Pak Polisi I Hate You But I Love You

Pak Polisi I Hate You But I Love You
Nikmat Jadi Orang Tua


__ADS_3

"Abang, sakit sama geli tahu. "


"Kodrat Yank, namanya juga pertama punya anak. Ini air susu nya juga kan banyak keluar. Masa anak kita pake sufor. "


Saphira memberikan Asi ekslusif untuk Ajeng, dengan lahap nya Ajeng menyusu. Firza tak henti memainkan jemari kecil milik Ajeng.


"Aduh.. cucu Oma, sedang mimik Asi ya. " Sapa Ibu Meri.


"Iya nih Mah, Ajeng lahap. Lihat tubuh nya saja satu minggu sudah kelihatan." Ucap Firza.


"Mah, saya belum tengok bayi nya Abang, gimana kabar Soraya? " Ucap Saphira.


"Soraya sudah baik, baru tadi pagi dia pulang. Tapi anak nya kurus banget, jadi harus ekstra perhatian. " Ucap Ibu Meri.


"Saya lihat di group, bayi nya sehat tapi kurus Mah. " Ucap Firza.


"Iya, karena dia melahirkan usia 8 bulan dan ada sesuatu gitu. " Ucap Ibu Meri.


"Padahal Soraya sehat loh Mah, saya tahu gaya hidup nya. " Ucap Saphira.


"Katanya virus, tapi nggak tahu juga. Alvin sangat tertutup, Bunda nya juga sama nggak tahu kenapa nya. "


"Kok Abang gitu. "


"Mungkin nggak mau semua orang khawatir, jadi Bang Alvin sama Soraya mending diam." Ucap Firza.


"Nanti kalau kamu sudah pulih banget bisa tengok ponakan kamu. " Ucap Ibu Meri.


****


"Ih.. lucu Baby Ajeng. " Ucap Lila.


"Jadi ingin cepat lahiran. " Ucap Tita.


"Enak tahu punya baby, ada teman nya. " Ucap Saphira.


"Bang Bayu kapan ya ngajak kawin. " Ucap Hani.


"Bang Bayu kapan katanya kawin, nikah aja belum sudah nanya kawin. " Teriak Tita.


Bayu yang sedang mengobrol bersama Firza, Ilham dan Ari hanya melirik ke arah pasangan mereka.


"Kalian sudah tengok ponakan saya? " Tanya Saphira.


"Sudah, kasihan ya Baby nya kurus banget." Jawab Hani.


"Saya belum tengok, suami juga lagi sibuk." Ucap Saphira.


"Ya Soraya pasti ngerti lah kamu juga sama seperti dia habis melahirkan." Ucap Lila.


"Iya, saya juga belum berani bawa Ajeng jauh - jauh walau naik mobil juga. " Ucap Saphira.


"Kata orang tua, sebelum empat puluh hari jangan dulu keluar. " Ucap Tita.


"Iya benar itu. " Ucap Hani menimpali.


"Kamu sudah berapa bulan hamil? " Tanya Saphira.


"Baru mau masuk tiga bulan." Jawab Tita.


"Kalau saya belum di kasih saja, padahal Bang Ari sudah mau punya anak." Ucap Lila.


"Sabar, kalau sudah rejeki pasti di kasih." Ucap Saphira.


"Amin." Ucap Lila.


*****


"Bang." Sapa Firza saat bertamu di rumah Alvin.

__ADS_1


"Saphira mana? " Tanya Alvin


"Di rumah Bang, kasihan Ajeng masih kecil di ajak perjalanan jauh." Jawab Firza.


"Soraya mana? " Tanya Firza.


"Ada di kamar sama Baby Haikal. " Jawab Alvin.


Firza dan Alvin berjalan ke arah kamar Haikal, dan terlihat Soraya tengah memberikan susu dalam botol.


"Bagaimana keadaan Haikal? " Tanya Firza.


"Alhamdulillah ada perubahan di tubuh nya, kita selalu fokus perhatikan untuk Haikal. " Jawab Soraya.


Firza mengambil Haikal dan menggendong nya, ponakan nya begitu sangat anteng saat di dalam gendongan Om nya.


"Bagaimana dia akan tumbuh, Haikal adalah titipan nya. Kalian harus sayang sama Haikal, Insya Allah apapun kekurangan kamu kelak kamu akan menjadi anak yang paling di banggakan oleh Mamah Papah kamu." Ucap Firza.


Soraya meneteskan air matanya, Alvin lalu mengusap punggung istrinya.


"Haikal melahirkan cepat karena ada masalah, Soraya terkena gejala kanker dan mengalami kontraksi awal, kanker nya tak di ketahui hingga Haikal terkena dampak nya. " Ucap Alvin.


"Ya Allah Bang, kenapa nggak cerita. " Ucap Firza.


"Kami nggak mau semua nya khawatir karena sakit nya saya. Bulan depan, rencana kami akan ke Amerika, fokus untuk pengobatan saya. Bang Alvin akan bersama saya disana."


"Terus Haikal? " Tanya Firza.


"Haikal akan bersama Nenek nya, Bunda Hasna." Jawab Alvin.


"Semoga cepat pulih. " Jawab Firza.


*****


"Apa Bang? Kanker. " Ucap Saphira kaget.


"Kasihan Soraya, semoga Soraya bisa sembuh. Saya belum sempat menengok nya."


"Soraya juga paham."


"Terus anak nya? "


"Sama Bunda Hasna."


"Semoga ini yang terbaik buat mereka."


****


Tengah malam Ajeng menangis tak henti - henti nya, Saphira terus menimang agar tangis nya berhenti . Namun tangis nya tetap tak berhenti, sedangkan jam baru menunjukkan pukul dua dini hari.


"Bang, Abang bangun. Jangan tidur terus ini Ajeng nangis terus Bang. " Ucap Saphira.


"Abang ngantuk Yank, baru saja tidur habis jaga orang hajatan. "


"Tapi ini Ajeng nangis terus Bang, jangan enak buat nya saja. "


Firza membuka kedua matanya dan langsung terjaga. Mata Firza melihat Ajeng menangis hingga membuat Saphira stress.


"Sama Papah dulu yuk. " Ucap Firza dengan suara khas orang bangun tidur.


"Kenapa sayang? " Tanya Firza.


Ajeng berhenti menangis saat dalam gendongan Firza.


"Kamu mau sama Papah Nak, kan Papah bobo sama kamu sayang. "


"Ajeng mau sama Papah nya kali Bang." Ucap Saphira.


"Jelas dong, gimana juga adanya kamu karena Papah. "

__ADS_1


"Terus banggakan diri, depan anak sombongnya minta ampun."


"Yaiyalah Mah, sombong diri sendiri buat anak nggak masalah. Nggak ada undang - undang nya. "


"Ya sudah, Mamah mau tidur. Nanti kalau minta susu tolong bangun kan Mamah. " Ucap Saphira langsung terpejam matanya.


Hingga Adzan shubuh baru terdengar, mata yang sudah lima watt terus di pertahankan. Karena Ajeng yang tidak mau di baringkan.


"Sayang, sama Mamah dulu ya papah capek."


Namun Ajeng menangis saat Firza akan membaringkan Ajeng.


"Nak Papah capek, gantian sama Mamah ya."


Saphira membukakan kedua matanya, dan melihat Ajeng yang tertidur di dalam gendongan Firza.


"Bang, coba baringkan." Ucap Saphira dengan suara khas orang bangun tidur.


"Ajang menangis Yank, kalau di baringkan. "


"Coba saya yang ajak." Ucap Saphira.


Saphira mengambil alih Ajeng dari gendongan suaminya.


"Alhamdulillah." Ucap Firza setelah bebas dari gendongan Ajeng.


Firza langsung merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur. semua tubuh yang capek langsung hilang .


"Bang."


"Iya kenapa? "


"Abang langsung tidur? " Tanya Saphira.


"Ngantuk Yank. " Jawab Firza.


"Saya juga ngantuk Bang, tapi Ajeng belum bobo."


"Baringkan saja, "


"Sayang, bobo ya. Kasihan sudah mau pagi. " Ucap Firza.


Saphira pun membaringkan tubuh Ajeng xdi box bayi, sedangkan Firza sudah tertidur hingga suara dengkuran terdengar .


"Bang,hey..!!"


Mata Firza yang merah karena baru bangun tidur terlihat sangat jelas di mata Saphira.


"Kenapa Yank? "


"Abang bobo? " Tanya Saphira.


"Kenapa? "


"Mandi dulu. "


Firza menutup kembali matanya dan langsung memeluk bantal guling.


"Abang, bangun ya.. masa tidur lagi."


" Abang ngantuk Yank, kamu tolong hargai suami kamu ini."


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2