
Soraya terus memeluk Haikal, kerinduan hampir satu tahun lebih mereka berdua berpisah. Tangisan Soraya memeluk Haikal membuat semua yang ada di ruang keluarga ikut merasakan suasana harus bahagia.
"Alhamdulillah sayang, akhirnya Mamah bisa meluk kamu nak." Ucap Soraya.
Alvin pun ikut merasakan, matanya berkaca - kaca sekuat tenaga menahan tangis bahagia.
"Papah Mamah sudah kembali nak, maaf kan Papah Mamah sayang sudah meninggal kan kamu. " Ucap Alvin.
Haikal hanya tersenyum menunjukkan deretan giginya nya, sedangkan Ajeng pun ikut drama meminta di pangku Om nya.
"Aduh, Ajeng berat ya. " Ucap Alvin.
"Om suka nangis sepelti Ajeng, Haikal jugak suka nangis. " Ucap Ajeng.
"Tulun, itu Papah Haikal bukan Papah kamu." Ucap Haikal.
"Ini juga Papah Ajeng, Haikal. " Bentak Ajeng.
"Bukan, Ajeng tulun. " Bentak Haikal.
"Haikal, nggak boleh. " Ucap Soraya.
"Ajeng sini turun, Om Alvin nya berat. " Ucap Firza.
"Biarkan saja, Ajeng kan baru ketemu sama saya. " Ucap Alvin.
"Haikal mau ikut sama Papah Filza. " Haikal pun turun dari pangkuan Soraya dan meminta duduk di pangku oleh Firza.
"Haikal, itu Papah Ajeng tulun." Bentak Ajeng.
"Ini juga Papah Haikal." Ucap Haikal.
"Aduh, dari tadi ribut saja. Ini Adik Angga nya sedang bobo. " Tegur Saphira.
"Itu anak kalian kerjaan nya berantem terus sama Ajeng, tuh adik nya saja yang masih kecil di buat nangis terus. Anak nya Firza sama Saphira sih preman udah badan nya gede. " Ucap Juni.
"Yang penting saling sayang ya, kalian kan saudara. " Ucap Alvin memeluk erat Ajeng.
"Senang nya bisa kumpul begini, Mami senang loh lihat nya. " Ucap Ibu Meri.
"Kalian pada makan dulu yuk. " Ajak Ibu Hasna.
"Soraya kangen masakan bunda. " Ucap Soraya.
"Mamah juga nih buatkan es buah sama cemilan buat anak - anak. " Ucap Ibu Sonia.
"Juni, kamu panggil Papi sama Papah. " Ucap Ibu Sonia kembali.
"Ok Mah. "
"Kalian lihat Niko nggak? " Tanya Imelda.
__ADS_1
"Niko, dari tadi mana kak? " Tanya kembali Firza.
"Kakak nanya malah balik tanya." Jawab Imelda.
"Wah.. perut sudah keroncongan nih, yuk pada makan. " Ucap Pak Hilman.
"Asik ada lalapan petai cina. " Ucap Pak Farhan.
"Papi, Papah lihat Niko nggak? " Tanya Imelda panik hingga mencari kesana kemari.
"Bang, Niko mana? " Tanya Imelda.
"Lah, masa ilang Yank. Niko tadi ada loh." Jawab Juni.
"Niko....!!! " Panggil Imelda.
"Anak satu itu kemana sih? " Ucap Juni yang ikut mencari.
"Kebiasaan buat ulah, seperti Papah nya." Celetuk Firza.
"Papah... Mamah..!! " Sapa Niko sambil membawa ember dan serok ikan.
"Ya ampun, kamu dari mana sampai basah begini? " Ucap Imelda.
"Habis dari belakang. " Ucap Niko.
"Kamu bawa ikan segitu banyak nya mancing dimana? " Tanya Juni.
"Niko, kamu mancing di kolam ya? Astaga Niko... jangan - jangan ikan koi nya kamu ambil ya. " Ucap Firza langsung melihat ember berisi ikan koi yang sudah menggelepar.
"Niko, ini ikan nya. " Ucap Firza langsung lari ke arah kolam ikan.
"Niko.... kenapa pada mabok semua ikan nya...!!! " Teriak Firza.
***
"Nih, sebagai ganti rugi ikan di kolam. " Ucap Juni memberikan beberapa lembar uang merah pada Firza.
"Kalau begini kan selesai urusan, nggak perlu di perpanjang lagi. " Ucap Firza sambil menghitung uang ganti rugi dari Juni.
"Bang masih kurang lima lembar dari modal awal. " Ucap Firza.
"Jangan macam -macam ya, uang Abang nggak ada lagi. Tuh lihat Kakak kamu cemberut saja, gara - gara uang nya masuk ke kantong kamu."
"Salah sendiri, punya anak bandel nya minta ampun. "
"Tuh Mah dengar nggak. " Ucap Juni.
"Tau akh, awas ya Papah ganti itu uang." Ucap Imelda.
******
__ADS_1
Angga dan Ajeng berbaring bersama sambil menikmati susu di botol, Ajeng terus memeluk adik kecilnya yang sedang minum susu.
"Sayang adek ya Ajeng, adek nya harus di sayang. " Ucap Saphira.
"Kakak sayang Angga Mamah. " Ucap Ajeng.
"Pintar, itu baru anak Mamah Papah." Ucap Saphira.
Firza datang memeluk tubuh Saphira dari belakang yang sedang berbaring miring menghadap kedua anak nya.
"Papah bahagia Mah, kita sudah memiliki dua anak. Satu perempuan satu nya lagi laki - laki, lengkap sudah kebahagiaan kita. " Ucap Firza.
"Alhamdulillah, kita yang dulu nya selalu bertengkar, musuhan malah jadi keluarga."
"Ajeng sama Angga harus rukun ya, jangan suka berantem. Sama Kak Niko dan Haikal juga sama harus sayang mereka." Ucap Firza.
"Iya Papah, Ajeng sayang kok sama kak Niko, Haikal dan Angga. Kakak juga sayang sama Mamah Papah. "Ucap Ajeng.
" Anak pintar, solehah nya Mamah Papah. " Ucap Saphira.
"Jadi mau nambah lagi nggak? " Bisik Firza.
"Nggak, ini jahitan saja belum kering masih minta nambah." Ucap Saphira mendelik pada Firza.
"Bercanda kok, jangan marah gitu dong. Cantik nya hilang jadi nya. " Ucap Firza.
"Biarin, sudah laku begini. "
Hahahah
"Kalau lagi marah tambah cantik. "
"Gombal."
.
.
.
^^^.^^^
...Tamat...
.
.
.
Yang belum Mampir ke Karya baru mampir ya... di jamin seru, baper, kesel semua rasa jadi satu... 🤗🤗🤗
__ADS_1