
"Bang, baju mana nih? " Ucap Saphira sambil memilih - milih pakaian nya.
"Astagfirullah Yank, kirain kamu sudah rapih. Ini jam berapa? Proses akad nikah 30 menit lagi Yank. " Ucap Firza.
"Ini gara - gara Abang tahu, coba kalau bukan karena Sandra saya sudah beli baju baru. "
"Abang kan bilang, kamu cari butik lain eh malah nggak mau. "
"Salah Abang dong, makan nya jadi suami itu yang peka sama istri. Jangan bisa nya buat istri kesal terus. "
"Eh ingat itu, anak nanti mirip Abang tahu."
"Amit - amit jabang bayi, jangan sampai mirip Papah nya. " Ucap Saphira sambil mengusap perut nya.
Firza hanya bisa menarik nafas dengan kasar dengan kedua tangan nya berkacak pinggang.
"Jadi sekarang gimana? "
"Pakai Daster. "
"Jangan macam - macam kamu Yank, disana banyak teman - teman Abang, bagaimana kalau Pak Kapolres tahu kalau istri Firza norak begini. "
"Oh, Abang bilang saya norak gitu. Ok Abang pergi sendiri ke pernikahan Lila sama Ilham."
"Mulai, deh mulai. Ini nih kalau punya sifat anak - anak bisa nya ngajak ribut. "
"Abang bilang saya sifat nya seperti anak - anak? Terus sifat nya Abang apa sudah dewasa? "
"Stop, Abang nggak mau berdebat lagi. Sekarang cari pakaian yang menurut kamu itu nyaman. "
"Nggak mau, beli sekarang. "
"Yank, kamu mau nggak ikut hadir di akad nikah sahabat kita!! "
"Baju nya Bang, Baju nya. "
Firza dengan emosi memilih pakaian yang menurut nya nyaman di pakai Saphira.
"Pakai ini. " Ucap Firza sambil melemparkan pakai an yang dia pilih ke Saphira.
Saphira menatap pakaian yang di pilih suaminya dan menatap ke arah Firza.
"Kok gamis Bang. "
"Itu longgar, pakai gamis saja. "
Saphira pun menurut dan langsung berganti pakaian nya.
*****
"Kalian ini kemana saja sih, lihat akad nikah sudah mulai. " Ucap Alvin.
"Biasa, ngajak ribut. " Ucap Firza.
"Istri Abang kenapa? " Tanya Firza saat melihat Soraya terus menutup hidung dan mulut nya.
"Sama lagi hamil. " Jawab Alvin.
"Alhamdulillah, semoga nggak seperti Saphira ya Bang. " Ucap Firza.
"Mau nya Abang sih gitu, jangan sampai kayak adik saya marah terus kerja nya. "
"Tahu nggak Bang, dia malah nggak mau muka anak kita mirip saya katanya harus mirip dia. Gimana menurut Abang? Saya yang tanam benih malah nggak boleh mirip saya, gimana coba. "
"Terima nasib saja, takdir sudah memberikan istri seperti Saphira. Dia itu barang langka tahu, jadi jaga dia baik - baik. "Ucap Alvin terkekeh.
__ADS_1
Acara pun telah selesai, kini para Sahabat memberikan selamat pada kedua mempelai. Semua nya pun tak lupa untuk mengabadikan momen spesial dan sakral ini.
" Selamat menempuh hidup baru. " Ucap Saphira pada Lila dan Ilham.
"Terima kasih sudah datang. " Ucap Lila langsung memeluk Saphira.
"Selamat ya. " Ucap Hani.
"Selamat, semoga kalian samawa. " Ucap Tita.
"Selamat say. " Ucap Soraya.
"Terima kasih, kamu kenapa? " Tanya Lila.
"Saya lagi hamil. " Jawab Soraya.
"Alhamdulillah." Ucap Lila.
"Nah, sekarang tinggal Bayu sama Hani yang belum nikah. Kalian berdua kapan? Kalian berdua LDR an sekarang. Terutama si Bayu nih. " Ucap Ari.
"Gampang, kapan siap nya pacar saya langsung besok tak ajak ke KUA. " Ucap Bayu.
"Awas loh, disana banyak godaan nya sama kayak kamu juga Hani. " Ucap Ilham ikut menimpali.
"Santai saja, kalau jodoh nggak akan kemana." Ucap Bayu.
"Lama - lama Hani sama Bayu pasti berjodoh." Ucap Alvin.
"Maksud Abang apa? " Tanya Bayu.
"Ya kan sama - sama LDR an ya nggak" Jawab Alvin.
Bayu dan Hani hanya saling melirik dan tersenyum dan sama - sama memikirkan apa yang di ucap kan oleh Alvin.
Setelah memberikan selamat, dua bumil sama - sama menjauh dari makanan. Saphira dan Soraya sama - sama menutup mulut dan hidung mereka.
"Bang, nggak kuat. Tapi nggak enakan sama Lila sama Ilham. " Jawab Soraya.
"Sudah nggak apa - apa, pasti mereka mengerti." Udah Alvin.
Sedang kan Saphira pun sama hanya saja Firza kini sedang memijat kedua kaki Saphira yang merasakan pegal dan tak kuat dengan aroma di dalam gedung yang beraneka macam bau.
"Pulang aja atau gimana? " Tanya Firza.
"Bilang nya gimana Bang? " Jawab Saphira kembali bertanya.
"Ya bilang kita pulang duluan , kan ada Bang Alvin. "
"Saya juga mau pulang , kasihan Soraya." Ucap Alvin.
"Ya sudah, kita pamit saja sekarang." Ucap Firza.
"Kita naik ke atas pelaminan dulu, biar Soraya dan Saphira disini saja. " Ucap Alvin.
"Kita pamit dulu. " Ucap Firza.
"Iya." Ucap Soraya dan di anggukkan kepala oleh Saphira.
*****
"Aduh Bang, gerah banget tahu. " Ucap Saphira.
"Ini Ac sudah full yank. "
Saphira yang kini hanya memakan tank top dan celana di atas paha berbaring di atas tempat tidur sambil terlentang, yang membuat Firza menantang.
__ADS_1
"Kenapa Bang? " Tanya Saphira.
"Gaya tiduran kamu Yank, bikin yang bawah tegang. " Jawab Firza.
"Jangan macam - macam Bang, ini lagi gerah."Ucap Saphira.
" Abang buka ya biar nggak gerah. " Ucap Firza sambil menaik turun kan alis nya.
"Jangan macam - macam Bang, ini lagi mode posisi wuenak. "
"Justru itu, bikin Abang menantang." Ucap Firza yang sudah merayap ke atas tubuh Saphira.
"Abang jangan dekat - dekat. "
"Abang mau Yank. "
"Bang, tolong deh. "
Firza tak menghiraukan apa yang di katakan oleh Saphira, tangan Firza pun sudah berkelana kesana kemari.
"Bang..!! "
"Jangan tegang gini Yank, relaks. " Ucap Firza sambil menciumi perut Saphira.
Tuuuuuuuttttt
"Yank.....!!! "
"Akh... lega. "
"Kamu kok kentut sih? "
"Salah Abang, dari tadi saya minta jangan dekat - dekat malah dekat - dekat. " Ucap Saphira sambil tersenyum.
"Bilang dong, kalau mau kentut. Jadi nggak asik. " Ucap Firza mengerucutkan bibir nya.
"Salah sendiri. " Ucap Saphira santai.
"Bau kentut nya. " Firza langsung bangun dari atas tubuh Saphira.
Sedangkan Saphira hanya tertawa terbahak - bahak melihat Firza cemberut.
"Kentut kan sehat Bang. "
"Tapi jangan sedang momen begini dong, kan bisa di tahan."
"Penyakit tahu. "
"Tapi gagal enak - enak. "
"Ya sudah sini, naik lagi kita enak - enak" Ucap Saphira.
"Malas, nanti di kentut in lagi." Ucap Firza meninggalkan kamar.
"Dasar, gampang marah. " Ucap Saphira langsung memejamkan kedua matanya.
Sedangkan di depan televisi Firza menonton televisi sambil terus mengoceh tiada henti. Dan sesekali mata nya melirik ke arah kamar nya, dan masih terlihat istri nya tidur terlentang.
" Tidur apa tuh. " Ucap Firza langsung berjalan ke arah kamar.
Terdengar dengkuran halus Saphira, Firza lalu mencium kening dan bibir nya.
"Kamu pasti capek, tidur yang nyenyak."
Firza mengusap perut Saphira serta mencium nya dengan lembut.
__ADS_1
"Kamu yang kuat yang sehat, walau Mamah kamu nggak mau wajah kamu nanti mirip Papah, yang penting kamu sehat ya nak. "