Pak Polisi I Hate You But I Love You

Pak Polisi I Hate You But I Love You
Rasa Sakit nya Hati


__ADS_3

Terlihat Sinta dan Firza masuk bersamaan ke dalam Resto saat makan siang, Saphira berjalan gontai menuju ke arah mereka untuk memberikan buku menu.


"Selamat siang, silakan untuk pilih menu nya." Ucap Saphira.


"Ehm... Bang, mau makan siang sama apa?" Tanya Sinta pada Firza.


"Ehm.. lagi ini makan nasi uduk, minum nya es Teh manis saja. " Jawab Firza.


"Mba, Nasi uduk dua sama es teh manis dua." Ucap Sinta lalu Saphira langsung mencatat nya.


"Loh, kok pesan nasi uduk. kan ada santan nya bukan nya kamu nggak makan yang mengandung santan ya? " Tanya Firza.


"Mulai sekarang, saya akan belajar makan apa saja seperti Abang. " Jawab Sinta.


Seketika Saphira ingin muntah, dan mulut nya berkomat - kamit di depan mereka.


"Mba, kok belum pergi. Kita sudah loh pesan nya. " Ucap Sinta.


"Oh iya, sudah ya. " Ucap Saphira dengan malas.


**


"Mulai hari ini, saya akan makan apa saja yang Bang Firza makan. Preeeetttt...!!! " Ucap Saphira menirukan ucapan Sinta.


"Nih, kasih ke mantan kamu. " Ucap Anya.


"Mantan, mantan enak saja manta. Jadian aja belum." Ucap Saphira.


"Kan Mantan calon suami." Ucap Anya.


"Iya, Mantan ya. "


Saphira pun membawa pesanan Firza dan Sinta pesanan Nasi uduk dan Es teh manis.


"Selamat menikmati. " Ucap Saphira.


"Terima kasih mba. " Ucap Sinta.


"Mantan Abang nggak apa - apa dia? " Tanya Sinta saat Saphira memutar tubuh nya untuk kembali bekerja.


"Dia saja nggak punya rasa sama Abang, ya nggak apa - apa. Rasa cemburu juga tak punya. Sudah lah jangan hiraukan dia, lebih baik kita fokus sama hubungan kita. " Ucap Firza yang di dengar Saphira.


Saphira dari jauh melihat kedua nya, dengan menyobek - sobek tissue hingga menumpuk di atas meja


"Astaga.. Saphira. " Ucap Willy.


"I - iya bos. " Ucap Saphira kaget.


"Lihat ulah kamu, satu kotak tissue kamu sobek - sobek. Bisa rugi resto saya gara - gara tissue yang kamu buang begitu saja."


Saphira hanya tersenyum dan membersihkan bekas sobekan tissue yang dia lakukan.


"Heeee... maaf Bos, nanti saya ganti. " Ucap Saphira.


"Ganti - ganti, cepat kerja lagi." Tegur Willy.


******

__ADS_1


"Alhamdulillah, akhirnya sidang skripsi kita lolos. " Ucap Hani.


"Kita lulus sama - sama. " Ucap Tita.


"Akh.. habis wisuda kita nikah... Bang...!!! " Teriak Soraya.


"Cieeee yang mau nikah, saya juga nggak mau kalah dong mau nikah juga." Ucap Lila sambil menunjukkan jari manis nya yang sudah terselip cincin.


"Cieee.. akhirnya Ilham lamar kamu, dan ngajakin nikah. " Ucap Soraya.


"Kalau Raul, cari kerja dulu. Saya juga sama." Ucap Hani.


"Kalau Bang Ari sih, sama ngajak nikah juga. Nih lihat kalung ini pemberian waktu lamaran kemarin." Ucap Tita.


"Akh... selamat...!!! " Ucap Hani langsung berpelukan tidak dengan Saphira hanya tersenyum kecut.


"Jadi kalian semua pada nikah, terus kalian nggak mikirin itu Ijazah? " Tanya Saphira.


"Say, kita ini pacaran sudah lama. Apa mau hubungan begini terus, nggak kan. Lagian para calon suami kita memberikan kebebasan tapi saya memilih berhenti kalau sudah punya anak. Karena anak itu harus dekat dengan orang tua nya. Mungkin ada sebagian dari kita sambil kerja, tapi asal bisa bagi waktu. Lagian tahu sendiri kan pasangan kita sudah mapan semua, kalau ada yang ngajakin serius masa di tolak, kapan lagi ada pria yang ngajak serius. Kita ini nggak mungkin seperti ini terus." Ucap Soraya.


"Benar, kira tidak akan selamanya main - main terus ada kala nya serius. Masalah ijazah kami akan bekerja dan bagi waktu. Tapi kalau kata suami di rumah saja, jadi ibu rumah tangga ya no problem kan semuanya kalau sudah nikah harus atas ijin suami." Ucap Lila.


Saphira hanya tersenyum kecut mendengar penjelasan para Sahabat nya, sedangkan kan dirinya merasakan sesak di dada.


*****


Malam minggu tiba, semua chat hanya di balas para Sahabat nya sedang ada acara dengan para pacar nya dan sebuah notif di group mereka sedang mengadakan kencan bersama.


Sebuah photo kiriman Soraya di group geng Narsis terlihat sedang berada di sebuah Mall setelah menonton bioskop.


Mata Saphira membulat lebar saat melihat Firza menggandeng Sinta, terlihat tangan Firza merangkul pinggang Sinta. Seketika hati Saphira merasakan sangat sakit.


******


Pintu kamar terbuka bersamaan, Firza melihat kedua mata Saphira membengkak. Lalu Firza menghampiri Saphira.


"Sapi, itu kedua mata kamu kenapa? " Tanya Firza.


Seketika Saphira kembali menangis, sambil menatap ke arah Firza.


"Kamu kenapa sih, kok nangis." Ucap Firza sambil menoleh ke kanan dan kiri.


Hiks.. hiks.. hiks...


"Eh... Sapi x kamu kenapa? Jangan sampai nanti di kira saya ngapa - ngapain kamu." Ucap Firza menenangkan . Lantas suara dering ponsel terdengar, dan Firza mengangkat nya.


"Iya sayang, nih Abang akan ke rumah jemput kamu. " Ucap Firza seketika tangis Saphira semakin keras dan langsung masuk membanting pintu nya.


Braaakkkk


"Kenapa sih tuh anak? " Ucap Firza.


******


"Kamu kenapa sih dek, Abang sedang kerja. Kamu kenapa nggak minta Bang Juni saja, dia lepas hari ini. " Ucap Alvin.


"Nggak mau, kalau Bang Juni nanti ceramahin Saphira. " Ucap Saphira sambil makan segala macam makanan yang di bawa Alvin atas perintah adik nya.

__ADS_1


"Kamu punya masalah? " Tanya Alvin yang langsung di geleng kan kepala oleh Saphira.


"Katakan jujur sama Abang, kamu kenapa?Abang ini sudah tahu kebiasaan buruk kamu itu, kalau sedang kesal atau bete pasti lari nya ke makan. "


"Saya hanya bete saja. "


"Bete kenapa? "


"Semua pada sibuk sama pasangan nya. "


"Loh, bukan nya kamu sudah terbiasa ya jadi anak jomblo. "


"Tapi ini kan beda, semuanya tampak beda."


"Beda apanya sih, sama saja akh. Mungkin kamu nya saja. "


"Boleh saya tanya sama Abang, tapi janji jangan cerita sama siapa - siapa. "


"Boleh, kamu mau tanya Apa? "


"Firza jadian sama Sinta? "


"Kalau iya kenapa? "


"Ya nggak apa - apa hanya nanya saja. Makan nya lebih baik saja menjauh dari kalian."


"Kok gitu, kamu mau meninggal para sahabat kamu? "


"Ngapain sih Bang, kalau saya harus jalan bareng lagi. Mau melihat Firza sama Sinta. "


"Tunggu, kamu cemburu sama Firza? "


"Nggak, saya nggak cemburu. "


"Jangan bohong kamu, itu namanya cemburu."


"Saya nggak cemburu Bang, dari awal saya nggak punya rasa. "


"Ya.. terserah kamu saja, sekarang Abang mau kembali ke kantor. Kalau butuh teman curhat hubungi Soraya calon kakak ipar kamu."


"Nggak, jangan kan Soraya. Tita,Lila dan Hani semuanya sibuk. "


"Soraya nggak sibuk? "


"Sekarang sedang di kantor, pulang kerja sih sama saja nggak ada waktu. Mereka pada sibuk mengurus buat pernikahan nya masing - masing. "Ucap Alvin


"Makan nya, nikah itu enak. Kamu malah nikah di batalkan. Nyesel kan sekarang, di tinggal nikah. " Celetuk Alvin.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2