
Maaf akhir - akhir ini up nya sedikit atau jarang crazy up karena sedang sibuk pemberkasan, tapi setiap hari pasti up...!!!
Firza memijat kepalanya dengan bersandar di kepala sofa, Saphira yang sedang berjalan akan masuk kedalam kamar langsung menghampiri suaminya.
"Bang, masih sakit? " Tanya Saphira sambil memegang kening Firza.
"Kayak nya Abang kecapekan. " Jawab Firza.
"Minum obat dulu ya, nanti saya cari di kotak obat. "
"Nggak usah, nanti Abang ambil sendiri. Kamu istirahat saja, masih suka mual kan? "
"Sekarang lagi nggak Bang. "
"Istirahat saja, jangan khawatirkan Abang."
"Tapi kan Abang sakit. "
"Sudah, jangan khawatir kan Abang. Ini hanya kena flu saja. Kamu jangan dekat - dekat dulu sama Abang, nanti ikut tertular lagi. Baru sembuh sudah sakit lagi."
"Ih.. Abang, emang nya penyakit apaan. Hanya influenza saja. "
"Ya kan kamu sedang hamil, kasihan sudah mual tambah flu lagi. "
"Nanti saya carikan Obat. " Ucap Saphira langsung berdiri tanpa menghiraukan Firza yang menahan nya.
**
"Kalau sudah minum obat kan enak, makan nya jangan bandel suruh minum obat. Gimana istri nggak kepikiran kalau lihat suaminya sakit. " Ucap Saphira.
"Memang nya Abang suami kamu? "
"Bukan, hanya bodyguard. "
Hahahahah
"Bodyguard pendamping hidup."
"Mulai lagi gombal nya. "
"Abang lama loh, nggak seperti ini sama Kamu. "
"Masa? "
"Benar loh, Abang senang kita bisa seperti ini. Semoga kita nggak ada kata - kata minta pisah lagi. "
"Abang jangan over, jangan cemburu an."
"Iya, Abang minta maaf ya. Sampai kamu nggak nyaman sama Abang. "
"Biarlah saya berjalan sendiri Bang tapi di bimbing oleh Abang, jangan sampai karena hal kecil lagi hubungan kita akan berakhir lagi." Ucap Saphira.
"Iya sayang, Abang minta maaf ya. "
Saphira memeluk tubuh Firza, tangan Firza pun membelai lembut rambut istri nya.
"Abang akan ikut kamu. "
Saphira melepaskan pelukan nya dan menatap ke arah Firza.
"Abang akan mengalah pindah satu kota sama kamu. "
"Serius Bang? "
"Iya Abang serius, Kapan Abang nggak pernah serius. "
"Makasih ya Bang. "
"Iya sayang, sama - sama. " Ucap Firza sambil mencium kening nya.
*****
"Bang."
"Iya yank, kenapa? "
"Abang masih pusing nggak? "
"Kenapa memang nya? " Ucap Firza yang langsung membenarkan posisi duduk nya.
"Hari ini lepas? "
"Iya, besok Abang masuk. "
__ADS_1
"Saya lapar Bang. " Ucap Saphira sambil mengusap perut nya.
"Mau makan apa? " Tanya Firza.
"Kalau boleh, mau nasi goreng buatan Abang terus makan nya di suapin sama Abang. " Jawab Saphira.
Firza tersenyum lantas mengusap perut Saphira yang masih tampak rata.
"Abang buatkan ya, Mamah duduk yang cantik disini. " Ucap Firza sambil mengecup kening Saphira sehingga membuat Saphira tersipu.
"Yang enak ya Bang. "
"Siap sayang. " Ucap Firza.
Aroma khas nasi goreng tercium sehingga membuat perut Saphira semakin keroncongan.
"Taraaaa jadi nih Yank. " Ucap Firza sambil membawa nasi goreng buatan nya.
Saphira tersenyum dan langsung makan lahap di suapi oleh Firza.
"Enak kan? " Tanya Firza.
"Enak banget Bang, mantap benar. " Jawab Saphira.
"Alhamdulillah, makan yang banyak. " Ucap Firza.
Firza tersenyum saat melihat Saphira tampak bahagia menikmati masakan nya.
"Habis ini, saya pengen makan pudding kelapa Bang. " Ucap Saphira.
"Boleh, nanti Abang cari ya. " Ucap Firza.
"Beli dua ya Bang "
"Siap sayang. "
*****
Saphira memuntahkan kembali isinya setelah makan nasi goreng dengan lahap. Membuat Firza pun semakin panik.
"Gimana mau kenyang Yank sama dapat gizi kalau setiap makan di muntah kan lagi. "
"Ya nggak tahu Bang, mual banget. "
"Gimana - gimana apanya sih Bang, mual sih mau gimana. "
"Ke Dokter saja ya. "
"Percuma Bang, ini nanti bakal mual lagi. "
"Kan waktu itu pake anti mual nggak terlalu kan. "
"Tapi mual dan muntah lagi."
Firza pun menelepon Mamah nya dan panggilan nya pun tersambung.
"Ada apa nak? " Tanya Ibu Sonia dari seberang.
"Mau, Firza bingung nih. Udah senang Saphira makan lahap ini sudah keluar lagi. " Jawab Firza.
"Nggak apa - apa, namanya juga sedang ngidam. "
" Gimana dong Mah, ini Saphira lemas banget."
"Tapi masuk kan makan sih? "
"Masuk tapi kan mah keluar lagi. "
"Nggak apa - apa yang penting masuk, dari pada nggak masuk sama sekali. Walau yang masuk sedikit, dan banyak keluar nya ada sari - sari makanan yang pasti masuk ke tubuh. Kamu ganti makanan yang buat Saphira tidak di keluarkan lagi. Bisa ganti buah contoh nya."
"Tadi dia minta pudding kelapa muda."
"Ya sudah, kamu coba belikan siapa tahu nggak di keluarkan lagi. "
"Firza coba ya mah. "
"Iya, kamu jangan panik ya, Mamah juga dulu begitu waktu hamil kamu."
"Pantas saja, kemarin Saphira protes ini anak mirip saya nggak mirip dia. Karena Mamah begini mirip banget sama Saphira."
Ibu Sonia tertawa terbahak - bahak, hingga membuat nya terpingkal - pingkal.
"Ya sudah nikmati saja. "
__ADS_1
****
"Gimana? " Tanya Firza masih panik.
"Mending Bang nggak mual, tapi nggak tahu nanti keluar lagi nggak. " Jawab Saphira sambil menyendok pudding kelapa nya.
"Kalau suka dan nggak mual, muntah nanti Abang beli lagi. "
"Bang."
"Hem."
"Makasih."
"Sama - sama sayang. "
*****
"Lusa kamu menikah, bisa datang kan? " Tanya Ilham.
"Insya Allah datang . " Jawab Firza.
"Maaf ya kemarin nggak sempat nengok. "Ucap Lila.
"Nggak apa - apa, ini juga Saphira ngidam nya mual muntah terus. "Ucap Firza.
" Sabar, saya juga pasti akan mengalami juga." Ucap Ilham.
"Nikmat nya masya Allah. " Ucap Firza.
"Benar, jadi saya berasa mengalami juga ya Bang. " Ucap Lila.
"Nanti kalau kamu ngidam, jangan yang aneh - aneh. " Bisik Ilham.
"Kalau minta nya tengah malam bagaimana?" Tanya Lila.
"Kalau minta nya masih bisa di jangkau ya nggak apa - apa tapi kalau misalnya permintaan nya sulit atau susah di cari ya mikir dulu. "
"Kok gitu Bang? "
"Ya kan kalau misalnya susah Abang mikir dulu yank. " Ucap Ilham.
"Lila, kalau bisa cari nya sekalian jangan tanggung - tanggung kalau ngidam." Ucap Firza tersenyum.
*****
"Bisa hadir nggak ya Bang, kok makin hari saya makin lemas. " Ucap Saphira.
"Masa nggak hadir, sahabat kita menikah loh." Ucap Firza.
"Tapi kalau kondisi begini nggak enak juga Bang. "
"Asal hadir saja, kalau nggak kuat kita pulang. Kan ada Bang Alvin sama Soraya. "
"Iya sih Bang. "
"Sekarang mau apa? "
"Mau Abang aja. "
Firza menaikan satu alis nya dan menatap penuh tanda tanya.
"Apa itu? "
Saphira tersenyum malu dan memainkan ujung kaos Firza.
"Mau itu. "
"Apa? "
"Tuh." Tunjuk matanya ke arah bagian bawah Firza. Sehingga membuat Firza tersenyum.
"Oh.. mau ini? "
Saphira menganggukkan kepala nya dengan memerah wajah nya bak tomat.
"Mainin dong. " Ucap Firza.
.
.
.
__ADS_1
.