
"Jadi Surat tugas Abang yang baru sudah turun? " Tanya Saphira.
"Iya sudah turun, Abang di tugas kan di Polsek. Enak kan dari sini dekat hanya lima belas menit. " Jawab Firza.
"Abang kenapa pindah kemari, nggak Saphira saja yang pindah ke sana? "
"Abang ngerti kerjaan kamu, dan kamu sebagai pemimpin nggak akan mungkin melepaskan tanggung jawab. "
"Terima kasih Bang. " Saphira memeluk tubuh Firza dengan mengendus wangi perfume kesukaan suaminya.
"Kamu kayak gogok ih, ngendus - ngendus begini " Ucap Firza yang merasakan geli di sekitar leher nya.
"Habis paling seneng sama wangi ini, yang buat kangen Abang ya ini. "
"Jadi kangen sama wangi perfume nya aja, sama orang nya nggak? "
"Ih.. ya nggak lah Bang. " Ucap Saphira melepaskan pelukan nya.
Firza mengusap perut Saphira yang sudah memasuki usia lima bulan, Saphira merasakan nyaman bila suami nya itu mengusap perut nya.
"Semoga kamu lahir selamat dan sehat." Ucap Firza.
"Papah nya juga, harus sehat terus biar semangat cari uang ya nak. " Ucap Saphira langsung mendapatkan kecupan dari Firza.
"I love you. "
"I love you too."
*****
"Hi.... "
Saphira dan Firza menatap kaget saat kedua sahabat nya datang secara tiba -tiba, sedangkan mereka berdua hanya saling melemparkan senyum.
"Kenapa nggak bilang mau kesini? Yang lain mana? " Tanya Firza.
"Sengaja Bro, kita kemari sedang jalan - jalan. Benar nggak Yank? " Ucap Bayu.
"Hah.. apa, tadi bilang apa? "Ucap Saphira.
" Sayang, memang kenapa? " Ucap Bayu.
"Bang, mereka? " Ucap Saphira.
"Kamu bisa menebak kan, akhirnya mereka saling jatuh cinta. " Ucap Firza.
"Nggak mungkin, kalian kan punya pacar masing - masing. " Ucap Saphira.
"Saya sama Raul putus, dia punya pacar disana. " Ucap Hani.
"Dan pacar saya menikah sama pria lain." Ucap Bayu.
"Tapi hubungan kalian bukan pelampiasan saja kan? " Ucap Saphira.
"Taraaaaa...!! " Hani memperlihatkan sebuah cincin yang melingkar di jari manis nya.
"Jadi? " Ucap Saphira.
"Kita akan segera menikah. " Ucap Hani
" Wah selamat ya.. "Ucap Saphira memeluk tubuh Hani.
" Semoga Hani adalah jodoh dunia akhirat kamu. " Ucap Firza.
"Amin, makasih. "Ucap Bayu.
***
" Oh jadi begitu, Raul terang - terangan dua kan kamu. " Ucap Saphira.
"Benar, bahkan mereka sudah seperti layaknya suami istri. Raul kepincut janda kembang. " Ucap Hani.
__ADS_1
"Di kasih apa tuh si Raul sampai dia bisa berpaling sama kamu. "
"Yah namanya juga pria, mungkin kita nggak jodoh. "
"Semoga Bayu yang terakhir buat kamu."
"Amin, hati saya sudah mantap memilih dia."
"Alhamdulillah, saya juga sama Bang Firza hingga sekarang. Tadi nya kita memang nggak cocok tapi karena anak kita harus sama - sama belajar dewasa dan saling mengerti. " Ucap Saphira.
"Firza itu baik, dia perhatian jangan sampai kamu sia - sia kan pria seperti dia."
"Iya benar."
******
"Yank, kulkas nggak ada apa - apa hanya air doang. "
"Maaf Bang, tadi lupa nggak sempat suruh ke pasar. "
"Yasudah nanti Abang yang belanja, kamu mau nitip apa? "
"Abang, saya ingin buah cempedak. "
"Disini susah Yank cari cempedak. "
"Saya pingin Bang, cariin ya. " Rengek Saphira.
"Ya sudah, nanti Abang cari barangkali di pasar ada. "
"Makasih Bang. "
"Sama - sama sayang. "
******
"Tante....!!! " Teriak Niko berlari menuju ke arah Saphira.
"Abang sama Kakak mendadak banget kesini." Ucap Saphira.
"Niko, tiba - tiba kangen sama kalian berdua, jadi Kakak sama Abang antar dia kemari."Ucap Imelda.
" Niko katanya mau nginap di sini, nanti Abang jemput dia. " Ucap Juni.
"Benar, Niko mau menginap disini? " Tanya Saphira.
"Iya Tante, Niko kangen sama Tante sama Om." Jawab Niko.
"Kalau begitu yuk masuk. " Ajak Saphira.
"Suami kamu mana? " Tanya Juni.
"Dia sedang ke pasar Bang, beli bahan makanan." Jawab Saphira.
"Rajin juga tuh anak. " Ucap Imelda.
"Harus lah kak, dia itu suami idaman." Ucap Saphira.
"Sekarang suami idaman, giliran lagi berantem suami tak tahu diri, nggak ada akhlak. " Sindir Juni sambil terkekeh.
"Ih... Abang. " Ucap Saphira sambil mengerucutkan bibir nya.
Selang beberapa menit, Firza datang membawa beberapa kantong kresek, Niko pun langsung berlari ke arah Om nya.
"Om....!!! " Teriak Niko sambil berlari.
"Eh.. sayang, awas jatuh jangan lari - lari. " Ucap Firza langsung meletakkan kantong kresek nya di sebelah kanan dan kiri.
Firza langsung menggendong keponakan nya dan menciumi kedua pipi kanan dan kirinya.
"Om, Niko kangen sama Om dan Tante. Kenapa sekarang nggak pernah ke rumah." Ucap Niko dengan melingkar kan kedua tangan nya di leher Firza.
__ADS_1
"Om sama Tante sibuk sayang. "
"Sibuk buat adek bayi? " Ucap Niko dengan polos nya sedangkan Firza menautkan kedua alis nya.
"Kata siapa? " Tanya Firza.
"Kata Papah, Om sama Tante sendang buat Adek bayi jadi nggak main - main." Jawab Niko membuat Juni salah tingkah.
"Abang ajarkan apa sama Niko?" Bisik Imelda.
"Nggak ajar kan apa - apa." Ucap Juni.
"Tante kan sudah ada Adek Bayi, jadi sudah buat Adek nya." Ucap Firza.
"Tapi nggak main - main. "
"Kan Om sama Tante sibuk sayang."
"Niko, turun ya sini sama Tante, Om nya mau bereskan belanjaan dulu." Ucap Saphira.
"Tante."
"Iya."
"Tante sama Om suka main kuda - kuda an nggak? " Tanya Niko.
"Kuda - kuda an? " Tanya kembali Saphira.
"Setiap malam Papah sama Mamah suka main kuda - kuda an, nanti malam Niko ikut ya. " Jawab Niko polos.
Seketika Juni dan Imelda salah tingkah, dan membuat Firza dari arah dapur tertawa terbahak - bahak.
"Abang... kakak... kalian itu ya. " Ucap Saphira merasa ikut malu.
"Abang nggak tahu, kirain Niko sudah tidur. " Ucap Juni.
"Abang sih, sering lupa kunci pintu kamar. " Ucap Imelda.
"Oh.. itu, Tante sama Om nggak main lagi, nanti kalau sudah lahir adek bayi. Niko mau main kuda - kuda an ya, sama Om Firza suruh jadi kuda nya Niko naik ke atas punggung Om." Ucap Saphira.
"Dasar nggak ada akhlak. " Ucap Firza.
****
"Kami pamit, titip Niko. " Ucap Juni.
"Siap Bang. " Ucap Firza.
"Niko jangan nakal, kalau nakal Mamah sama Papah akan jemput kamu cepat. " Ucap Imelda.
"Iya Mamah. " Ucap Niko sambil memegang botol susunya dan di gendong oleh Saphira.
"Nanti di jemput atau di antar? " Tanya Saphira.
"Nanti kami jemput saja, hanya tiga hari." Jawab Imelda.
"Kita pamit, Niko Papah Mamah pulang ya." Ucap Juni sambil mengusap pucuk kepala Niko.
Mobil pun melaju meninggalkan kediaman Firza dan Saphira, Niko beralih gendongan ke Firza.
"Tante nya berat, sekarang sama Om."
"Om, mau bobo. "
"Bobo sama Om ya. "
Niko menganggukkan kepala nya dengan mata yang sudah sayu dan ingin terpejam.
.
.
__ADS_1
.