
Awwww
Buuugghhh
"Ampun.... Bang... ampun....!!! "
"Abang... stop Bang...!!! "
"Diam...!! " Bentak Juni dan Alvin.
"Ampun.... Bang, ampun... saya minta maaf. " Ucap Firza yang terus mendapatkan pukulan dari Juni dan Alvin.
"Bayu, Ari, Ilham, Raul tolong dong...!!! " Ucap Firza.
"Sorry ya.. makan tuh pukulan dari calon kedua kakak ipar kamu. " Ucap Bayu Kesal.
"Iya, biar tahu rasa. Kita semua cari kamu eh malah yang di cari lagi enak - enak. " Ucap Ilham.
"Awwww... sakit Bang, cukup Bang. "
"Abang....!!! Saphira menghempaskan tangan Soraya dan Tita langsung berlari ke arah Firza yang sedang di pukuli oleh kedua Abang nya.
" Jangan pukul lagi Bang, walau Bang Firza salah tapi jangan pukuli dia. " Ucap Saphira sambil memeluk tubuh Firza.
Semua sahabat nya saling menatap saat melihat Saphira memeluk tubuh nya Firza.
"Apa saya nggak salah lihat? " Bisik Lila.
"Nggak salah lagi. " Ucap Hani.
"Barang kali mata saya rabun. " Ucap Lila.
Saphira terus memeluk Firza setelah kedua Abang nya berhenti memukul kekasih nya. Saphira terus mengusap punggung Firza karena saat di pukul Firza tertelungkup.
"Sekarang jelaskan pada kami semua. " Ucap Juni.
"Kami jadian. " Ucap Firza.
"Hah... hahahahahah.. jadian, ja - jadi kalian pacaran. Kalian dengar. " Ucap Juni.
"Kamu tahu, ini emosi sudah si atas ubun - ubun. Lihat, Soraya semalam seharusnya tidur sama saya, malah saya sibuk cari kamu. Kami takut kamu sudah menjadi mayat, tapi apa malah kalian yang enak - enakan nikmati malam pertama. " Ucap Alvin.
"Maaf."Ucap Firza.
"Dek, untung Mamah Papah nggak tahu. Kalau tahu pasti syok. Sekarang jujur sama kami, semalam kalian ngapain? " Ucap Imelda.
"Kami, nggak ngapa - ngapain kok. Tadi malam hanya tidur. " Ucap Saphira.
"Jangan bohong. " Ucap Imelda.
"Benar nggak. " Ucap Saphira.
"Lagian, kalau kita berbuat juga mau nikah." Ucap Firza langsung dapat tatapan mata dari Juni dan Alvin.
"Kami nggak ngapa - ngapain tapi hampir. " Ucap Firza.
"Firza....!!! "
*****
"Bukan main, akibat ulah kamu semua ikut panik cari. " Ucap Bayu
"Memang nya kalian mikir nya apa sih sampai heboh begitu. " Ucap Firza sambil makan.
"Ya kita mikir nya kamu melakukan hal yang di luar dugaan kami. "
"Maksud kamu saya b****uh diri gitu? "
"Iya he..... "
__ADS_1
"Ngaco, memang nya saya nggak punya otak apa. Masalah apa nggak bisa ada solusinya, ya nggak lah nggak mungkin saya melakukan hal yang bodoh. "
"Tapi saya penasaran kamu sama Saphira ngapain semalam? "
"Kepo." Ucap Firza sambil melemparkan bantal ke arah Bayu.
****
"Jadi benar mereka itu kini pacaran? " Ucap Ibu Meri bahagia.
"Iya." Ucap Juni datar.
"Jeng Soraya, kita jadi nikah kan Saphira dan Firza. " Ucap Ibu Meri.
"Nggak usah menikah kan lagi, tapi mereka minta sendiri. " Ucap Ibu Soraya.
"Betul itu, Pap bagaimana kalau mereka segera di nikah kan. " Ucap Ibu Meri.
"Mam, biar lah mereka yang minta. Mereka kan baru pacaran. Jadi jangan banyak menuntut mereka. " Ucap Pak Hilman.
"Betul, saya juga setuju. " Ucap Pak Farhan.
"Tapi kan Pah, ini kesempatan loh. " Ucap Ibu Soraya.
"Iya, tapi biarkan saja. " Ucap Pak Farhan.
"Mamah greget loh Pah, gemes tahu. "
"Sabar, kita sebagai orang tua hanya mendukung saja. "
"Benar loh jeng, di pikir lagi apa kata suami kita itu ada benar nya. " Ucap Ibu Meri.
"Ya sudah lah, kita lihat saja mereka. " Ucap Ibu Soraya.
*****
"Nanti kabari saja. " Ucap Saphira.
"Iya sayang, nanti kalau mau pulang kasih tahu Abang. Biar nanti Abang jemput kamu." Ucap Firza.
"Iya Bang, ingat awas jangan main hati sama mata. "
"Iya nggak akan kok, ehm... yank. " Ucap Firza sambil menoleh ke kanan dan kiri.
"Ada apa? "
Kedua tangan Firza menangkup pipi Saphira di cium nya bibir yang kini menjadi candu. Mereka berdua saling berbalas ciuman dan berbalas *******.
Firza mengusap bibir Saphira bekas ciuman nya lantas mengecup kembali.
"Jaga diri sayang, Abang akan selalu merindukan kamu sayang. "
"I love you. "
"I love you too. "
*****
"Abang sudah sampai? " Tanya Saphira sambil di depan layar laptop nya.
"Baru nyampe Yank, ini lagi mau ganti baju. " jawab Firza.
"Oh, Abang kangen nggak sama Saphira? "
Terdengar suara tawa kecil Firza dari sambungan telepon nya.
"Jelas kangen dong sayang, baru saja beberapa jam Abang sudah kangen. Kita nikah yuk yank, Abang nggak kuat nih kalau begini. "
"Bucin banget ya. "
__ADS_1
"Iya dong Yank, gimana nggak bucin tahu. Jujur Abang sangat bahagia sekali, akhirnya kita bisa saling berbalas cinta. Abang akan menjadikan kamu ratu di hati Abang, kamu harus tahu Abang tidak bisa berpaling dari kamu walau seribu Sinta ada di sisi Abang. "
"Alah preeet...!! "
Hahahahahah
Firza tertawa terbahak - bahakm
"Kamu mah Yank, Abang sedang ngegombal malah jawab nya begitu. "
"Heeeee... maaf sayang, Abis geli dengar nya."
"Geli - geli tapi enak kan...?? "
"Ih... apaan sih Bang, jadi ngelantur deh ngomong nya kan. "
"Hahahaha... nggak nyangka saja, kita bisa se intim ini. "
"Akh... Abang sudah dong akh, jadi malu. "
"Sama Abang loh Yank, ngapain malu. Kamu sama Abang sudah tahu dalam nya. "
"Ih... Abang sudah akh... jangan bahas itu terus. "
"Hahahahaha iya deh, ya udah Abang ingin mandi mau istirahat terus sore mau berangkat piket. "
"I love you Abang sayang. "
" I love you too...!"
"Muuuuaaach... "
"Muuuuuaaaaaaaacccccchhhh juga. "
Firza tersenyum saat setelah menerima panggilan telepon dari Saphira, di cium nya layar ponsel nya dengan wallpaper photo Saphira yang dia ambil dari postingan kekasih nya.
"Cantik nya Abang Firza, muach. "
Firza mencium layar ponsel nya berkali - kali pada wallpaper ber photo Saphira.
*****
"Gimana, cerita kan dong malam kemarin kalian ngapain? " Tanya Soraya.
"Apaan sih, nggak ada. " Jawab Saphira.
"Jangan bohong kamu, bukti nya apa nih masih terlihat ke ungu an. " Tunjuk Soraya pada leher Saphira.
"Apaan sih. " Ucap Saphira sambil memegang nya.
"Ini stempel kan? " Ucap Soraya.
"Ih.. stempel apa sih? "Ucap Saphira.
"Sudah ngaku saja. "
"Kami nggak ngapa - ngapain kok."
"Sudah ngaku saja, buktinya di villa kalian sedang enak - enak. "
"Enak - enak apaan sih ih... " Ucap Saphira menahan malu.
"Pasti sudah jebol tuh gawang. "
"Ih.. Soraya kamu nyebelin ya lama - lama."
"Soraya - Soraya, Kak Soraya kamu harus panggil saya. Sahabat kamu ini sudah jadi kakak ipar nya kamu, menikah sama Abang kamu."
"Iya Kak Soraya, Puas..!!! "
__ADS_1