Pak Polisi I Hate You But I Love You

Pak Polisi I Hate You But I Love You
Cerita Yang Telah Usai


__ADS_3

Dreeeettttt dreeettttt


Firza menatap ponsel nya berdering, matannya membulat lebar setelah melihat siapa yang menelepon nya.


"Satu abad baru sekali kamu yang pertama hubungi saya. " Ucap Firza saat tahu siapa yang menelepon nya, dan Firza pun mengangkat telepon nya.


" Hallo Assalamu'alaikum. " Sapa Firza.


"Walaikumsalam, kamu ada dimana? " Tanya Saphira dari seberang.


"Saya ada di kost an. " Jawab Firza.


"Tunggu dan jangan kemana - mana, saya mau ke sana. "


"Ada apa? " Tanya Firza penasaran.


"Pokok nya tunggu, jangan kemana - mana. " Jawab Saphira.


"Saya tunggu. "


"Saya on the way sekarang. "


*****


Tok... tok....


Ceklek


Saphira langsung saja menyerah kan boneka dan setangkai mawar yang sudah layu, Firza menatap nya bingung.


"Apa ini? " Tanya Firza.


"Saya kembali kan boneka dari kamu, dan ini setangkai bunga mawar yang sudah layu juga." Jawab Saphira.


"Iya, ini maksud nya apa? "


"Nggak perlu kasih ucapan untuk saya saat wisuda kemarin, cukup waktu kita bertemu saja kan. Nggak usah kirim - kirim hadiah, apalagi yang memilih itu pacar kamu. "


"Entar dulu, saya asli masih belum ngerti. Masalah hadiah ini saya nggak tahu menahu, dan ini juga saya nggak ngerasa kasih ke kamu. "


"Hah.. bukan kamu yang kasih? "


"Iya, lagian buat apa saya kirim hadiah ke kamu, bikin geer saja. Ucapan dari mulut saja sudah cukup, ngapain kirim boneka sama setangkai bunga mawar kasih ke kamu."


Saphira menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dan diam menundukkan kepala nya menahan rasa malu.


"Yakin kamu tidak bohong? " Tanya Saphira.

__ADS_1


"Yakin, saya nggak bohong. Dan ngapain juga bohong. " Jawab Saphira.


"Berarti, ini Sinta yang kasih. Maksud nya apa coba dia. " Ucap Saphira dalam hati.


"Kata siapa, itu pemberian dari saya? " Tanya Firza.


"Sinta yang katakan sendiri, makan nya saya kasih lagi ke kamu. Katanya dia yang pilih, dan meminta saya jauhi kamu. " Jawab Saphira.


"Jadi Sinta, maaf ya. "


"Kalau punya cewek, tolong jaga dia. Jangan di biarkan liar tak memiliki etika. Dan jaga perasaan nya, jangan orang lain yang menjadi sasaran nya. "


"Saya tidak mencintai nya, saya hanya perlu di cintai bukan mencintai. " Ucap Firza.


Saphira menatap ke arah Firza dan Firza menatap ke arah nya.


"Kenapa , kamu memberikan harapan pada Sinta. Kalau tak cinta jangan sakiti hatinya." Ucap Saphira.


"Ini semua karena kamu, kamu bohong atas perasaan kamu sendiri, kamu bohong tak cinta tapi nyatanya cinta. Kamu tahu, demi gengsi dan demi ego kamu pura - pura tak cinta dan membatalkan pernikahan kita. Apa kamu tidak berpikir bagaimana hati nanti, bukti nya kamu menangis dalam diam melihat saya bersama Sinta. Mungkin saya lebih baik seperti ini, saya sudah capek mengejar cinta kamu."


"Iya saya salah, jujur saya cinta sama kamu. Semuanya terlambat. " Ucap Saphira.


"Iya terlambat, karena saya sudah belajar melupakan kamu dan menerima Sinta."


Saphira berdiri dari duduk nya, dan meletakkan boneka di atas sofa.


"Cerita saya masih memiliki rasa sudah usai, jangan pernah datang kemari hanya untuk membahas masalah hati. "


" Saya pamit. " Ucap Saphira langsung pergi meninggalkan kost an Firza.


Firza hanya menatap ke arah boneka pemberian Sinta untuk Saphira, dengan segera memasukkan boneka itu kedalam paper bag dan membuang nya ke dalam tempat sampah.


******


"Abang, tumben jemput. " Ucap Sinta saat baru keluar dari Bank.


"Kenapa kamu bawa nama saya untuk pura - pura kasih hadiah ucapan selamat pada Saphira. " Ucap Firza.


"Si - siapa yang bilang? " Tanya Sinta.


"Saphira, dia bilang semuanya." Jawab Firza.


"Bohong dia. "


"Kamu sedang merencanakan apa, dari mulai kamu datangi rumah nya saya sudah curiga. Saya ingat kan sama kamu, jangan ikut campur urusan masalah hati saya dengan Saphira. "


"Abang bilang, jangan ikut campur urusan hati. Saya di anggap apa Bang, saya ini apa hah.. status itu penting, beratnya Abang itu karena dia. Cinta kalian telah usai, saya yang sekarang Bang. Saya berhak yang dapat cinta Abang, bukan dia. "Bentak Sinta.

__ADS_1


" Saya kan bilang, jalani saja dulu. Cocok kita lanjut, tidak cocok kita bubar. "


"Terus, maksudnya apa kalau begitu, Abang dekati saya? Apa hanya sekedar pelampiasan iya benar kan? "


"Maaf untuk itu, maaf kan saya. "


"Jahat kamu Bang, saya tulus cinta sama Abang, tapi apa balasan nya Abang. Saya hanya sebagai pelarian saja. "


"Maaf kan saya Sinta, maaf. Sejak awal kan saya bilang jalani saja dulu jangan menganggap ini serius. Kamu tahu kan hati saya ini, mulut bisa berbohong tapi hati tak bisa bohong. "


"Jadi sekarang Abang mau kita bagaimana?" Ucap Sinta.


"Tolong jangan ikut campur masalah saya dengan Saphira. Kalau kamu ingin tetap bersama saya, jangan pernah kamu buka kembali kisah lama. Hati saya masih sakit, dengan apa yang dia lakukan tapi nyatanya apa dia cinta, tapi tidak mau jujur. "


"Sekarang saya ingin tanya, Abang pilih dia atau pilih saya? "


Firza diam dan menatap ke arah Sinta, dengan kedua tangan nya dia kepalkan.


"Kita akhiri saja, bagaimana juga kita tidak cocok. " Ucap Firza.


Seketika air mata Sinta menetes membasahi kedua pipi nya, dan merasakan rasa sakit hati yang begitu dalam.


"Benar kata Abang, lebih baik di cintai dari pada mencintai. Terima kasih waktu yang telah Abang berikan untuk saya. "


Firza mengusap air mata Sinta, dan memegang kedua pundak nya.


"Semoga kamu mendapat kan pria yang benar - benar tulus mencintai kamu. Bukan pria yang seperti saya, dan maaf kan segala kesalahan saya selama ini. Terima kasih sudah mencintai saya, dan maaf saya tidak bisa membalas nya. "


"Semoga setelah ini kita tidak bertemu lagi Bang. " Ucap Sinta sambil melepas kan kedua tangan Firza yang ada di pundak nya.


Sinta pergi meninggalkan Firza yang masih berdiri mematung, hingga terdengar suara kendaraan nya pergi meninggalkan halaman parkiran Bank.


*****


"Kamu pimpinan resort saja, itu resort baru yang di didirikan di tepi pantai. " Ucap Pak Hilman.


"Ini sih, Saphira suka Pap. Saya kan suka pantai. " Ucap Saphira.


"Semoga kamu bisa pimpin resort dengan baik, dan promosikan resort kita hingga banyak wisatawan yang akan menginap disana. "


Saphira memeluk Pak Hilman dengan manja mencium kedua pipi kanan dan kiri Papi nya.


"Makasih Papi, sudah percayakan sama Saphira untuk memimpin resort disana." Ucap Saphira.


"Karena memang, usaha disana Papi kasih untuk kamu. Kedua Abang kamu sudah papi kasih usaha masing - masing, semoga kamu bisa memimpin nya. "


"Siap Papi. "

__ADS_1


__ADS_2