
Firza turun dari motor nya, terlihat Alvin sedang berdiri di depan pintu sambil mengawasi orang - orang yang sedang mengangkut barang - barang milik Saphira.
"Bang, mau di bawa kemana? " Tanya Firza.
"Mau di bawa pulang ke rumah, mulai sekarang Saphira sudah tidak lagi tinggal di kost an ini. Terima kasih, selama ini sudah jaga adik saya. " Jawab Alvin.
"Jadi, Saphira sudah tidak lagi tinggal di sini?" Ucap Firza.
"Iya, ini lebih baik dari pada dia terus dekat sama kamu. Dan ingat kamu terus, apalagi jadi orang ketiga kan. " Ucap Alvin.
Firza hanya diam, menatap satu persatu barang - barang milik Saphira di naikan ke atas mobil truk.
"Firza, saya pamit dulu ya. "
"Iya Bang. "
Firza menatap hingga mobil truk tak lagi terlihat, kini hanya menatap pintu yang tertutup rapat dan tak lagi melihat keluar masuk nya Saphira.
"Kenapa kamu buat jadi seperti ini Saphira?" Ucap Firza.
******
"Mami Papi masih di luar negeri, kamu beruntung hanya kedua Abang kamu yang tahu. Masih untung kedua Abang kamu menutupi ini semua. Papi sama Mami pasti malu punya anak seperti kamu." Ucap Juni tegas.
"Bang, minggu depan mereka pulang tepat Saphira wisuda, kalau bocor bagaimana?" Ucap Alvin.
"Kalau bocor, ya sudah mau bagaimana lagi." Ucap Juni.
"Sekarang kamu bisa tidak lupakan Firza?" Tanya Alvin.
"Insya Allah. " Jawab Saphira.
"Jangan hanya insya Allah tapi harus benar - benar. " Ucap Alvin.
"Dek, kedua Abang kamu melakukan ini karena Abang nggak mau kamu terlihat rendah begitu. " Ucap Juni.
"Iya Bang. " Ucap Saphira.
******
Firza duduk di teras sambil menatap ke arah pintu kamar bekas kost an Saphira, dirinya mengingat saat - saat saling berantem, meledek bahkan saat terakhir mereka berbicara serius.
"Sepi, entah sekarang saya juga merasakan sepi. " Ucap Firza pelan.
******
" Iya, kalian dimana? " Tanya Saphira.
"Kita ada di tempat biasa. " Jawab Lila dari seberang.
"Ya sudah nanti saya kesana. " Ucap Saphira.
"Dek, barang - barang kamu sudah datang tuh." Ucap Alvin.
"Bang, taro di dalam saja ya, saya mau ketemu sama teman - teman."
"Ya sudah, nanti pulang jangan malam - malam. "
"Iya, bawel. "
*****
"Hi.. guys. " Sapa Saphira sambil cipika cipika ke empat sahabat nya.
"Apa kabar semuanya? " Ucap Saphira.
__ADS_1
"Alhamdulillah baik say, kamu gimana katanya habis sakit? " Tanya Tita.
"Alhamdulillah sudah baikan. " Jawab Saphira.
"Jadi sekarang tinggal di rumah nih, kost an sudah kosong? " Tanya Soraya.
"Iya, saya sekarang tinggal di rumah sendiri." Jawab Saphira.
"Say, kami semua tahu bagaimana perasaan kamu. Tapi kamu yang mulai kamu juga harus merelakan. " Ucap Hani.
"Iya, saya memang munafik, saya membohongi perasaan saya sendiri." Ucap Saphira.
"Kamu ikhlas kan Firza sama Sinta, karena kamu dari awal yang mulai." Ucap Tita.
Mata Saphira berkaca - kaca, dan ke empat sahabat nya langsung memeluk Saphira.
"Sudah, nanti juga bakalan dapat yang lebih." Ucap Soraya.
*****
"Saphira Maharani, S. M dengan IPK 4.56 . " Ucap salah satu MC.
Saphira pun berjalan maju ke depan, dengan senyum bahagia kini telah menjadi seorang sarjana Manajemen.
Pak Hilman dan Ibu Meri pun memberikan selamat pada Saphira, sebuah buket bunga dan uang pun di berikan oleh kedua Abang nya.
"Selamat Dek. " Ucap Juni.
"Selamat Dek. " Ucap Alvin memeluk Saphira.
"Makasih Bang, buket nya bagus banget. " Ucap Saphira.
"Anak Papah, sekarang calon pemimpin perusahaan. " Ucap Pak Hilman.
"Ya dong, perjuangan Saphira tak sia - sia. Bahkan dapat nilai yang sangat tinggi. " Ucap Saphira.
"Boleh, yuk kebetulan lapar. " Ucap Saphira.
Saat hendak akan keluar gedung terlihat Firza berjalan dengan Sinta yang mengenakan toga.
"Papi Mami. " Ucap Firza langsung mencium punggung tangan Pak Hilman dan Ibu Meri.
"Kamu antar siapa? " Tanya Pak Hilman.
"Kenalkan ini Sinta. " Jawab Firza.
Sinta pun bersalaman dengan Ibu Meri dan Pak Hilman.
"Cewek kamu wisuda juga? " Tanya Alvin.
"Iya, dia S2. " Jawab Firza.
"Mereka sapa Bang? " Tanya Sinta.
"Mantan calon mertua. " Jawab Ibu Meri.
"Oh, maaf Bu. " Jawab Sinta.
"Mana keluarga kamu? " Tanya Ibu Meri.
"Sinta nggak punya siapa - siapa Mah, dia anak yatim piatu. " Jawab Firza.
"Oh, maaf ya. " Ucap Ibu Meri.
"Saphira selamat ya. " Ucap Firza mengulurkan tangan nya.
__ADS_1
"Terima kasih. " Ucap Saphira membalas uluran tangan Firza yang memberikan nya selamat.
"Kita jalan sekarang yuk. " Ucap Pak Hilman.
"Ayok Pah, kami duluan ya. " Ucap Saphira.
"Bang, seperti nya Ibu nya Saphira nggak suka sama saya? " Ucap Sinta saat keluarga Saphira sudah jauh.
"Perasaan kamu saja. " Ucap Firza.
****
"Sudah Mam, jangan ngedumel terus. " Ucap Pak Hilman.
"Gara - gara perempuan seperti dia saja Firza berpaling, makan nya kamu Saphira dandan yang cantik. Masa kalah sama dia. " Ucap Ibu Meri.
"Mau dandan yang bagaimana lagi Mam, Saphira saja wajah sudah Make over ini di bagian gigi. "
"Pokok nya harus buat Firza menyesal. "
"Sudah Mam, jangan banyak nuntut. " Ucap Juni.
*****
"Mba ada kiriman. " Ucap Yuli Asisten rumah tangga.
"Dari siapa? " Tanya Saphira.
"Nggak tahu, dari kurir untuk mba. Nggak ada namanya. " Jawab Yuli.
"Oh, makasih ya. "Ucap Saphira.
Saphira membuka kotak tersebut dan sebuah boneka beruang dan setangkai bunga mawar serta kartu ucapan.
Selamat, atas wisuda nya. Semoga ilmu yang di dapat bisa bermanfaat.
Saphira mencari nama sing pengirim namun tak ada.
" Ini dari siapa sih? " Ucap Saphira sambil membolak balik kan kartu ucapan nya.
*****
"Selamat siang, ini menu nya. " Ucapan Anya.
"Saphira kemana? " Tanya Firza.
"Saphira sudah resign. " Jawab Anya.
"Oh resign ya. " Ucap Firza.
"Iya Pak Resign. "
"Saya minum saja, nggak jadi makan. "
"Mau minum apa? "
"Jus mangga saja."
"Baik Pak, mohon menunggu. "
"Kamu pun kini tak lagi kerja disini, bahkan kini saya benar- benar tidak bisa melihat dari jauh. " ucap Firza dalam hati nya.
******
"Jadi katakan, mau di bawa kemana hubungan kalian? " Tanya Pak Farhan.
__ADS_1
"Jalani saja dulu. " Jawab Firza.
"Papah memberikan kamu kebebasan, tapi ingat Papah tidak ingin suatu saat ada wanita yang memohon - mohon untuk minta nikah. "