Pak Polisi I Hate You But I Love You

Pak Polisi I Hate You But I Love You
Menjaga Hati


__ADS_3

"Alhamdulillah, akhirnya pernikahan kita sayang secara agama juga sayang. " Ucap Firza.


"Iya Ya Bang, sekarang tidak hanya secara agama saja tapi secara hukum negara juga." Ucap Saphira.


"Sekarang kita fokus untuk resepsi, mau di mana? "


"Di resort dong, masa bos nya punya resort nggak ngerayain disana. "


"Ok, nanti Abang siap kan WO nya. "


"WO waktu Bang Alvin saja, saya cocok loh."


"Masih ada kan nomer nya? "


"Masih ada. "


"Yank, Abang berangkat dulu, nanti makan siang beli aja jangan masak lagi. " Ucap Firza sambil memakai sepatu.


"Bang, saya balik ke resort ya. Banyak laporan di meja numpuk, kan berapa hari di tinggal."


"Loh kok,mendadak sih Yank. Abang kan pulang sore, lusa saja ya Abang lepas piket. "


"Nggak akh, mau nya sekarang."


"Malam saja dari sini. "


"Lama Bang, saya ingin menuntaskan pekerjaan yang terbengkalai. "


"Terus naik apa? "


"Bawa mobil Abang lah. "


"Nyetir sendiri? "


"Yaiyalah Bang, siapa lagi yang mau saya suruh. "


"Apa nggak bisa nanti, kamu suruh orang antar itu beberapa berkas kesini."


"Nggak bisa Bang, jangan merepotkan orang lain. Lagian juga Abang akan pindah ke sana kan. "


"Iya, tapi kan masih proses Yank, Abang nggak bisa nebak itu SK kapan turun nya."


"Sudah akh, mana kuncinya nanti siang pulang kesana."


Firza pun berjalan ke arah lemari dan mengambil kunci mobil milik nya.


"Hati - hati jangan ngebut, kamu bawa anak Abang dalam perut itu. "


"Tenang saja Bang, pasti selamat sampai tujuan. "


"Ya sudah, Abang pamit dulu Assalamu'alaikum. "


"Walaikumsalam." Ucap Saphira sambil mencium punggung tangan Firza.


*****


"Mba Saphira. " Sapa seorang Ibu.


"Eh.. Ibu Sarinah, apa kabar Bu? " Balas Saphira.

__ADS_1


"Alhamdulillah baik, Mba nikah sama Pak Polisi ya? "


"Iya Bu, ini saya sedang hamil."


"Nggak menyangka tadi nya tetangga an kini jadi pasangan suami istri." Ucap Ibu Sarinah.


"Jodoh Bu, kita nggak tahu. Eh tahu - tahu orang dekat saja. "


"Hati - hati loh Mba, Mas Firza itu ganteng jangan sampai ada pelakor. Di sini kan banyak gadis - gadis muda, apalagi di kamar nomer 6.7.8 itu suka sekali gosip in Mas Firza. "


"Oh iya, wah kalau itu perlu di kasih wejangan ya. " Ucap Saphira yang sedikit terpancing emosi.


"Mending cepat bawa Mas Firza dari sini." Ucap Ibu Sarinah memancing emosi.


"Tidak perlu di paksa Bu, suami saya akan ikut pindah sama saya. " Ucap Saphira.


"Syukur lah kalau begitu."Ucap Ibu Sarinah.


" Kalau begitu saya pamit. " Ucap Saphira.


"Hati - hati Mba. "


Sedangkan di dalam mobil Saphira menggerutu dengan meniru gaya bicara Ibu Sarinah.


"Dasar tukang gosip, saya juga paham maksud Ibu. Nggak mau ambil pusing kalau fakta benar pada ngomongin suami saya ganteng yang penting jangan ngomongin suami saya mata keranjang. "


******


"Kenapa Bay? " Tanya Firza.


"Akhir - akhir ini pacar saya kok nggak aktif ya, kadang aktif malah di reject. " Jawab Bayu.


"Wah kode itu, hati - hati. " Ucap Firza.


"Jangan pacaran 5 tahun, yang sudah menikah puluhan tahun saja bisa cerai."


"Sebenarnya, kita aslinya sudah renggang sejak tiga bulan terakhir. Tapi saya masih tetap mempertahankan nya. "


"Kalau saya jadi kamu, sudah saya putuskan. Buat apa di pertahankan kalau dia nya sudah tidak mau. "


"Saya sangat mencintai nya, sulit untuk melepaskan. "


"Benar juga, kalau saya sama Saphira beda cerita. Tapi bila salah satu kita memang sudah nggak ada rasa sulit untuk di satukan."Ucap Firza.


" Saya harus temui dia. " Ucap Bayu.


*****


"Selama saya pergi, apa ada yang cari saya? " Tanya Saphira.


"Ada bu, beberapa penanam saham menanyakan profit bulan sekarang." Jawab Wika.


"Oh iya, pasti laporan nya telat ya mereka jadi tanya. Tapi kamu sudah buatkan? " Ucap Saphira.


"Sudah bu, setelah mereka datang saya langsung buatkan. Dan mereka pun mengerti saat tahu dari Pak Hilman di rapat nya kemarin."


"Terima kasih ya, oh iya kamu siapkan untuk minggu depan. Saya akan adakan resepsi pernikahan disini. " Ucap Saphira.


"Wah, selamat ya bu. Saya akan siapkan dengan Tim untuk kelancaran acara Ibu." Ucap Wika.

__ADS_1


"Terima kasih."


****


"Yanto." Panggil Saphira.


"Ibu, bagaimana bu kabar nya? Katanya Ibu sempat masuk rumah sakit. " Ucap Yanto.


"Alhamdulillah saya masih di beri kesempatan hidup. " Ucap Saphira.


"Syukur lah Bu, saya jadi kepikiran sama Ibu. Saya nggak bisa menjenguk."


"Nggak apa - apa, oh iya bagaimana keadaan anak kamu? "


"Alhamdulillah Bu, sedikit ada perubahan."


"Syukur lah, saya jadi ikut senang. "


"Ehm.. Bu, boleh saya jujur nggak? "


"Boleh, apa itu? "


"Bu, sebenarnya saya itu suka sama Ibu tapi saya sadar kita ini bagai langit dan bumi. Dan saya pun ada istri, dia menemani saya dari nol, tapi jujur kedekatan kita ini membuat saya jatuh hati. Tapi tenang bu, saya tidak akan sama - sama merusak rumah tangga kita, saya pun sadar dan saya pun akan membuat rasa ini hilang. Jadi saya mohon sama Ibu, pecat saya ada pindahkan kemana saja asal jauh dari ibu. "


"Oh begitu ya, saya hargai perasaan kamu. Kalau itu yang kamu mau, saya akan pindahkan kamu ke kantor pusat. Mungkin disana kita jarang ketemu, dan kamu bisa belajar melupakan saya."


"Sekali lagi saya minta maaf Bu. "


"Iya, nggak apa - apa karena kamu juga sadar ada anak dan istri kamu. "


"Sekali lagi saya minta maaf. "


Setelah Yanto pergi, Saphira mengusap dada nya dan langsung duduk di kursi empuk nya.


"Ya Allah Yanto, jadi kamu itu selama ini kamu suka sama saya. Kalau Bang Firza tahu pasti ceritanya ini bakalan berantem lagi, untung dia nya nggak ada disini. Aman nggak dengar apa yang tadi saya sama Yanto bicarakan."


"Apanya yang aman Yank? "


Sontak Saphira kaget saat tiba - tiba melihat Firza yang masih menggunakan seragam nya sudah berdiri di depan pintu.


"A - Abang, kok ada disini? "


"Kenapa sih, kayak orang ketahuan mencuri." Ucap Firza berjalan mendekat.


"Katanya Abang nggak bisa kesini? "


"Abang kepikiran kamu Yank, takut kamu kenapa - napa jadi Abang kesini."


"Abang dari tadi ada baru sampai? "


"Baru sampai, emang kenapa sih? "


"Ya nggak apa - apa sih. " Ucap Saphira dengan hati lega.


Firza langsung memeluk tubuh Saphira dan mengecup sekilas bibir nya, dan kembali memeluk dengan erat.


"Kita ini tidak tahu hubungan kita ke depan nya seperti apa, tapi Abang berharap kita bisa jaga masing - masing hati ini untuk pasangan kita. Abang percaya, kamu tidak akan pernah berpaling dari pria yang kini memeluk tubuh kamu. Tapi entah apakah kamu pun percaya sama Abang yang tidak akan mungkin berpaling juga. "


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2