
Rasa cinta ini tak bisa di bendung, saat kita sama - sama melepas kan. Rasa ego yang tinggi, membuat kita saling tersiksa. Mungkin kesempatan kedua akan lebih baik kita jalani, karena kita sama - sama saling mencintai.
Firza menatap lekat kedua mata Saphira, yang kini posisi mereka saling berdekatan , tangan kanan Firza meraih pipi Saphira dengan mengusap lembut.
"Apa kamu belum mengerti kata - kata indah tadi, kamu boleh anggap saya gombal tapi gombal nya saya hanya untuk kamu. Mau kan kesempatan kedua, dan saya juga yang meminta kedua kalinya. " Ucap Firza sambil mengusap lembut bibir tipis Saphira.
Saphira menatap kedua bola mata yang kini jarak nya semakin dekat, dan kini sangat dekat hanya satu inci.
Bibir Firza mencoba mencium bibir Saphira namun Saphira memalingkan wajah nya, tangan Firza menarik dagu Saphira hingga kini saling berhadapan kembali.
"Jangan pernah menolak dan menyiksa hati, saya terang - terangan saat ini. Dan kamu masih tetap terus menahan tapi sakit. Apa kamu akan melihat saya nanti pergi jauh dan tak ada kesempatan ketiga. " Ucap Firza kembali mengusap bibir Saphira.
"Saya bingung. " Ucap Saphira.
"Kenapa, bukan nya kamu juga cinta? "
"Saya bingung mengatakan bagaimana rasa ini saya ungkapan sama kamu. " Ucap Saphira.
"Cukup dengan ini saja. " Ucap Firza mengecup bibir Saphira, dan menautkan kening nya pada kening Saphira.
Saphira membalas mengecup bibir Firza dengan mata yang masih terpejam dan kedua tangan nya memegang ujung kaos yang di kenakan Firza.
Firza tersenyum dengan menarik tengkuk leher Saphira, Firza kembali mencium bibir Saphira dan kini mereka saling berciuman.
Kedua tangan Saphira, dia kalung kan pada leher Firza dengan mengusap belakang kepalanya.
"Terima kasih, kesempatan kedua kamu mengatakan nya juga. "
"I love you. "
"I love you too. "
Kedua nya kembali berciuman dan menikmati malam di tepi pantai dengan iringan suara deburan ombak.
****
"Jadi kamu tinggal di villa yang sengaja di bangun di tepi pantai samping resort nya kamu."
"Iya Bang, saya tinggal disini. "
"Ya sudah Abang masuk kembali ke kamar, Bayu pasti nungguin. "
Tangan Saphira terus menggenggam tangan Firza, seakan tak ingin berpisah.
"Kenapa? " Tanya Firza.
"Abang besok kembali jam berapa? " Tanya Kembali Saphira.
"Pagi, karena Abang juga harus piket malam nya. " Jawab Firza.
"Apa nggak ingin sebelum pulang, Abang sama saya terus disini. " Ucap Saphira sambil menggigit bibir bawah nya.
Firza tersenyum dan menarik pinggang Saphira, hingga tubuh mereka saling menempel.
"Apa boleh, untuk malam ini Abang sama kamu sampai pulang besok? "
"Iya, Abang disini aja ya. "
"Iya sayang. "
__ADS_1
*****
"Kemana si Firza, ponsel nya nggak aktif. Coba hubungi Ari, Ilham nggak ada yang tahu." Ucap Bayu lantas langsung keluar dari kamar nya.
"Bang Juni. " Panggil Bayu.
"Ya Bayu, ada apa? " Ucap Bang Juni.
"Tadi kan ada di acara resepsi Alvin, terus kemana dia? "
"Justru itu Bang, ponsel nya saja nggak aktif. Saya takut melakukan hal yang aneh - aneh loh Bang. "
" Aduh kemana tuh orang, kita cek saja ke CCTV yuk. "
****
"Nah,tuh lihat Firza keluar area menuju ke bibir pantai,dia berjalan kesana. " Tunjuk Juni saat melihat di CCTV.
"Aduh Bang,jangan sampai tuh anak frustasi lagi deh Bang. Setelah di panggung tadi,Abang ingat nggak dan tahu itu untuk siapa? "
"Buat siapa?"
"Ya siapa lagi kalau bukan buat adik nya Abang."
"Memang nya sebegitu buntu nya apa si Firza."
"Orang mah Bang, kalau cinta tak terbalas bisa saja nekat."
"Ya sudah,kita cari ke sana.Kalau perlu kita hubungi semua nya. "
*****
"Yakin,ponsel nya saja nggak aktif. Bahkan terlihat di CCTV dia jalan di tepi pantai dan saat di panggung tadi itu,kode itu kode." Jawab Juni.
"Benar bisa jadi. " Ucap Bayu.
"Tapi mana mungkin deh,kalau Firza melakukan hal seperti itu." Ucap Ari.
"Tapi bisa saja, selama ini dia kan menahan gejolak cinta pada Saphira." Ucap Ilham.
"Dari pada kita terus mengobrol kita cari saja Firza,siapa tahu masih bisa di selamat kan." Ucap Raul.
"Ih..ayang ,kok bicara nya begitu. " Ucap Hani.
"Tapi dari CCTV dia berjalan di tepi pantai,siapa tahu dia terus jalan ke tengah laut terus tenggelam ya kan. " Ucap Raul.
"Aduh,jangan sampai dong. " Ucap Tita.
"Sudah buruan, sebelum terlambat." Ucap Lila.
"Ya sudah, untuk para wanita diam saja disini. Dan tolong kalau istri saya tanya, bilang saja lagi keluar.Jangan katakan yang sebenarnya takut kaget. " Ucap Juni.
"Sayang,maaf ya malam pertama kita gagal." Ucap Alvin sambil mengusap pipi Soraya.
"Nggak apa - apa Bang, masih ada malam besok. Nyawa Firza lebih utama dari pada malam pertama. " Ucap Soraya.
"Makasih sayang." Ucap Alvin mencium kening Soraya.
*****
__ADS_1
Firza dan Saphira saling berciuman di atas tempat tidur, saling memadu kasih hingga terdengar suara yang merdu membuat Firza hilang kendali.
Beberapa stempel di buat Firza di leher Saphira hingga dada, kini pakaian mereka yang tak rapih lagi.
"Eugh... " Saphira mencengkram sprai saat Firza tengah bermain di bawah sana.
Firza spontan mengakhiri nya saat Saphira mencapai puncak, dan dengan segera menutup bagian bawah nya kembali.
"Yank, maaf kan Abang. " Ucap Firza yang kini ada di atas Saphira.
"Iya Bang, Saphira yang minta maaf yang sudah membuat Abang begini. "
"Abang tidak mau merusak nya sekarang, Abang ingin kita melakukan nya saat kita sudah menjadi satu. "
"Terima kasih Bang. "
Firza mengecup bibir Saphira, dan bergeser kesamping menyandarkan kepala nya di dada bidang milik nya.
"Cukup semua di balik kain yang selalu menutupi tubuh kamu hanya Abang yang tahu, jangan kamu lihat kan pada pria lain."
"Abang yang pertama kok. "
"Makasih sayang, Abang janji kita akan segera menikah."
"Mereka pasti bahagia Bang, kalau tahu kita seperti ini. "
"Pasti lah, mereka kan berharap kita bersatu."
*****
"Firza.... Firza.... kamu dimana...!!! " Panggil Bayu.
"Firza....!!! " Panggil Ilham.
Para Sahabat nya terus memanggil Fitza hingga jauh dari posisi Resort.
"Ini sudah jauh Bang, bagaimana ini. " Ucap Raul.
"Apa perlu kita cari ke tengah pakai perahu." Ucap Juni.
"Bang, posisi malam kita tidak memungkinkan pencarian kalau kita tak membawa alat pendukung." Ucap Ilham.
"Kita cari dengan bantuan TIM SAR. " Ucap Juni.
"Bang, kita tunggu sampai besok. Kami pun mengerti dia adik ipar Abang, tapi kalau untuk hubungi TIM SAR mending kita tunggu sampai 24 jam. " Ucap Ilham.
"Terus kalau sampai 24 dia tidak kembali bagaimana? " Ucap Juni
.
.
.
.
.
.
__ADS_1