Pak Polisi I Hate You But I Love You

Pak Polisi I Hate You But I Love You
Terungkap


__ADS_3

Firza masih tertidur pulas dengan bertelanjang dada yang sebagian tubuh nya di tutup oleh selimut.


Saphira yang baru selesai mandi dengan rambut yang masih basah, melihat Firza yang masih tertidur lelap.


Dengan langkah perlahan, Saphira naik ke atas tempat tidur. Jemari nya memainkan dada kekasih nya yang sama banyak stempel karena ulah nya. Tetesan air dari rambut Saphira menetes ke wajah Firza sehingga terganggu tidur nyenyak nya.


Mata Firza membuka perlahan dan terasa tubuh nya tertindih. Firza langsung memeluk tubuh Saphira yang ada di atas tubuh nya.


"Jangan ganggu tidur Yank, Abang masih ngantuk. "


"Bangun, katanya mau pulang pagi. "


"Nanti dulu Yank, mau seperti ini saja. "


"Iya tapi jangan lama - lama, kasihan sama yang lain menunggu. "


Mata Firza membuka dan langsung menggeser tubuh Saphira di atas nya ke arah samping. Dengan segera mengambil ponsel nya yang telah mati total.


"Ya ampun ini lupa charger lagi. "


"Kenapa Bang? " Tanya Saphira.


"Ponsel nya mati total. " Jawab Firza.


"Ada charger di atas meja rias, nanti saya ambil. " Ucap Saphira.


"Udah Abang saja yang ambil. " Ucap Firza turun dari atas tempat tidur.


Firza memasukan charger ke dalam lubang ponsel nya dan saat membuka ponsel nya banyak panggilan masuk dari Bayu bahkan Juni hingga sampai seribu panggilan.


Saphira memeluk tubuh Firza yang bertelanjang dada, dengan bersandarkan kepala nya pada punggung nya.


"Lihat, sampai seribu panggilan Bang Juni sama Bayu, mereka cari Abang. " Tunjuk Firza pada ponsel nya.


Saphira menaruh ponsel Firza di atas nakas dan kembali memeluk tubuh nya dari belakang.


"Abang kapan akan kesini berkunjung? "


"Kalau Abang ada waktu sayang. "


"Setiap malam minggu? "


"Ya nggak janji, malam minggu kan tahu sendiri Abang suka piket. "


Saphira cemberut dan berdiri namun tangan Firza menahan nya.


"Kenapa? Kamu tahu kan profesi Abang dari dulu dan tahu jadwal nya. "


"LDR itu nggak enak. "


"Apa kita nikah langsung sekarang? "


"Kayak orang beli cabe saja sekarang." Ucap Saphira langsung berjalan ke arah lemari dan di ikuti Firza dari belakang.


Kini kedua tangan Firza memeluk tubuh Saphira dari belakang yang sedang memilih pakaian.


Dengan memutar tubuh Saphira, Firza langsung ******* bibir tipis Saphira yang kini jadi candu nya.


"Abang juga, jujur sekarang berat untuk pergi meninggalkan kamu. Tapi kan Abang harus bertugas menjalankan kewajiban sebagai seorang Abdi Negara. Dan ini juga untuk masa depan kamu sayang. "


Saphira memeluk erat tubuh Firza, di cium nya pucuk kepala Saphira dan saling berpelukan.


Tok... tok...

__ADS_1


"Yank, ada yang ketuk pintu. " Ucap Firza melepaskan pelukan Saphira.


"Oh, itu mungkin OB yang antar sarapan." Ucap Saphira lalu berjalan menuju ke arah pintu depan.


"Pagi Ibu, sarapan datang. " Ucap Yanto seorang OB di Resort milik Saphira.


"Pagi juga. " Balas Saphira.


Yanto meletakkan troli food nya di samping sofa, lantas mata Yanto melihat sepasang sepatu pria dan beberapa pakaian berserakan. Saphira yang tahu mata Yanto melihat kemana langsung memunguti pakaian tersebut.


"Di dalam itu calon suami saya Yanto. " Ucap Saphira langsung mengambil dompet nya yang kebetulan berada di atas sofa.


"Ini uang untuk kamu, jangan bicara di luar."


"Siap Bu, terima kasih. " Ucap Yanto langsung pergi meninggalkan villa milik Saphira.


"Bang, kita sarapan dulu. " Teriak Saphira.


Firza keluar dari kamar Saphira dan melihat sarapan pagi dengan sepiring nasi goreng, susu, dan buah - buah an.


"Kok hanya sepiring? "


"Kan mereka tahu nya saya sendiri Bang, nggak tahu kalau ada Abang. "


"Tega."


"Bagaimana mau hubungi mereka minta sarapan lebih, kan sudah biasa di antar jadi lupa. Udah akh yuk sarapan. "


"Abang bersih - bersih aja dulu sekalian, kamu kalau mau sarapan, sarapan saja. Biar Abang sarapan di kamar Abang. "


"Nggak akh, nunggu Abang saja. "


"Ya sudah, Abang mandi dulu. "


*****


"Iya, sejak semalam. " Ucap Juni.


"Ya Allah Bang, bagaimana Mamah Papah kalau tahu Firza hilang. "


"Kita jangan dulu kasih tahu mereka , yang penting kita cari kembali. "


"Benar kata Bang Juni, sebenarnya dari semalam kita belum tidur. Bagaimana bisa tidur, sedangkan sahabat kita kedinginan di luar sana. " Ucap Ari.


"Ya Allah Firza, semoga kamu baik - baik saja dek. "


"Kita harus kasih tahu Saphira, kalau Firza hilang. Bagaimana juga dia harus tahu. " Ucap Soraya.


"Eh iya, itu anak kemana ya? kok belum kelihatan. " Ucap Tita.


"Mungkin masih di tempat tinggal nya. " Ucap Alvin.


"Bagaimana, minta bantuan Saphira mencari dengan perahu motor ke tengah lautan. Dan disana kan ada pulau, siapa tahu Firza terdampar di pulau tersebut. " Ucap Hani.


"Ide bagus, coba hubungi Saphira. " Ucap Bayu.


Hani mencoba hubungi Saphira, namun yang ada hanya operator yang menjawab.


"Nggak di angkat. "


"Kemana sih tuh anak, disini lagi pada panik dia malah nggak aktif. " Ucap Juni kesal.


*****

__ADS_1


Sedangkan Saphira dan Firza sedang sarapan nasi goreng satu piring berdua, bahkan mereka saling suapan.


"Kenyang nggak Bang? "


"Kenyang makan nya sama kamu. "


"Serius Abang. "


"Abang kenyang sayang, walau mungkin nanti makan lagi. "


"Ya namanya belum kenyang. "


Firza mengangkat rambut yang menutupi leher Saphira dan terlihat banyak stempel di leher kekasih nya.


"Yank, ini di tutupi foundation dong. Kelihatan walau tertutup rambut, tetap saja kena angin kelihatan. "


"Sebentar, mau ambil foundation nya. "


"Sini Abang yang olesin"


Firza mengoles foundation di leher Saphira untuk menutupi hasil karya nya. Dengan penuh perhatian membuat Saphira seakan terhipnotis.


"Sudah."


"Makasih Bang, perlakuan Abang baik sekali."


"Kan kamu sekarang kekasih Abang, calon istri Abang. "


Mereka kembali berciuman, saat sedang asik memadu kasih beberapa pasang mata melihat dengan rasa sangat terkejut. Dan tanpa mereka sadari pintu di buka pun tak terdengar.


"Bukan main. " Ucap Juni.


"Enak banget ya, saya korbankan malam pertama bersama Soraya. Mereka berdua yang mencicipi nya. " Ucap Alvin yang sudah emosi.


Saat Saphira tengah menikmati nya, mata Saphira sedikit membuka dan langsung mendorong tubuh Firza hingga terjungkal.


Buugghh


Awwww


"Kamu kenapa sih Yank, sakit tahu. " Ucap Firza sambil mengusap tulang ekor nya.


Saphira menatap ke arah para Sahabat nya yang sedang menatap kesal.


"Sakit tahu Yank, kamu ker.. " Firza terhenti berucap saat bangun dan melihat para Sahabat nya sedang menatap kedua nya.


"Ka - kalian kenapa kemari? " Tanya Firza gugup.


"Sejak kapan kamu disini? " Bentak Juni.


"Sejak semalam. " Ucap Firza.


"Firza......!!!!! " Teriak Para Sahabat


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2