
"Eh... kita lama nih, nggak pernah kumpul ngajak Saphira. " Ucap Tita.
"Iya nih, kabar dia bagaimana Bang? " Tanya Ari pada Alvin.
"Baik, memang nya kenapa? " Jawab Alvin kembali bertanya.
"Saphira, itu sekarang nggak aktif di group loh, bahkan sosmed nya juga jarang aktif. " Ucap Ilham.
"Benar, biasanya cewek saya juga bilang Saphira upload photo - photo bunga, kadang apa saja di sekitar sekarang jarang aktif. " Ucap Bayu.
"Menurut kalian ada yang aneh nggak sih? " Tanya Lila.
"Aneh ya? " Ucap Soraya.
"Kalau boleh jujur, Saphira lebih memilih menghindar. Dia sadar diri, kita semua sudah memiliki kegiatan masing - masing. Apalagi kita semua sering habis kan waktu bersama pasangan kita. Belum untuk persiapan pernikahan kita. " Ucap Alvin.
"Ya Allah, iya ya kita sampai lupa sama dia Bang. Jadi nggak enak hati. " Ucap Hani.
"Nggak apa - apa, dia nya juga ngerti kok." Ucap Alvin.
Sedangkan Firza hanya diam sambil berbalas chat, dan kadang tersenyum sendiri.
"Kamu sedang chat an sama siapa sih? " Tanya Bayu .
"Kayaknya happy banget. " Ucap Bayu kembali.
"Biasa, sama Sinta. " Jawab Firza.
"Kamu serius sama Sinta? " Tanya Bayu kembali.
"Jalani saja dulu. " Jawab Firza.
*****
"Eh... anak Mami Papi pulang. " Ucap Ibu Meri menyambut Saphira.
Saphira mencium kedua pipi kanan kiri Mami nya lalu beralih ke Papi nya. Saphira lantas bergelanyut manja pada sang Papi.
"Kenapa anak manja satu ini hem? " Tanya Pak Hilman.
"Saphira kerja di kantor Papah ya. " Jawab Saphira.
"Boleh, bagaimana kalau mau gimana kamu jadi manager hotel yang di pegang Abang kamu Juni? " Ucap Pak Hilman.
"Ok nggak masalah. " Ucap Saphira.
"Ya kamu belajar dari sana dulu, nanti kalau Papah pensiun kamu bisa pimpin perusahaan yang di pegang Papi. "
"Tapi Pap, kalau kelak suami Saphira ngelarang kerja bagaimana? "
"Kamu kan sewaktu - waktu datang ke perusahaan nggak mesti setiap hari. Kan ada orang kepercayaan yang akan pegang nanti. Kerja kamu cukup pantau dari jauh dan tanda tangan. "
"Apakah orang nya yakin dia di percaya? "
"Yakin, karena dia itu merintis bersama Papi dari nol."
"Mami senang, kalau kamu mau bergabung sama perusahaan Papi. " Ucap Ibu Meri.
__ADS_1
"Iya Mam. "
"Kapan wisuda kamu? " Tanya Pak Hilman
"Dua minggu lagi saya wisuda. " Jawab Saphira.
*****
Saphira akan menutup gordeng nya, terlihat Sinta ada di depan pintu kamar Firza.
"Sedang apa tuh si Teller, kayak nya Kerempeng belum pulang deh. " Ucap Saphira.
Lantas Saphira keluar, dan menghampiri Sinta.
"Belum pulang ya? " Ucap Saphira.
"Eh.. iya , tadi sudah di chat sedang ada tugas diluar. Ini lagi di jalan. " Ucap Sinta.
"Bawa apa tuh? " Tanya Saphira melihat satu kantong kresek yang di tenteng oleh Sinta.
"Ini, tadi Abang minta makan sama Nasi Padang. Jadi saya belikan, sekalian makan sama - sama. " Jawab Sinta.
"Kalian pacaran? "
"Gimana bilang nya ya, ya.. seperti nya.. nah itu dia Abang datang. " Ucap Sinta tersenyum saat melihat Firza pulang.
"Sudah lama ya? " Tanya Firza.
"Nggak juga baru kok. " Jawab Sinta.
"Masuk yuk, Abang lapar. " Ucap Firza tanpa memperdulikan Saphira.
"Pake di tutup segala pintu nya, tak laporan kan Pak RT biar tahu rasa di gerudug warga." Ucap Saphira kesal.
Sejak Firza dan Sinta Masuk, dan belum keluar Saphira terus memperhatikan dari dalam kamar kost nya lewat balik gorden. Dengan kesal terus mencabut boneka milik nya hingga kapas nya keluar dan tercecer.
Pintu terbuka, Firza terlihat akan mengantar Sinta dengan menggunakan mobil nya. Saphira terus menatap dengan menggigit kain gorden dengan gemas.
Hingga mobil pun melaju meninggalkan halaman kost an dan Saphira menutup gorden dengan kasar.
*****
"Niko....!!! " Panggil Firza saat baru tiba di rumah Juni.
"Om...!! " Niko berlari memeluk Firza.
"Nih, Om. bawakan mainan untuk Niko. "
"Makasih om, tadi juga Tante Saphira bawa mainan pesawat terbang. "
"Oh iya, sekarang Tante nya sudah pulang?"
"Belum, sedang sama Mamah. "
Firza pun masuk sambil menggendong Niko, terlihat Saphira dan Imelda sedang bercengkerama dan senyum Saphira seketika hilang saat melihat Firza datang.
"Mah, lihat hari ini di kasih mainan sama Om." Ucap Niko sambil menunjukkan mainan baru nya.
__ADS_1
"Wah.. bagus banget, bilang apa sama Om. " Ucap Imelda.
"Makasih Om. " Ucap Niko .
"Sama - sama. " Ucap Firza.
"Kamu sudah makan? " Tanya Imelda pada Firza.
"Sudah Kak, tadi sebelum kesini makan dulu." Jawab Firza.
"Bu, maaf ada tamu. " Ucap Asisten rumah tangga Imelda.
"Iya, bi suruh tunggu ya. " Ucap Imelda.
"Baik bu. " Ucap nya lalu pergi.
"Kakak ke depan dulu ya. " Ucap Imelda pada Saphira dan Firza.
Firza dan Saphira duduk berseberangan dan tidak saling bicara hanya mendengar kan Niko yang sedang bermain pesawat nya dan Robot pemberian Firza.
Suara ponsel Firza kembali berdering, dan Firza pun mengangkat nya dengan menyingkir dari hadapan Saphira.
Dengan rasa kesal Saphira menatap Firza yanga sedang menerima telepon dengan tawa dan canda.
"Menyebalkan." Ucap Saphira lantas mengencangkan volume TV nya.
"Tante, jangan keras - keras dong. " Ucap Niko tapi Saphira diam tak hiraukan.
"Tante.... kecilin volume nya. " Ucap Niko kembali.
Remot TV pun di ambil paksa oleh Firza dan di matikan TV yang sedang Saphira tonton.
"Bisa dengar nggak sih telinga kamu, saya tadi sedang telepon sama Sinta nggak kedengaran. Dan Niko pun bilang untuk kecil kan volume nya. Kamu tuli ya? " Ucap Firza dengan kesal.
Saphira menatap ke arah Firza dengan mata berkaca - kaca dan berdiri dari duduk nya hingga kini saling berhadapan.
"Iya saya Tuli, saya buta. Saya merasakan kedua nya. Dengan terpaksa saya lakukan untuk jadi Tuli dan Buta. Tapi apa, saya tidak bisa, tidak bisa untuk pura - pura buta atau tuli. Kamu marahi saya sepuasnya, kamu lupakan saya selama nya. Hanya dia yang baru datang, saya yang sudah lama kamu lupakan saya begitu saja. " Ucap Saphira sambil terisak.
"Maksudnya apa sih, saya nggak ngerti. " Ucap Firza.
"Lebih baik kamu nggak pernah ngerti, memang ini saya yang salah. " Ucap Saphira pergi meninggalkan Firza yang masih bingung.
"Kamu mau kemana? " Tanya Imelda saat berpapasan dengan Saphira namun Saphira hanya diam tak menjawab dan terus berjalan menuju ke arah pintu depan.
"Saphira kenapa? " Tanya Imelda.
"Nggak tahu, nggak jelas dia. " Jawab Firza.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.