Pak Polisi I Hate You But I Love You

Pak Polisi I Hate You But I Love You
Sekali Langsung Nambah


__ADS_3

Dengan mesra Firza mencium bibir Saphira, kedua tangan nya menahan tangan Saphira di pangkuan nya.


Mata mereka yang saling terpejam dengan berbalas ciuman manis, saling ******* dan bertukar saliva.


Tangan kelar Firza mengarahkan pada pipi kanan Saphira lalu mengusap nya dengan lembut.


"Sayang, apa mau malam ini kita habis kan bersama? " Bisik Firza


Mata Saphira membuka dan menatap kedua bola mata Firza yang kini sangat dekat, sebuah senyuman dan anggukan kepala Saphira membuat Firza langsung merebahkan tubuh istri nya.


Dengan perlahan dan pasti, tangan nya mulai bermain di area yang menjadi Favorit nya, hingga terdengar suara indah yang membuat nya semakin bergejolak.


Saling berbalas dan saling membuka penutup mereka yang kini tanpa pembatas hanya kulit mereka yang kini menyatu.


Setiap sentuhan membuat Saphira tak bisa menahan nya yang bagai sengatan listrik, hingga tepat bermain di inti milik nya.


Firza terus memberikan rasa yang membuat melayang hingga beberapa kali mencapai puncak.


Saat sudah puas bermain di bagian inti, kini beralih tombak sakti nya dia arah kan perlahan pada lubang yang selama ini masih tertutup rapat.


Terdengar suara Saphira yang menahan sakit, sehingga secepatnya Firza mengalihkan rasa sakit itu dengan ciuman mesra hingga sedikit demi sedikit masuk secara perlahan.


"Abang."


"Tahan sayang. "


"Perih Bang. "


"Bentar Yank, ini Abang pelan. "


Hingga sekali sodok masuk sempurna setelah beberapa kali tak bisa menembus lubang pertahanan.


Saphira memejamkan matanya hingga lolos kedua air mata nya, Firza yang melihatnya langsung menangkan Saphira dengan bisikan kata - kata cinta dan sebuah ciuman mesra.


Dengan berbagai gaya, hingga akhirnya mereka berdua sama - sama mencapai puncak dan lahar panas di tumpah kan semua nya kedalam lubang.


"Alhamdulillah, terima kasih sayang. " Ucap Firza sambil mengusap keringat dan air mata Saphira.


"Abang sakit. " Rengek manja Saphira.


"Maaf sayang, Abang juga kan ini sudah berusaha nggak kasar sama kamu. "


"Bang."


"Kenapa sayang? "


"Sakit tapi enak. "


"Yaiya lah, kata siapa surga dunia itu nggak enak. "


"Lagi."


"Hah... serius Yank? "


"Iya, punya Abang besar mantap. "


"Yaiya lah, ini nih sekarang punya kamu. Mau di mainkan kapan saja juga sudah halal. "


"Ternyata nikah itu enak Bang, kita bisa puas main nya, nggak main gesek - gesek lagi tapi sekarang celup - celup basah. "

__ADS_1


"Jadi bagaimana, masih mau lanjut? " Tanya Firza.


"Lanjut dong. " Jawab Saphira.


"Ok siap, Abang hajar kamu. "


"Abang.... akh.... geli....!!! "


Teriak Saphira saat tangan Firza bermain di bagian tengah milik Saphira, sehingga bergeliat ke kanan dan kiri.


*****


"Parah kamu Mah, main nya kayak orang sedang marah. " Ucap Juni dengan nafas yang naik turun, setelah bertempur dengan Imelda.


"Kalah ya, makan nya jangan suka meremehkan Mamah, sekali Mamah yang hajar Papah nggak bisa minta ampun. " Ucap Imelda sambil menarik selimut nya hingga batas dada.


"Ini yang Papah suka dari Mamah, permainan nya tak bisa di kalah kan. " Ucap Juni sambil mencolek dagu Imelda.


"Dari pada nguping Malam pertama Firza dan Saphira, mending main sendiri langsung. Pasangan ada, ngapain nguping segala di depan pintu. "


"Iya sayang, Abang tadi hanya mengetes. "


"Alah sengaja. " Ucap Imelda mengerucutkan bibir nya.


*****


Firza menatap ke arah Saphira yang baru keluar dari kamar mandi dengan jalan yang agak berbeda.


"Yank, kok jalan nya gitu amat sih? "Tanya Firza.


" Kalau jalan nggak kali lebar sakit Bang, ini masih terasa perih tahu. " Jawab Saphira.


"Ya ini ulah Abang, kenapa main nya sampai semangat empat lima. "


"Kan, kamu juga suka Yank. Abang sih apa. kata kamu minta. "


"Tapi Abang harus tanggung jawab, ini perih sama sakit tahu. "


"Ya sudah, sini Abang lihat. "


Saphira duduk di tepi tempat tidur, lalu Firza duduk berjongkok dengan mengangkat kaki satu ke atas pundak nya untuk memeriksa yang di keluhkan oleh Saphira.


"Ah.. Abang, kenapa jadi begini? " Ucap Saphira saat salah satu jari Firza bermain di bawah sana.


"Abang hanya meriksa. " Ucap Firza dengan suara yang agak berat saat tangan nakal nya menyentuh area kesukaan nya.


"Katanya suruh meriksa. "


"Tapi jangan begini Bang, ini bukan nya sembuh tapi akhirnya malah sakit. "


"Nggak sayang tenang saja. "


Namun lama - lama sama - sama saling tak bisa menahan akhirnya terjadi pergulatan kembali.


*****


"Kalian mau pada pulang? " Tanya Ibu Meri.


"Iya Mam, Papi mana? " Jawab Juni kembali bertanya.

__ADS_1


"Papi sudah pergi pagi - pagi ada meeting, nanti juga Alvin sama Soraya mau kesini lagi. Kalian nya pulang. " Ucap Ibu Meri.


"Imelda ada jadwal operasi Mam, kan Bang Juni jaga Niko. " Ucap Imelda.


"Oh ya sudah. " Ucap Ibu Meri.


"Saphira sama Firza kok belum keluar kamar mereka? " Ucap Ibu Meri.


"Kan namanya juga pengantin baru Mam, kayak nggak pernah jadi pengantin baru saja." Ucap Juni.


"Apa mereka nggak lapar, ini sudah waktu nya sarapan. Mamah panggil saja ya mereka berdua. " Ucap Ibu Meri.


"Jangan Mah, biarkan saja. " Ucap Imelda.


****


Ibu Meri melihat jam sudah menunjukkan jam 2 siang, namun Firza dan Saphira belum juga keluar dari kamar nya.


Ibu Meri berdiri di depan pintu kamar Saphira, antara berani dan tidak untuk mengetuk pintu kamar nya.


"Duh,mereka kok nggak keluar kamar ya dari tadi. Mami jadi khawatir,apa ketuk saja atau biarkan saja. Tapi mereka belum juga sarapan."


"Akh,mending ketuk saja. " Ibu Meri menempelkan tangan nya di daun pintu dan akan mengetuk,namun saat akan ketuk terdengar suara Saphira dan Firza yang membuat Ibu Meri mengelus dada dan memerah wajahnya.


"Wualah,mereka ternyata masih main bola sodok toh. Pantas nggak ingin makan dan minum, nanti sekali makan kayak orang nggak makan tiga hari tiga malam. "


Ibu Meri langsung menjauh dari pintu kamar Saphira dan memilih masuk kedalam kamar nya untuk istirahat.


****


"Sayang,bangun mandi dulu.Sudah masuk mau Ashar." Ucap Firza yang sudah mandi dan segar.


"Abang,badan Saphira sakit semua." Ucap Saphira.


"Gimana nggak sakit,kita dari pagi sampai menjelang Ashar kita main, sekarang mandi,Shalat terus istirahat lagi. "


"Bang ,Lapar."


"Iya mandi dulu ya. "


Saphira bangun dari tempat tidur dengan berjalan melebarkan kedua kaki kanan dan kirinya karena merasakan sangat sakit dan perih.


*****


Alvin dan Soraya melihat dari Jauh cara berjalan Saphira sehingga membuat Soraya melirik ke bagian tengah milik nya dan begitu juga Alvin melirik ke bagian tengah milik Soraya.


"Bang,saya nggak seperti itu kan jalan nya? " Ucap Soraya.


"Iya,lebay kali ya Saphira." Ucap Juni.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2