
"Mana berkas kamu? " Tanya Juni.
"Saya pending dulu Bang. " Jawab Firza.
Juni lalu menarik kursi nya dan duduk berhadapan dengan Firza.
"Kenapa tiba - tiba di pending? " Tanya Juni penasaran.
"Saya pikir - pikir lagi Bang ." Jawab Firza.
"Apa kamu sedang punya masalah? "
"Nggak ada Bang, masalah pindah tugas nanti saya bicarakan lagi sama Abang. "
"Baik, itu terserah kamu. Tapi kalau kamu mau, nanti Abang urus. "
"Iya Bang, terima kasih. "
"Firza, Abang hanya ingin ingat kan sama kamu. Pernikahan itu bukan untuk mainan, dan ingat menikah itu harus sekali dalam seumur hidup. Asal kamu tahu, jangan sekali - kali kamu hancur kan pernikahan. Ingat, kamu sudah memilih siapa yang akan menjadi pendamping kamu untuk di surga."
"Iya Bang, saya paham. "
****
Firza mencoba menghubungi Saphira namun tak juga di angkat, hingga di chat pun hanya di baca tak di balas.
"Ini kenapa sih, suami chat baik - baik malah dibaca doang, di telepon nggak di angkat. Kamu mau nya apa sih Saphira.
Firza langsung mengambil kunci motor nya dan jaket , setelah menghubungi Saphira yang tak kunjung di jawab.
*****
" Terima kasih untuk kunjungan di Destani Resort, saya sangat bahagia sekali kalian sekeluarga memilih Resort ini menjadi tempat bermalam liburan kalian. "Ucap Saphira.
" Kami yang sangat berterima kasih, karena Karyawan disini sudah membantu menjaga privasi kami dan tanpa ada wartawan yang mendatangi Resort. Hanya liburan ini yang membuat keluarga kamu tenang, sampai di pantai pun semua nya steril dari Paparaji." Ucap Ivana.
"Benar, nanti kapan - kapan lagi kami akan kemari lagi. " Ucap Mark.
"Terima kasih, nanti saya akan kasih diskon 50 persen bila kalian datang kemari lagi. Dan rekomendasi dari Hilman Group hotel yang tersebar dari ujung barat sampai ujung timur semua nya ada. " Ucap Saphira.
"Pasti, kami akan memilih penginapan dari Hilman Group. " Ucap Mark.
Saphira mengantar Tamu spesial nya yaitu sepasang arti papan atas yang selalu di buru para wartawan dimana pun berada.
Setelah Mobil Ivana dan Mark berlalu, Firza turun dari motor nya. Saphira menyuruh kedua karyawan nya untuk pergi dahulu.
Firza menatap kesal ke arah Saphira tapi berbeda dengan Saphira yang menatap hangat dan langsung mencium punggung tangan nya.
__ADS_1
"Kenapa telepon Abang kamu tak angkat dan tak jawab semua chat Abang? "
"Tadi ada Tamu yang mau pamit, dia artis Bang. " Ucap Saphira.
"Apa tidak bisa angkat sebentar atau balas, kamu tahu tadi sampai sepuluh kali. "
"Maaf Bang, nggak enak . "
"Kamu bisa pergi sebentar kan. "
Saphira menarik nafas nya dalam - dalam dan berjalan meninggal kan Firza.Namun saat sedang berada di lobi tangan Firza menarik tangan Saphira hingga memercing sakit.
"Abang sakit. "
"Kamu nggak sopan ya. "
"Abang yang nggak sopan, Abang yang tidak pernah paham. Bawaan nya curiga dan selalu emosi. Silahkan Abang lihat CCTV, saya tadi sedang apa. Ada etika Bang, tapi Abang seperti itu. Cemburu, curiga boleh Bang tapi jangan berlebihan. "
Saphira berjalan meninggal Firza, para staf nya melihat kejadian itu lantas Firza menyusul langkah kaki Saphira yang semakin menjauh.
"Yank, Abang seperti ini karena kita LDR an. Abang sedang mengurus surat pindah kesini."
"Nggak usah pindah Bang, percuma kita tinggal satu atap. Ternyata kita memang nggak cocok, saya sudah nggak tahan sama sikap Abang. "
"Maksud kamu apa? "
"Abang kenapa sih, marah terus bisa nya kesal terus. "
"Bang, saya itu tipe orang yang nggak bisa lama marah. Apalagi sama suami, tapi kalau Abang begini sih saya mundur. Mending kita seperti dulu saja. Kita cerai kita jadi Sahabat. "
"Jadi, kamu ingin kita akhiri? "
"Iya, saya nggak kuat Bang. "
Firza hanya diam dan mengepalkan kedua tangan nya dengan menatap ke arah Saphira.
"Baik, kita memang nggak cocok. "
"Iya kita memang nggak cocok. "
"Baik kalau itu mau kamu, kita sendiri - sendiri." Ucap Firza langsung pergi meninggalkan Saphira.
"Pergi yang jauh, kita nggak akan bisa akur Bang. " Teriak Saphira.
*****
"Dasar, punya suami sukanya marah - marah. Mending nggak punya suami sekalian. " Ucap Saphira sambil merobek - robek photo Firza.
__ADS_1
"Cinta apaan, bawaan nya curiga. Dari awal juga kita ini nggak akan bisa bersatu walau kita memang saling cinta juga. " Ucap Saphira kembali.
*****
"Istri apaan, suami pergi nggak malah mencegah itu sih malah suruh pergi yang jauh. " Ucap Firza kesal.
"Kita memang nggak akan pernah cocok, kita hanya bisa bertengkar dan bertengkar. " Ucap Firza kembali.
*****
"Firza, kok setelah menikah kamu nggak pernah bawa Saphira kemari? " Tanya Ibu Soraya.
"Iya, bukan nya besok Tita dan ari akan menikah. Dan setelah itu kalian, sampai sekarang kamu belum ajukan pernikahan kalian. " Ucap Pak Farhan.
"Kita batal Pah, kita sekarang jalan sendiri - sendiri. " Ucap Firza langsung kedua orang tua nya saling menatap.
"Kamu cerai? " Tanya Ibu Soraya dengan hati - hati.
"Cerai sih nggak, tapi kita memilih jalan masing - masing. "
"Sampai kapan? Cara kamu itu sama saja menyiksa dia. Kalau kamu ingin cerai, sekalian talak., kalau tidak pertahankan pernikahan kalian cari solusi untuk masalah kalian. " Ucap Pak Farhan.
"Saya ingin pisah saja. "
******
Pernikahan Tita dan Ari berlangsung sangat hikmad, terlihat wajah bahagia kedua mempelai. Para Sahabat nya pun hadir, namun terlihat Saphira dan Firza berjaga jarak sehingga membuat para Sahabat nya terus bertanya.
"Kalian kok diam - diaman? " Tanya Hani.
"Perasaan kalian saja. " Jawab Saphira.
"Nggak deh, kami yakin kalian itu sedang bertengkar. Dan ingat pernikahan kalian baru dua minggu. " Ucap Lila.
"Saya sama Firza jalan sendiri - sendiri."
Sontak ketiga Sahabat nya kaget tak percaya, pernikahan hanya baru hitungan hari sudah tak seindah saat pertama menjadi pasangan suami istri.
"Serius? " Tanya Soraya.
"Serius, emang nya kenapa? Kita memang nggak akan pernah cocok. " Jawab Saphira santai.
.
.
.
__ADS_1
.
.