Pak Polisi I Hate You But I Love You

Pak Polisi I Hate You But I Love You
Rejeki Kedua


__ADS_3

"Sayang, Mamah Papah pergi dulu ya. " Ucap Saphira pada Ajeng.


Seakan tahu kedua orang tua nya akan pergi, Ajeng tampak seperti akan menangis.


"Bang, lihat. Nggak tega saya tinggalin Ajeng." Ucap Saphira.


"Malam juga pulang ya, nanti Papah Mamah bawakan oleh - oleh untuk Ajeng." Ucap Firza.


"Mas sama Neng pergi saja, nanti Bibi ajak main pasti Ajeng senang. "


"Maaf ya Bi. "Ucap Saphira.


" Nggak apa - apa, kalian perlu liburan."


"Ya sudah Bi, kami berangkat . Dah sayang, Mamah Papah pergi dulu ya. " Ucap Firza.


Di dalam perjalanan menuju puncak, Saphira dan Firza tak henti melepaskan genggaman tangan nya. Sambil mendengar kan alunan musik pop menyanyikan lagu Cinta.


"Bang, nanti kita kemana sama puncak tujuan kita? " Tanya Saphira.


"Abang sewa villa sampai malam." Jawab Firza.


"Hanya di villa Bang? " Ucap Saphira.


"Kamu nanti lihat Yank, villa nya bagaimana."


"Tapi asik kan? "


"Asik Yank. "


Perjalanan yang memakan waktu tiga jam, kini telah sampai. Menghirup udara segar di daerah pegunungan dan udara dingin membuat suatu yang sangat berbeda.


Terlihat sebuah Villa panggung dengan sekeliling sungai kecil dan pepohonan yang rindang.


"Bang, sejuk banget. " Ucap Saphira.


"Pasti lah Yank, disini sepi, adem nggak berisik." Ucap Firza langsung membawa masuk Saphira masuk kedalam villa.


"Bang, pengelola villa nya mana? Dari tadi saya nggak lihat. "


"Abang suruh pergi, karena Abang ingin berdua sama kamu." Ucap Firza langsung menarik tubuh Saphira masuk kedalam dekapan Firza.


"Abang mau apa? " Tanya Saphira.


"Abang mau kamu lah. " Jawab Firza.


"Langsung ya? "


"Langsung sayang. " Ucap Firza yang langsung mencium dan ******* bibir Saphira.


***


Terdengar suara keluar dari mulut Saphira dan Firza yang sedang sama - sama menikmati manis nya madu cinta. Hingga beberapa kali Firza melepas kan nya.


Nafas kedua nya yang sudah naik turun, membuat Saphira dan Firza kelelahan.


"Gimana Yank, enak? "


"Mantap." Ucap Saphira sambil membenamkan wajah nya di dada Firza.


"Bang, kok bibi nggak kasih kabar ya? " Tanya Saphira yang ingat Ajeng.


"Berarti Ajeng nggak rewel jadi santai saja." Kawan Firza.


"Tadi takut nya rewel. "


"Kalau ada apa - apa pasti bibi telepon."


Tiba - tiba perut Saphira merasakan sangat mual dan langsung berlari ke dalam kamar mandi dengan tanpa penutup di tubuh nya dan langsung di ikuti oleh Firza yang ikut panik melihat Saphira berlari ke arah kamar mandi.


Hoek... hoek..


Saphira memuntahkan semua isi perut nya, Firza pun memijat tengkuk leher Saphira.

__ADS_1


"Kamu kenapa Yank? Masuk angin? " Tanya Firza.


Hoek... hoek...


Saphira hampir lemas setelah memuntahkan semua isinya.


"Kamu sakit Yank, apa kita cari puskesmas terdekat saja? " Tanya Firza.


Saphira hanya diam dan langsung memakai pakaian nya.


Saphira memukul lengan Firza sangat keras dengan wajah cemberut.


"Kenapa Yank? Kok pukul Abang. "


"Saya telat Abang. "


"Hah.. telat? "


"Dari kemarin saya mual, tapi belum di cek."


"Alhamdulillah, akhirnya doa Abang terkabul."


"Gara - gara Abang."


"Kok Abang yang di salah kan Yank? "


"Gara - gara Abang, Ajeng mau punya adik di usia belum satu tahun."


"Ya Maaf sayang, masa sudah jadi di tolak. Nanti pulang dari sini kita cek ya, benar nggak kamu hamil lagi. "


"Yang jelas pasti hamil Bang, saya sudah telat satu bulan."


"Iya, maaf. Nanti setelah yang ini kasih jarak." Ucap Firza sambil membelai rambut Saphira.


*****


"Benar Pak positif, Selamat ya bu." Ucap Seorang Bidan.


"Alhamdulillah." Ucap Firza.


"Baik Bu. "


Saphira mengusap perut nya yang masih rata dan tersenyum, tangan Firza pun ikut di arahkan pada perut Saphira.


"Sehat - sehat anak Papah." Ucap Firza.


"Ajeng mau punya adik. " Ucap Saphira.


"Iya sayang kita sudah mau punya anak dua."


*****


"Apa, hamil lagi? " Ucap Juni kaget di depan keluarga besar nya.


"Nggak salah dengar kan? " Ucap Ibu Sonia.


"Nggak, memang benar saya hamil." Ucap Saphira.


"Firza, kamu nggak tahu jarak. Ajeng masih usia lima bulan sudah mau punya adik." Ucap Pak Hilman.


"Ini namanya rejeki, kita nambah cucu satu lagi. " Ucap Pak Farhan.


"Haikal, niko mau punya adik lagi. " Ucap Ibu Meri.


"Firza yang minta nambah, nanti setelah anak yang kedua lahir baru kasih jarak. "Ucap Firza.


" Benar, jarak melahirkan itu penting. Tapi semoga sehat dan kuat semuanya." Ucap Imelda.


*****


"Pah, mamah pusing banget. Tolong Ajeng kasih susu di botol, stok Asi masih banyak kan? "


"Masih, tapi ini Ajeng rewel mau sama Mamah nya. " Ucap Firza.

__ADS_1


Ajeng terus meringik hingga Saphira tak tega dan langsung mengambil alih Ajeng dari gendongan Firza.


"Biar sama Papah nya saja."


"Nggak usah Pah, nggak apa - apa. Pusing masih bisa di tahan, kalau sudah mual baru nggak bisa tahan."


"Maaf kan Abang ya, ternyata terlihat menyiksa kamu. "


"Nggak apa - apa Bang, ini rejeki berarti kita ini masih di percaya. "


Firza mengecup Saphira dan Ajeng lalu turun ke perut Saphira.


"Sehat - sehat semua nya ya, kalian adalah harta berharga milik Papah. "


*****


"Ya ampun, kamu ngebut banget Firza, Ajeng masih kecil sudah ada adik. " Ucap Bayu.


"Tika saja baru mau akan lahiran. " Ucap Ilham.


"Tinggal saya, belum di kasih." Ucap Ari.


"Sabar, nanti juga pasti di kasih. " Ucap Firza.


"Sebenarnya, Hani sedang hamil. " Ucap Bayu yang membuat ketiga sahabat nya menatap kaget .


"Hamil...!!! " Ucap Ketiganya.


"Iya, kami kebablasan. " Ucap Bayu.


"Parah kamu, cepat kamu nikah kan dia, jangan sampai anak keburu lahir baru di nikah kan. " Ucap Firza.


"Saya sudah ajukan nikah, insya Allah bulan sekarang kami menikah." Ucap Bayu.


"Kamu harus berani bertanggung jawab, karena kamu berani berbuat. " Ucap Ari.


"Iya, saya juga tidak mau merusak masa depan Hani. " Ucap Bayu.


"Bagus, itu yang namanya pria sejati." Ucap Ilham.


*****


"Mam, Haikal siapa yang antar ke Mami? " Tanya Saphira sambil makan rujak buatan Mami nya.


"Mami sama Papi tadi mampir, dan lama nggak ketemu sama cucu satu ini. " Ucap Ibu Meri sambil memeluk Haikal.


"Kabar Soraya bagaimana? " Tanya Saphira.


"Kemarin habis operasi, dan Alhamdulillah lancar. Ada sedikit perkembangan. " Jawab Ibu Meri.


"Minggu depan Papi ada perjalanan bisnis, Papi akan mampir kesana. " Ucap Pak Hilman.


"Mami ikut? " Tanya Saphira.


"Mami nggak ikut sayang, Mami ada urusan disini. " Jawab Ibu Meri.


"Semoga Soraya cepat pulang dan sehat lagi." Ucap Saphira.


"Amin...!!! "


" Mami, nanti buatkan rujak buat seperti ini lagi ya, enak tahu Mih. "


"Siap, nanti Mami buat yang banyak."


.


.


.


.


Mampir Karya Baru......

__ADS_1



__ADS_2