Pak Polisi I Hate You But I Love You

Pak Polisi I Hate You But I Love You
Gara - gara Mantan


__ADS_3

Saphira terus memeluk tubuh Firza setelah pertarungan sengit mereka, Firza pun tak berhenti mengecup pucuk kepala istri nya.


"Bang."


"Iya sayang. "


"Nanti pakai baju apa ke pernikahan Lila sama Ilham? " Tanya Saphira.


"Ya pakai baju yang ada di dalam lemari kan banyak."


"Bukan begitu Bang, ini baju pas hamil sudah berasa tubuh terlihat lekuk nya Bang."


"Yaudah nanti kita beli. "


"Couple ya. "


"Iya."


Saphira pun sedikit bangun dan wajah nya menatap ke arah Firza yang sedang memejamkan matanya.


"Bang."


"Hem."


"Nanti anak kita mirip siapa ya? "


"Jelas mirip Abang lah. "


Aaawwwww


"Sakit Yank. " Ucap Firza saat Saphira mencubit perut Firza.


"Enak saja mirip Abang, harus mirip Saphira." Ucap Saphira sambil mengerucutkan bibir nya.


"Katanya mirip siapa, ya mirip Abang Yank masa mirip Yanto."


"Ih..... harus mirip Saphira."


"Iya, ya.. walau cowok cewek mirip kamu. Abang nggak di anggap."


"Seratus persen harus mirip mamah nya."


"Iya Yank, nggak mirip Papah nya juga ikhlas asal jangan mirip sama Yanto aja."


"Ih... Abang, lagi - lagi Yanto sebel. "


******


"Selamat siang, selamat datang. Ada yang bisa saya bantu? " Sapa seorang pelayan Butik.


"Ini mba, istri saya sedang mencari baju buat menghadiri resepsi pernikahan tapi sedang hamil. " Ucap Firza.


"Ada Bu, mari ikut saya. " Ucap pelayan butik.


Saphira pun mengikuti langkah pelayan tersebut untuk memilih pakaian yang akan di kenakan nanti.


"Firza."


Firza menoleh ke arah sumber suara, mereka pun saling melempar senyum dan berjabat tangan.


"Sandra, apa kabar? "


"Alhamdulillah baik, kamu sedang apa? "


"Oh ini saya sedang antar Saphira memilih baju. "


"Saphira yang gigi nya tonggos pakai behel itu? "

__ADS_1


"Dia istri saya. "


"Apa!!! istri kamu. Nggak salah, putus sama saya kamu sama dia? "


"Kenapa? Kita kan putus jaman nya SMA. "


"Tapi, apa nggak ada yang level nya lebih tinggi dari saya. "


"Sandra, kita pacaran hanya tiga hari terus kamu kenapa bicara begitu. "


"Tiga hari, kamu sampai sudah jadi Polisi belum punya lagi. Berarti benar dong gosip mengatakan kamu nggak bisa move on sama saya, pasti sama Saphira yang musuh kamu itu hanya pelampiasan. "


"Dia sedang hamil anak saya, apa itu pelampiasan namanya. " Ucap Firza yang semakin jengah.


"Bang, lihat ini bagus kan? " Tunjuk Saphira.


Sandra melihat Saphira dari ujung rambut sampai ujung kaki yang tampak berubah tidak seperti dulu. Gigi tonggos nya pun tidak lagi, kulitnya pun bening terawat hanya gigi yang masih memakai behel untuk sedikit merapikan.


"Sandra." Sapa Saphira tersenyum.


"Kamu bisa cantik? " Ucap Sandra mencibir.


"Kenapa, kamu iri? " Ucap Saphira.


"Kamu tahu kan, saya mantan nya Firza? " Tanya Sandra.


"Mantan tiga hari aja bangga, nih saya hamil anak nya Bang Firza patut di banggakan." Jawab Saphira.


"Yank, kita cari butik lain aja. " Ucap Firza.


"Nggak bisa dong Bang, dia yang harus pindah butik. " Ucap Saphira.


"Ini butik dia. " Ucap Firza.


Saphira menatap tajam ke arah Firza dan melemparkan pakaian yang dia pilih ke wajah Sandra.


Bruuuk


Saphira membanting pintu mobil dan langsung memasang wajah marah ke arah Firza yang masih mode santai.


"Kenapa nggak bilang itu Butik Sandra?" Tanya Saphira


"Maaf, Abang baru ingat saat dia sapa Abang." Jawab Firza.


"Baru ingat atau pura - pura nggak ingat? "


"Baru ingat Yank, sumpah. " Ucap Firza.


"Sekarang mau cari kemana? " Tanya Firza.


"Malas." Jawab Saphira.


"Jangan gitu dong. "


"Mending pakai daster aja nanti. "


"Kok Daster yank, jangan gitu dong. Malu banyak teman - teman Abang.Apalagi minggu depan kita mau ajukan pernikahan kita terus langsung resepsi. "


"Makan nya, jangan bawa singa ke kandang kancil jadi begini kan, kita urusan lagi."


"Itu cabang nya Sandra, Abang akui model - model nya cakep - cakep baik pria maupun wanita. Dan Sandra ada di luar negeri eh tadi ketemu. "


"Terus tadi Abang bilang apa ke Sandra?"


"Ya bilang kamu istri Abang lah, masa mau bilang Baby sister nya Abang."


"Awas saja, kalau coba - coba ketemu sama Sandra. Saya sunat sampai habis punya Abang. "

__ADS_1


"Jangan Yank, ini mainan kamu. "


"Masih ada Yanto, buat mainan.Pasti dia mau."


"Tuh kan Yanto lagi, lama - lama Abang lempar dia ke segitiga bermuda. "


******


"Eh.. anak Mami kenapa cemberut? " Tanya Ibu Meri menyambut Saphira dan Firza.


"Abang nakal Mam, tadi ngajak ke butik mantan nya. Mantan tiga hari doang saja bangga. Nih saya bunting anak nya Firza." Jawab Saphira yang masih terbawa suasana kesal.


Ibu Meri meminta penjelasan dari Firza namun Firza menaikan kedua bahu nya.


"Sayang, hanya mantan. Bukan selingkuhan." Ucap Ibu Meri.


"Hanya mantan, bukan selingkuhan. Hallo... Mam, apa kalau Papi ketemu sama Mantan Mami akan diam saja? " Ucap Saphira.


"Ya kalau itu sih, mantan apa dulu. " Ucap Ibu Meri.


"Mantan pacar lah, memangnya Papi sebelum sama Mami punya istri. "


"Ya Mami udah tua sayang, ngapain ungkit - ungkit masa muda Papi kamu. "


"Mah, justru Mami sudah tua harus hati - hati. Nih bukti nya menantu Mami, kalau saya nggak hati - hati mereka CLBK Mam. "


"Akh.. sudah akh, kenapa jadi Mami. "


"Mam, saya pamit dulu. Mau ada piket nanti malam. Yank kita pulang atau tidur disini?"


"Jangan banyak alasan Bang, jadwal piket Abang itu besok bukan sekarang. "


"Sekarang Yank, kamu lupa kali."


"Alah.. bilang saja mau ketemu sama Sandra."


"Ya Allah Yank, kalau nggak percaya ayo ikut Abang piket sampai pagi." Ucap Firza kesal.


"Awas ya kalau bohong, saya sunat punya Abang sampai habis. "


"Iya silahkan sunat aja sampai habis. Biar nggak ada yang mau sama Abang, dan yang rugi juga kamu nggak bisa ngemut nih lolipop."


Ibu Meri hanya bisa memijat kening nya melihat anak dan menantunya ribut.


*****


"Tuh, percaya nggak kalau Abang piket. " Ucap Firza mengajak Saphira ke Polres.


"Iya percaya." Ucap Saphira.


"Makan nya sama suami itu jangan curiga terus. Piket dituduh ketemu Sandra." Ucap Firza.


"Habis muka Abang itu muka pembohong dan pendusta. Makan nya Kak, kamu harus mirip Mamah ya nak jangan mirip Papah kamu." Ucap Saphira sambil mengusap perut nya.


"Terus yang mirip Papah nya siapa Yank?"


"Nggak ada!!! "


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2