Pak Polisi I Hate You But I Love You

Pak Polisi I Hate You But I Love You
Minta Nikah


__ADS_3

Saphira menarik selimut nya hingga sebatas dada, wajah cemberut dengan memunggungi Firza yang kini memiringkan posisi nya yang di belakangi oleh Saphira.


"Yank, maaf. " Ucap Firza sambil menyentuh pundak Saphira.


Saphira hanya diam, dan terus menunjukkan wajahnya yang kesal dan terlihat dari pantulan cermin.


"Maaf kan Abang ya. " Ucap Firza.


"Yank, maaf Abang khilaf. " Ucap Firza kembali.


"Abang ini bagaimana sih, kenapa main nya di gesek - gesek gitu. Bukan nya begitu juga bisa masuk tadi saja sempat nerobos. "


"Iya maaf ya, kita nikah saja yuk. "


"Iya, dari kemarin ngomong nikah - nikah. Pelaksanaan orang nikah nggak kayak orang beli cabai Bang. "


"Mumpung kamu disini, kita siapkan berkas nya lagi. Ok.. gimana? "


"Iya."


Firza tersenyum lalu memeluk tubuh Saphira dari belakang dan menciumi punggung yang tak tertutup itu.


"Kamu mandi wajib dulu, nanti Abang mandi terus siap - siap. "


"Ya." Ucap Saphira langsung bangun dan berjalan ke arah kamar mandi dengan hanya berbalut selimut.


Firza mengusap wajah nya yang kasar, dan hampir untuk kedua kali nya mereka kebablasan.


"Ini nggak boleh terjadi lagi, kita harus segera menikah. "


*****


"Abang nggak mau masuk dulu? " Tanya Saphira saat Firza mengantar sampai rumah nya.


"Nggak Yank, Abang harus piket nanti malah malas berangkat piket. " Jawab Firza.


"Ya sudah, hati - hati ya. "


"Iya sayang, Abang berangkat ya. "


Saphira mencium punggung tangan Firza dan Firza membalas nya dengan satu kecupan di kening Saphira.


Saphira terus menatap punggung Firza hingga menjauh, dan saat berbalik Ibu Meri tersenyum sambil melipat kedua tangan nya di dada.


"Cieeee... yang sudah jadian. " Ledek Ibu Meri.


"Ih... Mami apaan sih." Ucap Saphira malu.


"Ternyata sekarang lebih mesra ya. "


"Mami iri ya, sekarang sama Papi nggak bisa mesra kayak dulu lagi. "


"Enak saja kalau ngomong mami nggak mesra sama Papi, ya mesra lah. "


"Beneran nih... " Ucap Saphira kembali meledek.


"Benar sayang, kalau nggak percaya tanya Papi. "


"Iya percaya kok. "


Ibu Meri menggandeng lengan Saphira, mereka saling tersenyum memasuki rumah nya.


"Mami Papi, berharap kalian cepat di resmikan. "


"Sabar Mi, nanti juga pasti resmi kok."


"Jangan kelamaan, nanti nggak jadi lagi."


"Insya Allah Mi, nggak akan. "


*****


"Kenapa kamu? " Tanya Bayu.


"Bayu kamu lihat wajah saya. " Jawab Firza.


"Wajah kamu masih tampan. " Ucap Bayu.

__ADS_1


"Iya, maksudnya kamu lihat nggak wajah - wajah tersiksa? "


"Nggak ada luka - luka. "


Firza memutar bola matanya dengan menghela nafasnya dengan kasar.


"Memang wajah saya baik - baik saja Bay. "


"Iya, katanya suruh lihat wajah yang tersiksa. Disini saya lihat nggak ada tanda - tanda kekerasan. "


"Memang saya tidak terkena kekerasan fisik."


"Terus apa? "


"Saya tuh selalu tersiksa, kalau sedang jauh atau dekat sama Saphira. "


"Tersiksa apa nya? "


"Kamu pasti paham lah, kamu juga kan LDR Bay. "


"Iya, menahan rindu. "


"Nggak hanya rindu saja, tapi segalanya. "


"Jadi intinya? "


"Saya harus segera menikah sama Saphira."


"Ya harus. "


"Harus segera. "


******


Saphira duduk sambil makan roti selai nya dan meminum susu nya, sama dengan Papi Mami nya.


"Gimana sayang, kamu pegang Resort disana?"


"Menyenangkan."


"Alhamdulillah, berati Papi nggak sia - sia dong. " Ucap Ibu Meri.


"Assalamu'alaikum."


"Walaikumsalam." Balas Pak Hilman, Ibu Meri dan Saphira.


"Abang, baru pulang piket? " Tanya Saphira.


"Iya, Abang sengaja langsung kesini. " Jawab Firza.


"Sarapan dulu Firza. " Ucap Ibu Meri.


"Terima Kasih Mam. " Ucap Firza.


Firza duduk di samping Saphira dan membiarkan suguhan susu hangat dan Roti dari calon mertua nya.


"Silahkan Firza " Ucap Ibu Meri.


"Iya Mam, tapi ada hal penting yang ingin saya sampaikan sama Mami Papi. "


"Apa itu? " Tanya Pak Hilman.


"Saphira, kita menikah hari ini. " Jawab Firza.


Uhuk.. uhuk...


Saphira langsung meminum susu nya dan menatap ke arah kedua orang tua nya yang sedang menatap kaget ke arah Firza.


"Abang."


"Kita menikah hari ini, Pap nikah kah kami berdua sekarang. "


"Mam, seperti nya jantung Papi kambuh. " Ucap Pak Hilman memegang dada nya.


"Ya sudah Papi istirahat dulu. " Ucap Ibu Meri langsung memapah Pak Hilman masuk kedalam kamar nya.


"Abang, kenapa sih kayak orang beli cabai saja minta sama Papi. " Ucap Saphira kesal.

__ADS_1


"Yank, Abang tuh nggak tahan tahu kalau begini terus. Kamu tahu sudah dua kali kita begini, bagaimana kalau nanti kebablasan."


"Ya sudah, kita jangan ketemu lagi. "


"Kalau kita nggak ketemu, Abang nggak kuat Yank. Kamu juga pasti sama. "


"Bang, kalau kita nya niat pasti bisa kok."


"Yank, Abang niat nya baik loh. Dari pada kita selalu di ganggu setan. "


"Tapi Bang, masa harus mendadak kita nikah sekarang. "


"Abang bawakan penghulu sekarang, nanti baru kita nikah resmi. Sekarang kita nikah secara agama dulu. "


"Ta - tapi Bang, kita sudah rencanakan matang - matang loh, malah kita secepat ini."


"Rencana tetap sayang, Abang sama kamu nggak ingin terjadi hal - hal yang nggak seharusnya terjadi. "


"Tapi, Papi tadi. " Ucap Saphira.


"Kita ke Papi Mami. "


*****


"Kalian ini minta nikah seperti minta jajan permen. " Ucap Pak Hilman.


"Pap, kami berdua tidak mau terlalu jauh. Jadi untuk menghindari nya lebih baik kami menikah saja. Saphira kan sedang ada disini jadi saya dan Saphira meminta restu sama Mami Papi. " Ucap Firza.


"Terus, Mamah Papah kamu bagaimana? " Tanya Ibu Meri.


"Insya Allah mereka pasti setuju. " Jawab Firza.


"Pap, bagaimana ini. " Ucap Ibu Meri.


"Papi ingin bicara sama Farhan dan Sonia. "


******


"Firza, kamu yang benar saja. Minta nikah hari ini juga . " Ucap Pak Farhan.


"Firza niat baik Pah. " Ucap Firza.


"Iya Papah tahu, tapi bukan minta seperti ini Firza. "


"Pap, Mi, Papah Mamah, Juni curiga kalau mereka itu pasti sudah colek - colek basah. " Ucap Juni.


"Maksud kamu, colek - colek basah bagaimana? " Tanya Ibu Sonia.


"Mamah nggak ngerti aja, colek - colek basah." Jawab Juni.


"Emang colek - colek basah itu apa Bang?" Tanya Imelda.


"Itu Yank, kamu juga suka kan. " Ucap Juni.


"Apaan sih, nggak tahu. " Ucap Imelda.


Juni membisikan ke telinga Imelda dan seketika Imelda membulatkan matanya dan menutup mulut nya.


"Serius, kalian sudah colek - colek basah?" Tanya Imelda.


"Apaan sih, colak colek basah apanya. Nggak paham. " Jawab Firza.


"Jangan bohongin kami. " Ucap Imelda.


"Sumpah kak, saya nggak paham. " Ucap Firza.


"Kalau nggak maksa minta kawin, terus kenapa? " Ucap Imelda.


"Ya kan niat ajak baik kak masa orang mau niat baik nggak boleh. "


"Tapi pasti ada hal yang kalian sembunyikan."


"Kami hanya main gesek - gesek saja kak...!!! " Celetuk Saphira.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2