Pak Polisi I Hate You But I Love You

Pak Polisi I Hate You But I Love You
Cemburu Yang Tidak Jelas


__ADS_3

"Hallo Yank, maaf tadi Abang habis menemui Komandan ponsel nya tertinggal. " ucap Firza dari seberang.


"Abang, biar kan ponsel di meja. Terus yang angkat wanita. " Ucap Saphira kesal.


"Maaf sayang, itu teman Abang. Namanya Mira dia Polwan baru di sini, mungkin karena ponsel Abang berdering terus jadi dia angkat."


"Nggak sopan banget. "


"Iya nanti Abang bilang sama dia. "


"Abang sedang apa? "


"Tadi bilang habis menghadap komandan, Abang ingin pindah tugas. "


"Apa Bang, Abang pindah tugas kemana?" Tanya Saphira terkejut.


"Abang ingin dekat sama kamu Yank, pindah di kota dimana kamu kerja. "


"Serius Bang? "


"Iya sayang serius. "


"Asik... jadi pengen cepat - cepat Abang disini."


"Sabar sayang, nanti juga Abang pasti ikut sama kamu. "


"Makasih Ya Bang, semoga proses nya cepat."


"Amin...!!! "


*****


"Mira, kamu kalau ponsel saya berdering jangan di angkat. Istri saya hampir marah."Tegur Firza.


" Maaf Bang, habis ponsel nya berdering gitu." Ucap Mira.


"Bagi saya nggak apa - apa, bagi istri saya yang tidak baik - baik. "


"Sekali lagi saya minta maaf Bang. "


"Iya saya maaf kan kamu, ini sebagai pelajaran buat kamu. "


"Siap Bang, saya tidak akan mengulangi nya lagi. " Ucap Mira.


*****


"Hey.. kenapa muka kamu? " Tanya Alvin saat masuk ruangan Saphira.


"Tadi sempat bete saja, yang angkat ponsel Bang Firza seorang Polwan. " Jawab Saphira.


Hahahahah


"Jadi ceritanya lagi cemburu nih, santai aja kali. "


"Alah... kayak Soraya nggak cemburuan, ngatain orang santai tapi faktanya kalau Soraya tahu bisa mati berdiri. " Ucap Saphira.


"Namanya juga manusia, di bilang nggak akan cemburu pasti lah cemburu. "Ucap Alvin.


" Langsung to the point saja, mau apa datang kesini? " Ucap Saphira.


"Kamu kan mengajukan proposal iklan sama Abang, mau pakai model siapa? " Tanya Alvin.


"Untuk itu, saya serahkan saja sama Abang. Dan saya tahu beres saja. " Jawab Saphira.


"Ok, jadi kita deal ya kerja sama , terima kasih sudah memiliki layanan iklan di perusahaan Abang . "

__ADS_1


"Intinya sih Bang, kalau pakai jasa iklan Abang pasti selain melejit tapi juga pilihan model nya banyak dan harga miring. "


"Ok, Abang akan cari model nya. "


"Terima kasih Bang. "


"Sama - sama, nanti kalau sudah dapat model yang cocok Abang kasih tahu kamu."


"Ok Bang. "


******


"Abang, minggu depan kan Tita sama Ilham nikah kita belum punya pakaian couple loh."Ucap Saphira saat sedang menelepon Firza.


" Kamu atur saja Yank, model mau pakai apa." Ucak Firza dari seberang.


"Ok deh, saya pakai kebaya Abang pakai batik ya. "


"Boleh, tapi jangan warna cerah. Abang nggak suka. "


"Iya Bang, ehm... untuk pernikahan kita Abang sudah urus kan? "


"Sudah sayang, setelah selesai baru Abang fokus untuk pindah tugas. Abang ingin pernikahan kita sah dimata negara juga. Maaf sayang, kemarin nikah nya kita akad nikah dadakan. "


"Nggak apa - apa Bang, saya senang banget."


"Makasih Yank. "


"Sama - sama Bang, ehm... Bang tunggu ada yang ketuk pintu. Biasa nya kalau nggak Mika, Yanto yang suka datang tiba - tiba kalau malam begini. "


"Yanto, ngapain Yank malam - malam ke kamu? "


"Nggak apa - apa Bang, hanya mengantarkan buah sama minuman. "


"Jangan bohong Yank. "


Ceklek


Mata Saphira membulat sempurna dan merasakan kaget saat siapa tamu malam - malam yang datang.


"A - abang. "


"Kenapa kamu kaget begitu, di kira saya Yanto. " Ucap Firza langsung menerobos masuk dan membuka seragam cokelat nya.


"Tadi Abang telepon itu sedang menuju ke villa? " Ucap Saphira.


"Iya, Abang sengaja kasih kejutan. Tapi kejutan Abang di kira OB itu si Yanto."


"Abang cemburu? "


"Jelas cemburu dong, malam - malam bahkan setiap malam namanya Yanto itu datang kemari. "


"Ya Allah Bang, Yanto hanya bawa air panas dan teh sama buah dan cemilan Bang. " Ucap Saphira menjelaskan yang tahu bahwa suaminya tengah cemburu.


"Kamu bisa stok Yank di kulkas, bukan ngandelin OB kesayangan kamu."


"Yanto punya anak istri Bang, dia nya juga nggak bakal mau sama saya. "


"Kalau mau, pasti kamu selingkuh sama dia."


"Abang kenapa sih, perihal Yanto saja di besar - besarkan. "


"Masalah nya, dia setiap malam kemari."


"Aug akh, malas datang - datang ngajakin ribut nggak jelas bukan nya datang melepas kangen malah bahas Yanto." Ucap Saphira langsung masuk kedalam kamar nya.

__ADS_1


"Yank, kamu marah sama Abang? " Ucap Firza sambil berjalan mengekori Saphira.


"Kabar Mira bagaimana? Dia pasti cantik." Ucap Saphira.


"Mira jelas cantik, dia manis. "Ucap Firza.


" Tuh kan, sama aja Abang lebih parah. Pria itu nggak mau di salah kan kalau istri nya sedang cemburu. Beda sama Abang, cemburu nya nggak kira - kira nggak bisa bedakan antara suka sama tidak suka." Ucap Saphira.


"Mira sudah punya anak. "


"Yanto juga punya anak. "


"Terus? " Ucap Firza.


"Terus apa? " Ucap Saphira.


"Ya kita buat anak, gimana? " Ucap Firza sambil menaik turun kan alis nya.


Saphira hanya tersenyum saat Firza mendekati nya lalu mencium kening Saphira sangat lama.


"Yank, Abang itu nggak akan pernah tertarik sana wanita lain. Karena hati ini sudah terkunci dan memilih kamu." Ucap Firza dengan memeluk tubuh Saphira.


"Saphira juga sama Bang, hanya ada satu pria di hati saya. " Ucap Saphira.


Firza dan Saphira saling berciuman, Firza mengangkat tubuh Saphira menuju ke arah tempat tidur.


Ciuman nya semakin menuntut dan lebih, sehingga tanpa mereka sadari penutup tubuh mereka sudah tidak melekat lagi.


Firza yang sudah mode terbang langsung menancapkan tongkat saktinya, hingga membuat Saphira terbang melayang ke atas awan.


*****


Firza mengecup kening Saphira, setelah melewati medan tempur. Namun terdengar suara ketukan pintu. Firza pun lalu mengambil salah satu kaos di dalam lemari yang sudah Saphira siapkan untuk suaminya.


Firza menatap pria yang sedang membawa troli Food, dari ujung rambut hingga ujung kaki.


"Apa ini? " Tunjuk Firza pada hidangan yang di tutupi.


"Ini salad sama buah - buah an." Ucap Yanto.


"Terima kasih. " Ucap Firza langsung menarik trolli Food masuk kedalam Villa.


"Sama - sama Pak. " Ucap Yanto.


"Ehm.. maaf, Bapak itu siapa? " Tanya Yanto.


"Saya suaminya paham? " Jawab Firza kembali bertanya.


"Su - suami, Ibu nggak cerita "


"Memang semua nya belum ada yang tahu, saya juga minta sama kamu jaga jarak."


"Jaga jarak? " Ucap Yanto.


"Benar jaga jarak, mulai sekarang kamu nggak boleh malam - malam mengantarkan makanan atau minuman kesini lagi kecuali siang. " Ucap Fitza.


"Ba - baik Pak, kalau begitu saya pamit. "


"Ya silahkan. "Ucap Firza sambil menunggu Yanto menghilang dari pandangan matanya. "


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2