lembut pipi nya.


"Kamu tampan sayang, seperti Papah kamu."


"Anak kita kuat sayang, kamu juga harus kuat. Demi dia, demi kita semua."


*****


Firza dan Saphira pulang ke rumah, sebuah kamar yang sudah di dekor oleh bantuan Juni dan istrinya tampak sangat bagus dengan nuansa pink.


"Welcome Baby Ajeng. " Sambut Juni dan Imelda.


Niko langsung berlari dan mencium sepupu kecil nya yang sedang di gendong oleh Saphira.


"Tante Om, dede nya buat Niko ya. "


"Yeee enak saja, minta sama Papah Mamah buatkan adik untuk Niko." Ucap Firza.


"Papah Mamah, buatkan Niko Adik ya. Besok harus sudah ada. " Ucap Niko.


"Memang nya buat Adik itu seperti buat roti, sekarang buat sore jadi. " Ucap Juni.


"Makan nya Bang, punya anak itu di kasih ilmunya yang biasa - biasa saja. Jangan ilmu sesat terus yang Abang ajarkan. Jadinya begini kan anak nya, pintar tapi bukan pada tempat nya. " Ucap Firza.


"Papah, bagaimana bisa kan? " Tanya Niko.


"Kalau itu Papah bisa, tapi Mamah nya tuh bisa nggak? " Jawab Juni.


"Mamah, bisa kan besok harus sudah ada adik bayi. "Ucap Niko.


" Nanti ya, Mamah Papah kan proses buat dulu, dede Ajeng juga sama Adik nya Niko, belum juga ada anak nya Om Alvin sama Tante Soraya." Ucap Imelda.


"Sama aja ya Mah. "


"Iya sayang sama aja. "Ucap Imelda.


" Om Tante, ini kan adik nya Niko. Jadi di bawa pulang ya. " Ucap Niko dengan polos nya.


"Enak aja di bawa pulang. " Ucap Saphira


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2