
"Kenapa begini? Bukan nya kalian bucin akut." Ucap Soraya.
"Ya nggak cocok, dia cemburu an, curiga berlebihan dan bisa nya marah - marah. Ngapain pertahankan pria seperti dia. " Ucap Saphira.
Soraya, Hani dan Lila hanya saling melirik. Dan mereka pun melirik ke arah pasangan nya yang sama - sama meminta penjelasan.
"Sayang tahu, kalau kalian cerai. " Ucap Ilham.
"Nikah minta cepat - cepat, cerai juga cepat. Kalian ini mempermainkan pernikahan." Ucap Alvin.
"Kalau nggak cocok harus bagaimana? Lanjut saja percuma. " Ucap Firza.
"Nggak bisa ngomong kita. " Ucap Bayu.
Semua nya berphoto dengan kedua mempelai, Tika dan Ari yang tidak tahu cerita hanya saling berbisik sehingga Hani menjelaskan apa yang terjadi.
"Ya ampun, di hari pernikahan kami bukan nya dapat kabar bahagia tapi kabar tidak bahagia." Ucap Tika.
"Benar Yank, benar - benar di luar pikiran kita semua. "
Saat duduk di satu meja, Saphira duduk bersebrangan dengan Firza. Tampak seperti sama - sama tak ada beban, mereka saling mengobrol dengan para Sahabat nya. Tapi tidak dengan Sahabat - sahabat nya yang saling memikirkan perasaan mereka.
"Bang, saya ikut mobil Abang saja ke Bandara. Nanti sore berangkat kan? " Tanya Saphira pada Alvin.
"Iya, kita berangkat sore. " Jawab Alvin sambil melirik ke arah Firza yang sedang mengobrol dengan Bayu.
"Apa kamu tahu Saphira akan pergi beberapa hari? " Tanya Alvin berbisik pada Firza.
"Peduli apa saya Bang, dia bukan apa - apa saya lagi. " Jawab Firza santai.
"Astagfirullah, mereka benar - benar. " Ucap Alvin mengelus dada.
*******
"Dek, jawab jujur sama kedua Abang kamu sebelum kita ini berangkat. " Ucap Juni.
"Tentang pernikahan saya? " Ucap Saphira.
"Iya, lantas siapa lagi. " Ucap Juni.
"Abang sudah lihat kan, bagaimana cara bicara saya. "
"Benar - benar kalian itu, apa di otak kalian nggak ada rasa untuk saling introspeksi diri, saling memaafkan dan saling dewasa. Apa di otak kalian sudah buntu. " Ucap Juni.
"Abang ini berharap kalian dewasa, sebenarnya kalian itu umur tua tapi kelakuan anak - anak. " Ucap Alvin.
Imelda dan Soraya hanya diam mendengarkan suami mereka sedang menasehati Saphira.
"Kalau Papah Mamah sudah tahu, tapi Papi Mami belum tahu. Jadi intinya Firza sudah talak kamu belum? " Tanya Imelda.
"Dia hanya bilang jalan masing - masing, terus pergi. " Jawab Saphira.
"Dia belum talak Bang, masih ada waktu." Ucap Imelda.
"Saya sudah nggak mau. " Ucap Saphira.
"Dari Firza nya juga tadi dari cara bicaranya saja sudah berbeda. " Ucap Alvin.
"Abang juga terserah saja, kalian yang jalani. Seperti nya sebuah nasihat itu percuma."
__ADS_1
******
Tiga hari sudah Saphira pergi bersama kedua Abang nya, Firza pun tak ingin mendengar kabar dari Saphira.
Firza pun di sibuk kan dengan berbagai kegiatan sehingga sedikit melupakan masalah yang sedang dirinya hadapi.
"Ini undangan, nanti datang. " Ucap Ilham.
"Iya pasti, masa Sahabat sendiri nggak datang." Ucap Firza.
"Kamu akhir - akhir ini sibuk sekali? " Tanya Ilham.
"Saya sedang ada kegiatan menggantikan Bang Juni sam Pak Kapolres jadi nggak ada waktu santai. " Jawab Firza.
"Kamu nggak ingin tahu kabar Saphira?"
"Saphira saja nggak ingin tahu kabar saya, ngapain juga ingin tahu kabar Saphira. " Ucap Firza sambil menumpuk Map nya.
"Sebenarnya kamu masih cinta kan? "
Firza hanya diam dan terus berjalan meninggalkan Ilham.
******
"Pesawat kita sore, sebelum pulang apa masih ingin bersenang - senang dulu. " Ucap Juni.
"Bang, saya disini dulu ya. " Ucap Saphira.
"Kamu nggak jadi pulang hari ini? " Tanya Juni.
"Masih ingin tinggal, boleh ya liburan beberapa hari saja. " Jawab Saphira.
"Nggak apa - apa Bang. " Ucap Saphira.
"Apa perlu Abang telepon Firza untuk temani kamu liburan? " Sindir Alvin.
"Ih.. nggak lah, ngapain dia. " Ucap Saphira.
Hahahaha
"Barang kali nanti Abang kasih tahu dia."
"Jangan Bang Alvin, terus jangan sebut nama dia lagi. "
"Yayayaya nggak akan sebut lagi tapi tadi hanya mengingat kan. " Ucap Alvin.
*******
Saphira berkeliling kota dengan sebutan sejuta surga dunia, karena kota ini menjadi spot untuk para wisatawan lokal maupun mancanegara sering berkunjung kemari.
Saphira memilih berbagai cenderamata berupa gelang, berbagai pilihan nya dirinya masukan kedalam kantong kecil.
"Mba, ini langsung di total. " Ucap Saphira.
"Baik mba, mau pembayaran cash atau debit?" Tanya kasir.
"Cash saja. " Jawab Saphira.
******
__ADS_1
Firza yang baru sampai kost an, langsung merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur, dan saat mengecek ponsel nya banyak notifikasi postingan Saphira.
Firza melemparkan ponsel nya di samping dan memejamkan matanya, namun rasa penasaran timbul pada dirinya.
Di buka nya notifikasi tersebut, banyak postingan photo - photo Saphira yang tengah berlibur.
"Kamu seperti nya bahagia sekali ya sendiri." Ucap Firza saat melihat photo - photo terbaru Saphira.
Firza terus meng scroll ke atas melihat postingan Saphira, lalu langsung melemparkan jauh ponsel nya dan Firza memejamkan kedua matanya.
Tengah malam, Firza terbangun dan langsung mengambil minum dari dalam kulkas. Saat melihat menunjukkan pukul 2 dini hari.
"Kenapa mimpi nggak enak sekali sih, kenapa jadi nggak enak banget. " Ucap pelan Firza.
*****
"Sekarang Saphira nya mana? " Tanya Pak Hilman yang baru tiba dari luar negeri.
"Dia masih liburan. " Jawab Juni.
"Papi nggak habis pikir, menikah dadakan, cerai juga mendadak. Apa - apa an ini. " Ucap Pak Hilman geram.
"Sabar Pap, mereka hanya kurang dewasa saja. " Ucap Alvin.
"Mami bingung, mau komentar apa." Ucap Ibu Meri.
"Segera kamu hubungi Saphira, suruh dia pulang secepatnya dan juga Firza harus datang serta kedua orang tua nya. Papi ingin segera selesai masalah ini. Papi sudah capek melihat masalah yang sama ini. " Ucap Pak Hilman.
"Iya Pap, nanti saya coba hubungi Saphira untuk pulang hari ini. " Ucap Alvin.
Alvin mencoba menghubungi Saphira namun tak kunjung di angkat, Alvin mencoba terus tapi tetap sama. Hingga Alvin meng chat Saphira untuk segera pulang.
"Sudah Alvin chat, soalnya nggak di angkat."
******
Arrrggghhh
"Sesak banget ini dada Ya Allah. " Firza terus menyangga kedua tangan nya di kedua sisi meja.
Saat itu terdengar suara dering ponsel dengan nomer yang tidak di kenal. Firza pun langsung mengangkat ponsel nya, dan saat menerima panggilan tersebut Firza langsung merasakan degup jantung yang sangat kencang dengan kedua kaki yang begitu sangat lemas.
"Baik, saya akan segera kesana. Terima kasih informasi nya. " Ucap Firza.
Juni membuka ponsel nya dan membaca pesan dari Firza, kedua kaki Juni pun ikut merasakan lemas dan langsung menatap kedua orang tua nya.
"Ada apa Juni? " Tanya Ibu Meri.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1