Pak Polisi I Hate You But I Love You

Pak Polisi I Hate You But I Love You
Kecil Yang Meresahkan


__ADS_3

Niko terus memeluk tubuh Saphira, karena Firza terus menatap tajam ke arah Niko yang sudah membuat dirinya dan Saphira berantem.


"Om antar kamu pulang sekarang. " Bentak Firza.


Niko menatap ke arah Saphira dengan mata berkaca - kaca, seakan meminta pertolongan.


"Ambil tas pakaian kamu, kita pulang sekarang." Ucap Firza.


"Tante." Ucap Niko.


"Sayang, makan nya nggak boleh lagi - lagi seperti itu. Jangan di ulangi. " Ucap Saphira.


"Maaf kan Niko , Om Tante. " Ucap Niko.


"Tante Maaf kan Niko, kalau tahu seperti ini lagi Tante sama Om akan kasih tahu Mamah Papah." Ucap Saphira.


Niko menganggukkan kepala nya sedangkan Firza masih menatap tajam ke arah ponakan nya.


Firza lalu beralih duduk mendekati Saphira yang sedang memeluk Niko, kedua tangan Firza lalu memeluk Niko.


"Om maaf kan Niko, tapi Niko nggak boleh becanda seperti lagi. " Ucap Firza.


"Iya Om, tapi jangan pulang kan Niko. "


"Iya, Om nggak akan pulang kan kok."


*****


Malam tiba, Saphira bersandar di dada Firza sambil menonton televisi, sedangkan Niko masih bermain dengan mainan robot nya.


Mata kedua nya sudah mulai mengantuk tapi tidak dengan Niko yang matanya kuat terjaga.


"Niko, kita bobo yuk. Besok. Om harus Dinas, Tante juga harus kerja. " Ucap Facebook Firza.


"Niko masih belum ngantuk Om. " Ucap Niko sambil bermain robot nya.


"Ini jam berapa? Lihat sudah jam 10 malam. Mau tidur jam berapa? " Ucap Firza.


"Sayang, bobo yuk sama Tante. "Ajak Saphira.


" Niko kalau bobo malam. "


"Kemarin malam sudah tidur jam segini, kenapa sekarang belum tidur? " Tanya Saphira.


"Belum ngantuk. " Jawab Niko.


Firza menarik nafas nya dengan kasar, lalu menaruh kepala di atas pucuk kepala Saphira.


"Gimana Abang mau sayang - sayangan sama kamu Yank. " Bisik Firza.


"Sabar dong Bang, Saya juga lagi pengen." Ucap Saphira.


Niko menatap ke arah Om dan Tante nya, lalu meletakkan Robot nya dan berjalan ke arah mereka.


"Niko mau tidur. " Ucap Niko.


"Yuk." Ucap Firza semangat.


Setelah sampai di dalam kamar, Niko tidur di tengah antara Firza dan Saphira. Niko terus memeluk tubuh Saphira, di geser sedikit terbangun dan merengek.


"Ya Allah Niko, baru baru tidur dua malam saja kamu sudah membuat Om sama kamu bersaing. " Ucap Firza sambil mengusap wajah nya dengan kasar


"Sabar sayang. " Ucap Saphira terkekeh.


"Nomor, tidur nya yang betul. " Bisik Firza namun Niko tetap diam sudah tertidur terbawa ke alam mimpi.


"Sabar Bang, kalau Niko sudah terlelap banget baru di geser. " Ucap Saphira pelan namun pelukan Niko sangat erat.


"Ini anak seperti sengaja, benar - benar mirip Papah nya. "


"Jelas mirip Bang juni akan anak nya."


"Lah terus anak Abang mirip siapa Yank , yang sekarang kamu kandung. "


"Mirip mamah nyala lah. "


"Terus hasil dari Abang gimana?"


"Ya cukup tanam benih aja. " Ucap Saphira.


"Hanya itu? "

__ADS_1


"Lah terus masalah dimana? "


"Kalau misal mirip Abang? "


"Asal jangan sikap playboy Abang saja yang mewarisi. "


"Abang setia Yank, nggak pernah mendua."


"Iya dengan jawaban yang sama, Saya percaya kok. "


*****


"Abang, hari ini ada rajia kendaraan bermotor." Ucap Firza sambil memperhatikan Saphira yang sedang mengancing seragam cokelat nya.


"Rajia gabungan? " Tanya Saphira.


"Nggak, hanya dari Polsek sini saja." Jawab Firza.


"Eh.. Bang. "


"Kenapa? "


Cup


Firza tersenyum lalu membalas ciuman Saphira namun ini sangat lama tidak sesingkat Saphira hanya mengecup.


"Tumben." Ucap Firza.


"Abang."


"Apa? "


"Boleh minta sesuatu nggak? "


"Apa? "


Saphira memperlihatkan ponsel nya dan menunjukkan sebuah kalung Mutiara dengan model keluaran terbaru.


"Belikan ini ya? " Pinta Saphira.


"Iya, berapa sih itu, yang Ayank ingin kan pasti Abang belikan. "


"Serius." Ucap Saphira.


"Makasih." Ucap Saphira memeluk tubuh Firza.


"Sama - sama sayang, Abang berangkat Dinas dulu. "


"Hati - hati. "


"Iya sayang. "


******


"Bang Firza apaan nih? " Saphira membuka sebuah Amplop dokumen dari dalam laci lemari pakaian nya.


Dibuka nya berupa kwitansi senilai ratusan juta sebuah pembelian rumah dan beberapa furniture.


"Abang beli rumah, ini rumah buat siapa? " Tanya Saphira.


"Kalau buat kami, kenapa nggak bilang dulu." Ucap Saphira masih bertanya - tanya.


Saphira pun membuka kembali dan terdapat perjanjian jual beli atas nama dan tanda tangan Firza.


"Berarti ini rumah punya Bang Firza. " Saphira pun membuka sebuah map dan ternyata sebuah sertifikat rumah atas nama Firza.


"Benar, Bang Firza beli rumah dan alamat nya di daerah sini. " Ucap Saphira kembali.


"Tante, Niko mau susu. " Ucap Niko yang tiba - tiba datang.


"Iya sayang. " Ucap Saphira langsung memasukan kembali pada tempat nya.


***


"Tante, Bobo sini. " Ucap Niko sambil memegang botol susu nya di atas tempat tidur sambil tiduran.


"Nih Tante disini, Niko tidur aja. " Ucap Saphira.


Niko pun memejamkan matanya dan langsung tertidur dengan karet dot yang masih menempel di mulut nya.


Saphira pun dengan pelan melepaskan karet dot dari mulut nya dan meletakkan di samping nya.

__ADS_1


Terdengar langkah suara kaki, Saphira langsung bangun dari duduk nya dan berjalan ke luar.


"Abang." Sapa Saphira langsung mencium punggung tangan nya.


"Kok sepi, mana Niko? " Tanya Firza.


"Tuh, baru saja tidur. " Jawab Saphira.


"Tumben."


"Capek mungkin, seharian main sama karyawan Resort. "


"Yank, di tas Abang kamu buka deh."


"Apaan Bang? "


"Buka aja. "


Saphira pun menuruti kata suaminya dan mengambil tas slempang milik Firza. Saat di buka terdapat sebuah kotak sedang warna cokelat.


"Abang, ini apa? " Tanya Saphira.


"Buka aja. " Jawab Firza.


Saphira pun membuka kotak tersebut dan terlihat sebuah kalung mutiara keinginan nya.


"Abang."


"Iya, Abang belikan untuk kamu."


"Makasih Bang. "


"Sama - sama sayang."


Firza mengambil kalung mutiara tersebut lantas memakai kan nya pada leher istri nya.


"Abang kok cepat banget sudah beli. "


"Apa yang kamu ingin kan, harus ada hari ini."


"Makasih Bang, makasih . Saphira sangat senang, ini bagus banget. "


"Apalagi yang pakai itu kamu, cocok banget Yank. "


Firza membalikkan tubuh Saphira lalu mencium bibir nya, mereka berdua saling berciuman dan *******.


"Om Tante, kenapa pada gigit - gigit an? "


Firza dan Saphira saling menjauh saat dengar Niko bangun sudah ada di depan pintu kamar.


"Ah.. tadi itu ada hewan kecil nakal banget, susah di buang nya. " Ucap Firza bohong sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"Dasar nih, bisa nya meresahkan. Di kasih apa sama Bang Juni dan Kak Imelda. Sebelas dua belas kayak Bang Juni bisa nya meresahkan." Ucap Firza dalam hatinya.


*****


"Makasih ya sudah di repot kan sama Niko." Ucap Imelda.


"Nggak kok kak, nggak merasakan di repot kan." Ucap Saphira.


"Bang Juni. " Bisik Firza.


"Apa? "


"Anak Abang meresahkan. "


Juni menatap bingung ke arah adik ipar nya, dan menarik tangan Firza.


"Kamu di apakan sama Niko? " Bisik Juni.


"Wah.. Abang pasti pernah? "


"Pernah, sampai kena marah kakak kamu."


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2