Pak Polisi I Hate You But I Love You

Pak Polisi I Hate You But I Love You
Akur Namun Bertengkar


__ADS_3

"Yank, kok Abang kamu kasih pa****t." Ucap Firza saat akan mau tidur Saphira memunggungi nya.


Saphira hanya diam, dan memejamkan mata nya namun telinga nya masih mendengar suara Firza.


"Yank, kamu benar sudah tidur? " Tanya Firza mengintip ke arah Saphira.


Firza hanya menghembuskan nafas nya dengan kasar, lalu beranjak bangun dari tempat tidur dan memilih keluar dari kamar nya.


Saphira membuka mata nya saat pura - pura tidur nya menjadi tidur beneran. Dan meraba si samping nya tapi tidak ada.


Saphira melirik ke arah jam menunjukkan pukul 4 pagi, Saphira langsung bangun mencari Firza.


"Bang.... Abang. . .!!! "


Saphira mencari di sekitar ruangan namun tak ada, lalu Saphira menuju teras depan rumah mencari suaminya.


"Bang... Bang Firza....!!! " Panggil Saphira namun tak ada penampakan suaminya.


"Kemana sih tuh orang, apa jangan - jangan tadi malam nggak pulang lagi keluar dari sini?" Ucap Saphira.


Saphira berjalan menuju resort yang berjarak lima ratus meter dari villa nya, berharap suaminya tidur disana.


"Dino, kamu jaga malam disini kan? " Tanya Saphira pada resepsionis.


"Iya Bu. "Jawab Dino.


" Kamu lihat suami saya? " Tanya Saphira.


"Maksud nya Mas yang sejak tadi malam tidur di depan sofa itu? " Tunjuk Dino.


Saphira menoleh ke arah sofa yang di maksud dan berjalan ke arah Firza yang sedang tertidur pulas.


"Bang, bangun Bang. " Ucap Saphira sambil menepuk pelang lengan Firza.


"Bang, bangun. " Ucap Saphira lagi.


Firza membuka matanya dan memercing silau, melihat Saphira sedang berdiri di samping nya.


Firza bangun dengan mengucek kedua mata nya, dan langsung memeluk tubuh Saphira.


"Maaf kan Abang. " Ucap Firza dengan suara khas orang bangun tidur.


"Iya, sekarang pulang. Pindah tidur nya jangan di depan meja resepsionis, malu apa kata pengunjung. Suami pemilik Resort malah tidur nya di sofa tamu. "


Firza pun bangun langsung menarik pelan tangan Saphira untuk kembali ke dalam villa.


"Maaf kan Abang ya. " Ucap Firza setelah sampai di Villa.


"Iya, Saya maaf kan Abang. Tapi Abang harus minta maaf sama Yanto, saya nggak enak sama dia Bang. Dia itu karyawan saya, dan kehidupan nya juga jauh dari kita. "


"Iya, Abang nanti minta maaf kalau dia sudah datang nanti. "


"Saya sama Yanto nggak pernah menjalin hubungan yang sangat spesial sama dia, hanya sebatas atasan sama bawahan saja Bang. Jadi jangan curiga yang terlalu jauh. "


"Abang juga mau jelaskan, Mila itu adalah junior Abang. Dia anak baru, sudah menikah dan punya anak. Maaf ya barang kali kemarin dia salah, Abang sudah tegur dia. Kamu harus tahu Yank, hanya kamu di hati Abang. Dan tidak akan pernah ada niat untuk mendua atau meninggalkan kamu. "


"Iya Bang, makasih. Semoga dengan masalah - masalah kecil seperti ini, kita menjadi lebih dewasa lagi. "


Firza mengecup kening Saphira dan lalu merapikan anak rambut yang sebagian mengenai matanya.

__ADS_1


"Abang berharap di sini, akan segera hadir calon anak kita. " Tunjuk Firza di perut Saphira.


Saphira tersenyum dan langsung memeluk tubuh Firza sangat erat.


"Saya juga berharap Bang, pasti akan ramai bila ada anak. "


"Jadi, kita buat lagi bagaimana? "


Saphira mendongakkan kepala nya ke arah wajah suaminya, dan mengecup bibir dengan mesra Firza pada Saphira.


"Jadi? " Ucap Saphira sambil menaik turun kan kedua alis nya.


"Gasooooolll... " Ucap Firza langsung mengangkat tubuh Saphira.


******


"Yanto, saya minta maaf barangkali kemarin sedikit kasar tutur kata saya. " Ucap Firza.


"Nggak apa - apa Pak, tidak seharusnya bapak bilang begitu. Saya juga tidak terlalu di masukan ke dalam hati. " Ucap Yanto.


"Terima kasih ya, untuk kerja sampingan kamu boleh antar makanan sebelum pulang kerja. "


"Kalau itu, Ibu sudah pindah tugas kan saya Pak. "


Firza melirik ke arah Saphira yang sedang menyilangkan kedua tangan nya di dada.


"Dia saya angkat jadi kepala OB, yang dulu di pindah ke Hotel milik Bang Juni. "


"Kok, nggak bicara dulu sama Abang? "


"Kan saya disini yang jadi pimpinan nya. "


Firza tersenyum ke arah Yanto , dan menatap seakan minta penjelasan pada Saphira.


****


"Kenapa lagi Bang, masalah pindah nya Yanto. Hadeuh... Bang, bagaimana mau saya berunding sama Abang kalau Abang nya saja kemarin marah terus."


"Kamu pindahkan Yanto nggak bilang sama Abang sih? "


"Ini Resort saya Bang, saya pimpinan nya. "


"Abang suami kamu. "


"Bang, kenapa sih hal kecil saja Abang gampang sensi begini. Masalah kemarin Yanto antar makanan malam - malam kesal, masalah pindah tugas nya dan naik jabatan kesal. "


"Karena ini Yanto."


"Iya Yanto, dia kenapa? Apa karena dia juga punya wajah tampan, tinggi putih mata sipit. "


"Akh... nggak tahu. " Ucap Firza langsung menjatuhkan pa****t nya dengan kasar ke arah sofa.


"Saya capek berantem nggak berhenti - berhenti, gara - gara Yanto sensi banget. Buat apa minta maaf sama Yanto, ujung - ujung nya Yanto lagi. " Ucap Saphira masuk kedalam kamar nya.


*****


"Ibu mana, kok nggak lihat hari ini. " Ucap Dino.


"Kan suami nya datang. " Ucap Mika.

__ADS_1


"Jadi ibu sudah menikah, kok kita nggak di undang ya. "


"Katanya akan gelar resepsi disini, katanya mau mengurus pernikahan ny dulu. Kan suaminya itu Polisi dan dia adik ipar nya Pak Juni. "


"Jadi dia itu adiknya Ibu Imelda? "


"Iya, tadi dengar seletingan dari karyawan lain."


"Dunia itu benar - benar sempit ya. "


"Iya, menikah sama tetangga nya saja. "


"Mungkin di jodohkan kali ya? "


"Wah kalau itu bisa jadi. "


******


"Yank, Abang pulang. "


"Iya." Ucap Saphira dengan nada ketus.


Firza mengecup pucuk kepala Saphira yang sedang mengerjakan laporan.


"Nanti, beberapa hari libur kita bisa urus buat pengajuan nikah kita. "


"Apa nanti nya saja. "


"Kenapa? "


"Mau keluar kota. "


"Bukan nya minggu depan ada niat kita akan mengadakan resepsi dan pas libur itu kan pernikahan Lila. "


"Saya sempat kan kesana, ini ada urusan dari kantor pusat. Dan saya harus datang. "


"Papi nggak bisa menghandle? "


"Papi sedang ada di Spanyol sedang ada urusan disana. Dan Bang Juni juga hadir, jadi saya juga harus hadir. "


"Apa pernikahan kita tidak penting? "


"Saya pikir kan lagi, lagian pernikahan kita baru mau di daftar kan. Saya pikir dia kali Bang, hal sepele seperti ini pasti akan muncul dan pasti akan ada pertengkaran kecil yang jadi besar. "


"Apa Abang salah kalau protes, apa Abang tidak ada harga nya dimata kamu. Kenapa namun tidak pernah menganggap Abang itu ada. "


"Siapa yang tidak pernah menganggap Abang nggak ada, yang ada Abang selalu protes. Masalah pindah karyawan saya Abang protes karena Yanto. Terus nanti masalah apa lagi selain Yanto. Dari masalah Yanto saya sudah bisa menilai kalau Abang itu kurang dewasa."


Saphira berdiri dari duduk nya, dan menatap ke arah Firza yang kini sedang berdiri di depan nya.


"Kita ini memang nggak bisa akur Bang, walau satu hati tapi ego kita tidak bisa menyatu. "


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2