Pak Polisi I Hate You But I Love You

Pak Polisi I Hate You But I Love You
Rindu Yang Mengakar


__ADS_3

"Jadi kapan kalian nikah? " Tanya Ari.


"Secepatnya, kita sekarang jalani dulu seperti ini. " Jawab Firza.


"Oh, kirain besok langsung nikah. "


"Mau nya sih begitu, setelah kalian nikah . "


"Saya minggu depan nikah, minggu depan lagi nya si ilham. Kalau Bayu katanya tahun depan."


"Santai saja lah, saya nggak mau hubungan kedua ini malah seperti yang pertama."


"Kamu niat serius kan? "


"Yaiyalah serius, ngapain saya ngajak anak orang main - main. "


"Jaga hati nya, kalau kamu memang benar sayang sama dia. Sekarang kalian sudah sama - sama jangan ego lagi yang di besar kan. "


"Iya, mungkin ego yang utama harus di turun kan. "


"Benar, ego kalian sama - sama besar. Jadi salah satu nya harus bisa kurangi. "


"Thank's ya Bro, sudah dukung hubungan kami. "


*****


"Mika, coba lihat laporan untuk bulan sekarang. "


"Ini Bu, oh iya resort kita memiliki saingan baru. Dan baru saja di buka, dekat taman kota. "


"Nggak apa - apa, kalau rejeki pasti masih ada yang menginap di sini. Namanya juga orang berbisnis pasti ada saingan. " Ucap Saphira.


"Benar sih Bu, tapi itu yang kami tahu adalah saingan besar dari Hilman Group. "


"Oh begitu ya, nama nya apa? "


"Frans corp. "


"Biarlah, biar mereka sendiri yang bersaing kita yang jadi saingan nya hanya diam menonton. "


"Saya bangga dan salut sama Ibu, dengan santai nya Ibu tak begitu peduli. "


"Kamu adalah orang kepercayaan saya, kemungkinan besar nanti kamu akan memimpin resort ini, saya percaya kan ini sama kamu. "


"Ibu, ini berlebihan. "


"Karena dari Ayah kamu juga sudah bersama Papah dari nol. "


"Terima kasih Bu, terima kasih sudah mempercayakan saya." Ucap Mika.


****


"Papi kok nggak bilang - bilang mau kesini? " Tanya Saphira saat menyambut Pak Hilman.


"Papi dapat kabar, saingan terberat Papi katanya buka penginapan seperti kita. " Jawab Pak Hilman.


"Iya, sudahlah Pi, ngapain di ladenin. Sama kayak Bang Juni dan Bang Alvin, orang seperti itu jangan di ladenin nanti juga bakalan capek sendiri. "


"Papi yang nggak ngerti nya kenapa semua anak - anak papi nggak mau membalas mereka dengan teguran halus. "


"Bukan nya teguran halus sudah di lakukan Pap. "


"Yang mana? "


"Ini diam nya kita tak melawan, bukti nya perusahaan Papi terkenal bahkan Hotel, resort dan usaha Papi di bidang ini sudah bertaraf internasional bahkan kalangan turis mancanegara mereka nggak asing dengan tempat penginapan dari Hilman Group. "


"Anak - anak Papi cerdas semua nya. "


"Yaiya dong, kamu begini kan berkat Papi. "


"Oh iya, kapan kalian akan menikah? "


"Ehm... nggak tahu Pap, kita seperti ini aja dulu. "

__ADS_1


"Jangan lama - lama, Papi nggak mau melihat kamu gagal. "


"Insya Allah Pap, sekarang tidak. "


"Orang tua berharap seperti itu, Papi yakin Firza anak yang baik. Karena Papi tahu dia sejak kecil, dan siapa orang tua nya. "


"Saphira hanya minta doa dari Mami sama Papi agar semuanya berjalan lancar. "


"Amin, pasti sayang. "


Saphira memeluk tubuh Pak Hilman, Pria paruh baya tersebut tersenyum dengan mengusap kepala putri nya.


******


"Tumben kamu kemari? " Tanya Imelda.


"Niko mana kak? " Tanya kembali Firza.


"Sedang keluar sama Papah nya. " Jawab Imelda.


"Ehm.. Kak. "


"Kenapa? "


"Menurut kakak, saya sama Saphira langsung nikah atau gimana ya? "


"Ya kalau itu terserah kamu saja, yang jalani kan kamu bukan kakak. "


"Masalah nya yang kedua ini adalah hubungan yang benar - benar kak, kita nggak mau langsung nikah nanti akan ada masalah lagi. "


"Dek, masalah dalam rumah tangga itu lumrah. Dan kamu tahu sendiri pacaran juga ada masalah nya kan, ibarat itu semua adalah bumbunya. Kakak juga sama Bang Juni kadang ada masalah kecil atau besar, tapi kita dewasa lah bersikap. Jangan sampai masalah itu jadi sumber petaka rumah tangga."


"Iya Kak, makasih sudah kasih pencerahan nya. "


"Kakak tahu, kamu itu sudah ingin berumah tangga. Apalagi melihat Sahabat - sahabat kamu yang sebentar lagi satu persatu akan menikah. "


"Dari dulu juga, awal saya sudah ingin serius. Tahu sendiri kan masalah nya. "


"Iya Kalau paham kok, tapi jangan terlalu lama. "


*****


Tok... Tok....


Ceklek...


"Surprise....!!! "


"Sayang, kok kamu nggak bilang mau pulang. Kan Abang bisa jemput kamu. "


"Tadi Papi ke Resort, saya ikut pulang tadi juga di antar Papi kesini. "


"Papi nya mana? "


"Papi nya pulang. "


"Lah kok pulang Yank, nggak kamu suruh mampir. "


"Kalau Papi ikut mampir nanti nya kita nggak bisa kangen - kangen an. " Ucap Saphira bergelayut manja di lengan Firza.


"Yuk masuk, nggak enak di lihat tetangga. "


Firza menutup pintu nya dan mengunci rapat, kedua tangan nya langsung memeluk tubuh Saphira dan di cium nya mesra.


"Abang kangen. "


"Sama."


Firza dan Saphira kembali berciuman hingga Firza mengangkat tubuh Saphira kedalam kamar nya, dan membaringkan di atas tempat tidur.


"Kamu kenapa sih, buat Abang tergoda terus."


"Kan, pacar Abang cantik. "

__ADS_1


"Kata siapa? "


"Lah kan fakta, sampai Sinta yang cantik nya di atas Saya Abang malah tetap memilih Saphira. "


"Kata siapa kamu cantik nya di bawah Sinta, kamu itu bagi Abang cantik nya di atas Sinta. Cantik itu bukan dari luar nya saja, tapi hati nya juga. Dan kalau cantik luar dalam nya nggak sih buat apa. Kamu harus tahu, dan harus ingat selalu seribu Sinta di samping Abang hanya satu Saphira di hati Abang. "


"Akh... so sweet tahu. "


"Abang kan rajanya ngegombal. "


"Iya Percaya, siapa sih yang nggak percaya. "


"Kapan balik lagi kesana? "


"Saya tiga hari Bang disini. "


"Banyak waktu buat kita. "


"Makan nya, saya ingin manfaatkan waktu sama Abang. "


"Boleh, tapi nanti malam Abang piket. "


"Kan masih banyak waktu. "


"Ok, sambil berangkat nanti Abang antar kamu pulang. "


"Nggak mau, nginep disini. "


"Nggak, nanti apa kata tetangga. "


"Biarin, kalau di gerebek kan bisa langsung nikah. "


"Memang sudah siap nikah sekarang?"


"Siap lah, masa nggak siap. "


"Kita nikah, setelah pernikahan Ari. "


"Serius Bang? "


"Iya, serius. "


"Asik...!!! "


"Sekarang Abang mau makan. "


"Makan, Saphira juga lapar. "


Firza tersenyum dan mendekat kan wajah nya pada wajah Saphira.


"Maksudnya itu makan kamu sayang...!!! "


"Abang....!!! "


*****


"Katanya sama Saphira? " Tanya Ibu Meri.


"Iya." Jawab Pak Hilman.


"Mana? "


"Mampir ke kost an Firza. "


"Hah... itu anak mampir kesana? "


"Iya kenapa sih Mam. "


"Papi ijinkan anak gadis kita mampir ke kost an anak laki? "


"Mam, kayak nggak tahu Firza saja. Percaya sama Papi Firza nggak akan merusak anak gadis kita. "


"Apa jamin? "

__ADS_1


"Kalau nggak jamin, Papi Bom rumah nya itu sekalian biar kapok. "


__ADS_2