Pak Polisi I Hate You But I Love You

Pak Polisi I Hate You But I Love You
Tetap Perhatian


__ADS_3

Tengah malam, Saphira merasakan sangat mual yang luar biasa. Dengan perlahan bangun menahan nyeri.


Rasa ingin cepat keluar dari mulut nya terus di tahan namun rasa sakit bekas operasi an membuat Saphira hingga memuntahkan isi perut nya di lantai.


Hoek... hoek...


Firza terbangun setelah mendengar suara Saphira muntah, dan langsung berlari menuju ke arah tempat tidur Saphira.


"Ya Allah Yank, kamu mual ya? " Ucap Firza sambil memijat tengkuk leher Saphira.


"Bang, mual banget. "


"Pindah ke kamar mandi ya? "


"Sakit Bang, buat jalan nya. "


"Abang gendong kamu. " Ucap Firza dan di anggukkan kepala oleh Saphira.


Di dalam kamar mandi, Saphira kembali memuntahkan semua nya hingga lemas dan perut yang sakit karena tertarik tekanan saat muntah.


"Sudah? " Tanya Firza dan di jawab dengan anggukkan kepala oleh Saphira.


***


"Bagaimana Dok? " Tanya Firza khawatir saat Dokter jaga memeriksa Saphira.


"Nggak apa - apa, jangan khawatir. Biasa ibu hamil muntah seperti ini, nanti saya kasih obat nya. " Jawab Dokter.


"Saya khawatir, takut kenapa - napa. " Ucap Firza.


"Nggak apa - apa kok Pak, wajar anak pertama pasti panik. " Ucap Dokter.


"Kalau begitu, nanti saya akan suruh perawat bawa obat nya. " Ucap Dokter.


"Baik Dok, terima kasih. " Ucap Firza.


Saphira menatap kesal ke arah Firza, namun Firza tetap sabar menghadapi Saphira.


"Kenapa? " Tanya Firza.


"Gara - gara Abang, saya hamil muntah - muntah terus. " Jawab Saphira ketus.


"Jangan begitu, kodrat seorang wanita memang seperti ini. "


"Tapi lihat, anak Abang rewel banget kayak Papah nya. "


Firza tersenyum lalu mengusap perut Saphira, dan mencium perut nya.


"Maaf kan Papah sayang, kamu jangan tiru Papah ya, kalau Papah ini di benci sama Mamah kamu. "


Saphira menatap malas ke arah suami nya dan memilih memunggungi nya, lalu perawat datang membawa obat.


"Terima kasih sus. "


"Sama - sama Pak. "


"Sayang, minum obat dulu ya? " Ucap Firza pada Saphira.


"Nggak mau, mual. " Ucap Saphira.


"Biar nggak mual, kan minum obat. "

__ADS_1


"Abang ini bagaimana sih, di bilang mual ya mual Bang. "


"Mau nggak kalau minum obat nya, dari mulut Abang? "


"Iiissshhh, kesel banget sih. " Ucap Saphira akhirnya mau minum obat.


Firza tersenyum dan memberikan obat pada Saphira langsung di telan nya, walau sedikit rasa mual kembali.


*****


"Bang." Panggil Saphira.


"Abang....!!! " Teriak Saphira.


Firza langsung keluar dari kamar mandi dan menuju ke arah tempat tidur.


"Kenapa Yank, ada yang sakit? " Tanya Firza.


"Saphira mau kebab Bang. " Jawab Firza.


"Abang bicara dulu sama Dokter ya, takut nggak boleh. "


"Boleh lah Bang. "


"Kalau sama Abang boleh, tapi sama Dokter nggak boleh. "


"Bang, kebab sama sayuran saja. Jangan kasih Saos lagi. Pasti boleh lah. "


"Yaudah, nanti Abang tanya dulu ya. "


"Lama tahu, tinggal beli saja. Saya itu nggak sakit Bang, jadi nggak ada pantangan."


"Jangan begitu sayang, kamu habis operasi dan sedang hamil mual nya luar biasa. Abang takut nya keluar lagi. "


"Ya sudah nanti Abang tanya Dokter, kalau boleh Abang beli kebab. "


"Iya cepat, nggak pake lama. "


Setelah Firza pergi, tiba Ibu Sonia dan Pak Farhan,mereka berdua langsung memeluk Saphira dan tampak bahagia mendengar Saphira hamil.


"Mamah Papah, mendengar kabar kamu masuk rumah sakit kaget banget sayang. Apalagi kejadian nya itu membuat Mamah Papah semakin panik. Tapi setelah mendengar kamu sudah membaik, dan hamil Mamah Papah sangat bahagia. " Ucap Ibu Sonia.


"Benar sayang, akhirnya kita memiliki cucu lagi. " Ucap Pak Farhan.


"Saya juga nggak tahu Mah, Pah kalau saya hamil. Tahu - tahu saat di periksa mau operasi." Ucap Saphira.


"Firza pasti sangat senang, dia mau jadi Bapak. " Ucap Ibu Sonia.


"Sekarang mana dia? " Tanya Pak Farhan.


"Dia sedang Saphira suruh beli Kebab. " Jawab Saphira.


"Oh, nanti Papah hubungi dia." Ucap Pak Farhan lalu menghubungi Firza namun Firza datang langsung menyambut kedua orang tua nya.


"Mamah Papah, kok nggak bilang kalau mau kesini? " Tanya Firza.


"Mamah Papah juga mendadak, saat tahu langsung kemari kalau nggak ada urusan penting. Jadi maaf baru bisa sekarang" Jawab Ibu Sonia.


"Nggak apa - apa, asal minta doa nya saja biar sehat semuanya. " Ucap Saphira.


"Yank, kebab nya dimakan. " Ucap Firza.

__ADS_1


"Iya." Ucap Saphira langsung melahapnya.


Pak Farhan menepuk pundak Firza lantas tersenyum, dan Firza pun membalas senyuman Papah nya.


"Jangan emosi kalau istri merajuk, merengek minta sesuatu di saat hamil. Itu semua karena hormon. "


"Iya Pah, saya paham. Memang Saphira banyak marah, dan seperti nya dia sangat kesal sama Firza. "


"Nggak kesal lagi, tapi benci. " Ucap Saphira pada kedua mertua nya saat tahu pembicaraan suami dan Papah mertua nya.


"Tuh Pah, lihat kan. " Ucap Firza.


Pak Farhan dan Ibu Sonia hanya bisa tersenyum sedangkan Saphira dengan lahap memakan kebab kesukaan nya.


*****


"Papah Mamah, tidur di hotel mana? " Tanya Firza saat kedua orang tua nya akan pulang.


"Papah sama Mamah, menginap di hotel dekat sini. Lusa besok baru pulang, nanti besok kamu bisa gantian sama Mamah Papah jaga Saphira biar kamu istirahat." Jawab Pak Farhan.


"Nggak usah repot - repot, Firza bisa tidur nyenyak disini. " Ucap Firza.


"Jangan lah nanti pas pulang kamu sakit, Saphira butuh perhatian lebih ekstra dari kamu. Pertahanan kan pernikahan kalian, mamah tahu kalian itu sebenarnya masih saling cinta. " Ucap Ibu Sonia.


"Kalau itu insyaallah tapi jujur saya nggak ada niat melepasnya, walau Saphira memaksa." Ucap Firza.


"Terus berjuang. " Ucap Pak Farhan.


*****


"Abang." Panggil Saphira.


"Kenapa sayang? " Tanya Firza langsung berjalan ke arah tempat tidur.


"Abang tidur disini. " Jawab Saphira.


Firza tersenyum lalu naik ke atas tempat tidur dan memiringkan tubuh nya menghadap ke Saphira.


"Boleh minta tolong? " Tanya Saphira.


"Boleh sayang, mau apa? " Jawab Firza kembali bertanya.


"Saya ingin Abang usap perut nya. "


"Boleh dong, tapi nggak apa - apa Soalnya bekas operasi. "


"Abang ya harus hati - hati nggak. " Ucap Saphira.


"Iya, Abang usap ya. "


Saphira sambil memejamkan kedua matanya, menikmati usapan Firza, sedangkan Firza hanya terus menatap kedua mata Saphira. sangat dekat.


"Yank kamu sudah tidur? "


Firza melongok ke arah Saphira, namun istri nya itu sudah tertidur pulas. Firza mengecup kening Saphira lantas turun ke bibir nya.


"Abang kangen sama kamu sayang, kangen kamu yang dulu. Asal kamu tahu, Abang tidak pernah serius untuk meninggalkan kamu. Maaf kan Abang, kalau Abang banyak salah sama kamu sayang. "


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2