
"Dek, kamu setelah ini bagaimana sama Firza? " Tanya Alvin.
"Besok saya kembali Bang, kita LDR an ya kan Bang. " Jawab Saphira.
"Bisa nggak Yank, kamu nggak usah mengurus resort disana cukup kerja dari jauh? " Ucap Firza.
"Kalau itu harus di bicarakan lagi Bang, Saphira nggak bisa langsung lepas. " Ucap Saphira.
"Abang hanya ingin kamu disini saja."
"Firza, menurut saya sekarang LDR an saja dulu. Lagian jarak hanya satu jam dari sini nggak terlalu jauh, kamu bisa gantian untuk berkunjung. Buat Saphira kerja dari jarak jauh harus benar - benar memberikan pada orang yang paling di percaya. " Ucap Alvin.
"Iya Bang. " Ucap Firza.
"Makan malam siap. " Ucap Ibu Meri membawa aneka makanan untuk makan malam bersama di bantu asisten rumah tangga nya.
Saphira langsung segera menyendok nasi dan lauk nya lalu langsung makan. Saat Saphira memasukan satu suapan, Saphira menatap ke arah Mami, suami, Abang dan kakak ipar nya.
"Kenapa? " Tanya Saphira.
Semuanya menatap kesal ke arah Saphira terutama Firza hanya melipat kedua tangan nya di dada.
"Kenapa sih Bang? " Tanya Saphira.
"Tanya Mami. " Jawab Firza.
"Kenapa sih Mi? " Tanya Saphira bingung.
"Kamu makan nggak ingat sama sekitar kamu." Jawab Ibu Meri.
"Nggak ingat, maksud nya apa sih nggak ngerti."
"Kamu itu sudah menikah punya suami, seharusnya kamu layani dulu untuk suami kamu Jangan makan selamat sendiri saja." Ucap Ibu Meri.
"Kamu harus belajar adab cara menjadi istri soleha. " Ucap Soraya.
Saphira tersenyum dan langsung ambil piring lalu menyendok kan nasi ke piring dan mengambil lauk nya.
"Abang sayang, sekarang makan nya. Maaf kan istri mu yang telah melupakan kamu. " Ucap Saphira.
"Terima kasih sayang. " Ucap Firza.
"Sayang, kamu juga paham adab kan sekarang giliran kamu ambil kan untuk suami kamu. Kita ini masih pengantin baru juga loh." Ucap Alvin.
"Baik sayang. " Ucap Soraya tersenyum geli.
Ibu Meri hanya geleng - geleng kepala nya saja melihat tingkah anak dan menantunya.
******
Firza mengendarai mobil nya mengantar Saphira menuju kembali ke tempat kerja nya. Sepanjang perjalanan kedua tangan pasangan pengantin baru itu tak mau lepas, hingga sampai di villa tempat tinggal Saphira.
"Yank, kamu makan minum dan kebutuhan lain nya ada kan yang ngurus. " Ucap Firza yang baru turun dari mobil.
"Ada dong Bang, kan waktu itu tahu sendiri." Ucap Saphira.
Mereka berdua memasuki Bila sedang kan Saphira langsung berganti pakaian.
"Abang nginap nggak? " Teriak Saphira dari dalam kamar nya.
"Pulang Yank, besok harus pagi - pagi berangkat. " Jawab Firza.
"Kenapa nggak berangkat dari sini saja Bang?" Ucap Saphira yang sudah berganti dengan dress santai sebatas lutut.
"Abang nggak kepikiran kesana Yank." Ucap Firza langsung menatap ke arah Saphira dengan dress yang memperlihatkan kedua paha nya.
__ADS_1
"Yank, kamu keluar pakai ini? "
"Nggak."
"Barangkali pakai beginian, ini terlalu seksi kalau kamu keluar. "
"Ini hanya untuk santai di dalam, sehari - hari memang begini. "
"Seperti ini cukup untuk Abang saja, kalau ada OB juga kamu harus ganti. "
"Iya Abang sayang, tenang saja.Pemandangan ini hanya untuk Abang seorang. " Ucap Saphira sambil mencolek dagu Firza.
******
Firza mengecup kening Saphira saat setelah penuntasan kerja rodi berdua, di tutupi nya tubuh Saphira yang hanya berbalut selimut.
"Abang langsung pulang? " Tanya Saphira.
"Iya, habis ini Abang mandi. " Jawab Firza.
"Bang, nanti sering kesini ya. "
"Iya sayang, nanti kalau ada pas waktu nya."
"Ya Bang, nanti kalau Abang yang nggak bisa biar Saya yang kesana. "
"Iya sayang, entah Abang ragu. Abang bisa jauh nggak sama kamu, menahan rasa semanis ini. Abang yakin pasti nggak akan kuat. "
"Sama Bang, rasanya nggak mau berpisah sama Abang. "
Firza mengecup bibir Saphira dan menautkan kening nya. Ada rasa berat di kedua nya saat detik - detik mereka berdua akan berpisah untuk sementara.
"Abang janji jangan nakal. "
"Nggak sayang, Abang nggak akan gimana - gimana di luar sana. "
******
"Benar, kamu baru menikah dua hari. " Jawab Saphira.
"Kenapa nggak kasih tahu kamu Bu? "
"Maaf Jika, ini juga mendadak. Nanti juga pasti ada resepsinya, tenang saja. "
"Kirain Ibu nggak akan mengundang kami."
"Ya nggak lah, pasti di undang. "
******
"Bang, bantu saya di pindah tugas kan disana. Kalau begini saya nggak akan kuat Bang."
"Orang pindah tugas itu nggak gampang Firza, kamu pikir prosesnya sehari jadi. "
"Iya Bang , tapi bantu dong Bang untuk mempermudah proses mutasi."
"Kamu mau pindah di Polres atau Polsek? Kalau di tempat Saphira lebih dekat sama Polsek. "
"Dimana saja Bang, asal satu kota sama dia."
"Nanti Abang bantu, tapi proses nggak sehari Firza. Proses juga bisa memakan bulanan."
"Kalau bisa jangan satu bulan Bang, seminggu jadi. "
"Kamu itu seperti yang mengabulkan permintaan kamu itu Papah kamu apa tinggal minta, semuanya kan butuh proses."
__ADS_1
"Ya Bang, tapi janji loh bantu saya. "
"Iya, nanti Abang akan bantu. Tapi sabar jangan minta satu bulan langsung Mutasi."
"Tapi bisa saja kan Bang. "
"Abang kan bilang, atasan kamu itu Papah bukan? "
******
"Jadi kamu akan percaya kan sama Mika?" Tanya Pak Hilman.
"Iya Pap, saya nggak mungkin kan berjauhan sama suami. "
"Iya Papi paham, kalau itu memang keputusan kamu. "
"Terima kasih Papi, karena pilihan Saphira itu bisa untuk di andalkan."
"Semoga tidak mengecewakan. "
"Percaya sama Saphira."
******
"Wuis pengantin baru, sekarang lagi bujangan lagi. " Ledek Bayu.
"Iya nih, di tinggal lagi sama Saphira. " Ucap Firza.
"Saya juga ingin pindah tugas saja kesana, hari ini ingin mulai urus - urus. " Ucap Firza kembali.
"Kita bakalan jarang ketemu nih. " Ucap Ari.
"Gampang urusan itu mah, kita juga pasti bisa sering jalan bareng. Pasangan kita kan sahabat an, kecuali si Bayu. " Ucap Firza.
"Kita ini sahabat an bukan hanya baru sekarang, dari jaman TK kita sama - sama sampai sekarang. Bahkan cita - cita kita sama jadi Polisi. " Ucap Bayu.
"Iya, mungkin bedanya di nasib kali ya. " Ucap Ilham.
"Kita juga kan nggak mungkin terus sama - sama, pasti ada masanya berpisah. " Ucap Ari.
"Ya sudah, saya ingin bicara sama komandan dulu perihal masalah pindah tugas. " Ucap Firza.
"Good luck bro. " Ucap Bayu.
Firza mengacungkan jempol nya lalu pergi ke arah ruangan Komandan.
******
"Ini orang kemana sih, di telepon nggak di angkat - angkat. " Ucap Saphira terus menelepon berkali-kali namun tak di angkat oleh Firza.
Saphira terus menghubungi suaminya dan panggilan tersebut tersambung.
"Hallo Bang. "
"Hallo.... "
Saphira memastikan nama yang di hubungi nya dan ternyata benar nama Firza.
"Hallo... mana suami saya? "
.
.
.
__ADS_1
.