
"Ganteng an juga saya dari pada si Yanto. " Ucap Firza sambil memakan irisan buah semangka dengan kasar.
"Kelebihan nya di mana, saya gagah. " Celoteh Firza.
"Bang, tadi seperti suara Yanto. " Ucap Saphira sambil mencempol rambut nya.
"Kamu bukan nya sedang tidur kan, kok bisa dengar suara Yanto. "
"Kedengaran loh Bang, lagian ini jam 9 malam. Kalau dia mau pulang suka antar ini ke sini, Abang nggak bangunin jadi saya nggak kasih tips buat dia. " Ucap Saphira sambil memasukan irisan buah Apel ke dalam mulut nya.
"Tips, kamu kasih Yanto Tips. Dia setiap malam kamu kasih tips? "
"Iya, memang kenapa? "
Praaannnggg
"Abang....!!! " Pekik Saphira saat Firza membanting garpu di atas piring dengan kasar.
"Kamu itu nggak sadar apa sudah bersuami, kamu malam - malam suruh Yanto kesini hanya untuk antar beginian dan kamu kasih tips. Bukan main, kalau ada CCTV bisa di lapor kan untuk perkara. "
"Bang, makin kesini kamu makin aneh deh. Gara - gara tips saja kamu mau sampai ke Polisi. Otak Abang taro di mana. " Ucap Saphira kesal.
"Kamu itu istri saya, ganteng juga saya dari pada si Yanto. "
"Terus kalau ganteng Abang, mau bilang apa sama si Yanto? "
"Tadi Abang suruh jangan antar makanan setiap malam kesini, kalau Abang itu suami nya. "
"Ya Allah Abang, tega banget sih sama Yanto. Abang jahat ya sama dia. Saya harus ke sana temui Yanto. " Ucap Saphira namun segera tangan Saphira di cengkram oleh Firza.
"Mau kemana kamu? " Tanya Firza dengan nada keras.
"Ke Yanto Bang, saya harus kasih uang sama Yanto sekarang. " Jawab Saphira.
"Uang?" Ucap Firza.
"Iya, tips itu uang . Abang pikir tips apaan, yang setiap malam Yanto kemari. " Ucap Saphira dengan lepas nya cengkraman kuat tangan Firza.
"Abang kira.. "
"Apa Bang, Abang kira saya sama Yanto bermain api di belakang Abang. Dia sudah punya anak istri Bang, dia sedang butuh uang untuk keluarga nya. Sedang butuh banyak uang tambahan, Abang harus tahu anak nya setiap hari harus di suntik insulin. Anak nya terkena diabetes. Abang tahu kan harga insulin itu berapa, sedangkan gaji Yanto sebagai OB itu berapa. Dia seperti ini untuk anak nya, dia pernah berhutang sama saya namun saya kasih dan sebagai tambahan dia kerja hanya mengantar ini saja dan saya kasih tips buat dia setiap hari. Dari pada dia kerja di luar dan nggak ada waktu untuk keluarga nya. Bahkan untuk ke dokter saat anak nya kontrol saya yang tanggung. Dan Abang tega bilang begitu sama Yanto. " Ucap Saphira dengan mata berkaca - kaca.
"Ma - maaf Yank. "
"Makan nya, jadi orang tuh jangan cemburuan. Saya begini - begini setia sama satu pria, masih kurang apa saya terima Abang. Memang ya kita ini nggak akan bakalan cocok kalau model pasangan kita begini. "
"Maaf, Yank. Abang akan minta maaf sama Yanto. "
__ADS_1
"Bagus kalau sadar. "
******
"Kalau saya nggak dapat tips setiap hari dari Ibu Saphira berarti saya harus cari kerja sampingan mungkin ngojek. " Ucap Yanto.
"Kenapa Ibu nggak bilang kalau sudah punya suami, saya juga sadar diri memang salah juga malam - malam berkunjung ke Villa Ibu Saphira hanya untuk antar makanan. " Ucap Yanto kembali.
"Yanto."
Yanto menoleh saat sedang duduk di atas motor tua nya dan tersenyum pada Saphira.
"Bu."
"Ini punya kamu. " Ucap Saphira sambil memberikan dua lembar uang merah pada Yanto.
"Terima kasih Bu. "Ucap Yanto.
" Tadi maaf kalau suami saya kata - kata nya kasar. "
"Nggak apa - apa bu, wajar. Saya minta maaf kalau ganggu privasi Ibu. "
"Nggak, kamu nggak ganggu saya. "
"Bu, benar kata Bapak. Saya nggak usah setiap malam antar makanan lalu di kasih tips seperti ini, saya akan cari kerja di luar saja. Dan saya minta waktu di rubah biar sama - sama enak . "
"Kamu mau kerja apa, enak seperti ini. Waktu sama keluarga nggak keganggu. "
"Kamu seperti biasa saja, setiap malam antar makanan."
"Nggak Bu, lagian juga Ibu sudah terlalu baik sama saya.Dan hanya antar begini saja tips nya besar. "
"Tapi saya ikhlas Yanto. "
"Tapi saya yang tidak enak Bu. "
"Apa kamu nanti akan keluar juga dari sini?"
"Kalau itu belum tahu Bu, kalau ada yang lebih besar saya pasti ambil yang lebih besar. "
"Saya naik kan gaji kamu dua kali lipat tapi dengan kerjaan yang berbeda. Kamu saya angkat sebagai kepala OB dan bertanggung jawab atas semua yang ada disini. "
'Ibu, itu terlalu tinggi dan berat bagi saya. "
"Kepala OB sini akan di pindah di Hotel milik Abang saya, belum ada pengganti nya. Dari pada kamu capek ngojek mendingan kamu kerja di posisi terbaru. Kalau kamu tidak mau lagi menerima tips dari saya. "
"Tapi Bu, ini berlebihan. "
__ADS_1
"Ingat anak kamu, kalau kamu ingin kesembuhan dia. "
******
"Yank, maaf. " Ucap Firza terus mengekori Saphira hingga masuk kedalam kamar nya.
"Yank, nanti Abang akan minta maaf sama Yanto. "Ucap Firza kembali.
"Kapan mau minta maaf, kalau nggak tahu masalah nya jangan suka ikut campur. " Bentak Saphira.
"Iya Abang salah, tapi Abang mohon. Kamu maaf kan Abang ya. "
"Maaf, saya nggak punya muka di depan Yanto. Punya suami nggak punya etika, nggak bisa bedakan mana selingkuh mana nggak selingkuh. Otak nya itu perlu di instal ulang biar virus nya pada hilang. "
"Kamu juga kemarin cemburu sama Mila, padahal Abang sama dia hanya teman."
"Mila beda Bang, dia malah seolah - olah istri Abang atau kekasih yang mengangkat ponsel Abang saat saya hubungi Abang. Kalau hanya teman mana berani. "
"Jadi kamu juga menuduh Abang selingkuh gitu? "
"Iya, mana tahu kan istri disini sedang kan di luar sana ada yang bening sedikit saja pria langsung tertarik. "
"Abang nggak selingkuh Yank. "
"Sama, saya juga nggak selingkuh. "
"Jadi Abang harus bagaimana? "
"Minta maaf sama Yanto. "
"Kamu juga minta maaf sama Mila. "
"Loh, kok minta maaf sama Mila. Ya dia dong yang minta maaf udah nggak sopan. "
"Kamu yang minta maaf karena sudah menuduh Abang selingkuh sama dia, dan kamu pasti saat itu kasar juga sama Mila. "
"Gimana nggak pakai kata kasar, kalau tahu - tahu yang angkat ponsel nya wanita lain."
"Intinya Abang nggak selingkuh. "
"Sama, saya nggak selingkuh sama Yanto. "
.
.
.
__ADS_1
.
.