
Ajeng tertawa saat Firza terus mengajak bercanda, Ajeng yang sudah berusia 5 bulan tampak semakin bulat.
Firza terus mengajak bercanda dengan menciumi perut Ajeng, hingga tawa nya terdengar seisi ruangan.
"Anak Mamah lagi di ajak bercanda ya sama Papah. " Ucap Saphira mendekat.
"Ajeng semakin semok aja Mah. "
"Iya dong Papah, Ajeng kan minum susu nya banyak ya sayang. " Ucap Saphira.
"Mah, kalau Ajeng sudah 1 tahun nambah yuk."
"Nggak akh.. nanti Pah, usia 1 tahun sudah ada adik masih repot. "
"Kita kan asuh sama - sama Mah."
"Pah, asuh sama - sama bicara sih mudah. Tapi praktek nya. "
"Insya Allah Mah bisa, mumpung kita masih muda sekalian repot nya. "
"Nggak, Mamah mau KB. "
"Jangan KB. "
"Kok gitu sih, Papah enak tinggal tanam benih. Nih Mamah yang hamil 9 bulan."
"Banyak anak itu rameh Mah, Ajeng pasti nggak kesepian. "
"Nggak mau ya nggak mau, nunggu Ajeng besar. "
*****
"Yank, kamu kenapa sih kok tidur nya sama Ajeng. Sini sama Abang. "
"Nggak, takut jebol. "
"Takut jebol gimana? "
"Bang, setelah saya suci dari nifas. Abang itu nggak pernah Absen minta jatah, apalagi saya nggak KB nih Bang. Karena Abang. "
"Mamah sayang, masa sih menolak rejeki."
"Bodo amat. "
"Jadi benar nih, tidur sama Ajeng nggak mau sama Papah. "
"Iya nggak mau. "
"Ya sudah, Abang tidur di kamar sendiri. "
Setelah Firza pergi, Saphira menatap ke arah pintu kamar yang ditutup oleh Firza. Ada rasa bersalah menolak suami, dengan segera beranjak bangun menyusul suami nya ke kamar.
Saat membuka pintu kamar, tampak kamar gelap dan lampu tidur pun tak menyala. Saphira menyalakan lampu tidur, namun dari belakang Firza memeluk Saphira dengan menciumi tengkuk leher nya.
"Katanya nggak mau, tapi masuk kamar." Bisik Firza membuat bulu kuduk Saphira berdiri.
"Kalau menolak, istri berdosa Pah. " Ucap Saphira dengan menikmati setiap sentuhan Firza.
"Jadi gimana, mau kan? " Ucap Firza sambil menggigit kecil di leher Saphira.
Hingga tak tahan Saphira me******sah di saat jemari Firza menjelajah ke setiap permukaan.
Saphira membalikkan tubuh nya, lantas mencium bibir Firza, ciuman yang saling berbalas hingga mereka berbaring di tempat tidur dengan posisi Firza menindih tubuh Saphira yang hampir setengah tak memakai sehelai benang.
****
Firza langsung tertidur, saat mereka berdua bertempur hingga beberapa kali, Saphira keluar dari kamar nya dan menutup pelan lalu masuk ke kamar Ajeng.
"Anak pintar, tidurnya nyenyak banget ya. " Ucap Saphira.
pintu kamar terbuka, terlihat Firza dengan wajah bantal lalu beralih tidur di atas tempat tidur di sisi Box bayi.
__ADS_1
"Papah kok pindah ke sini sih? "
"Papah ingin tidur sama kalian."
"Dasar, ya sudah tidur. Nanti Ajeng bangun lagi. " Ucap Saphira.
******
"Bu, ada dua kamar yang harus di rehab."
"Kenapa? "
"Bagian atap ada yang retak. "
"Tolong jangan di tiduri sama tamu, segera perbaiki. "
"Baik Bu, nanti saya akan hubungi penanggung jawab Resort. " Ucap Wika.
"Iya, jangan sampai membahayakan pengunjung. "
"Baik, nanti saya jadwalkan untuk rapat renovasi. "
"Kamu atur saja. "
*****
"Kok bisa atap retak, apa yang dulu itu kerja nya nggak bagus apa ya, kan itu bangunan sudah memenuhi standar kan? "
"Itu pemborong nya juga sudah memang langganan dari Papah. "
"Kita harus usut. "
"Nggak usah Pah, yang penting kita sudah tahu saja bangunan nya ada yang retak. Nanti minta pengecekan ulang dan tidak memakai mereka. Masalah nya baru 3 tahun saja sudah begini, berarti kan ada dana yang di gulung tikar. "
"Rugi banyak dong. "
"Kalau rugi banyak jelas yang penting jangan pakai mereka lagi. Karena mereka mematikan rejeki sendiri. " Ucap Saphira.
*****
"Jadi, ada dua kamar yang harus di perbaiki?" Tanya Juni.
"Iya Bang, besok akan di rapat kan." Ucap Saphira.
"Papi nggak akan pakai mereka lagi." Ucap Pak Hilman.
"Iya Pap, bukti di Resort Saphira ini membuat kita hampir jadi tersangka. Bagaimana kalau memakan korban, pasti kita juga yang rugi. " Ucap Juni.
"Kalian sampai kan pada pemegang saham lain nya, jangan ada pakai jasa nya, dan mulai sekarang kita resmi putuskan kontrak kerja."
"Saphira akan laporkan besok."
*****
"Kenapa? " Tanya Firza.
"Dana yang keluar banyak Pah, hanya untuk perbaikan dua kamar. " Jawab Saphira.
"Lebih baik keluar banyak uang dari pada memakan korban. "
"Benar juga kata Papah. "
"Utamakan pelayanan dan kenyamanan pengunjung. "
***
"Tadi sudah di sampaikan dalam rapat, putus kontrak kerja. Kita pakai yang lain, atas semua ini Resort saya mengalami kerugian besar karena mereka memangkas dana nya dulu." Ucap Saphira pada Wika.
"Surat nya sudah saya layangkan, dan mereka tak merespon. " Ucap Wika.
"Ya sudah biarkan saja, masih untung kerugian ini dari kita tidak menuntut. Dan nanti kamu tolong selidiki alur uang saat proyek pembangunan Resort ini, karena pasti ada campur tangan orang dalam. "
__ADS_1
"Siap Bu, nanti saya akan segera laporkan bila ada sesuatu hal yang mencurigakan."
*****
"Pah ini susu hangat nya. "
"Makasih Mah, Ajeng mana? "
"Lagi main sama tetangga depan rumah. "
"Oh, kirain kemana. "
"Pah, lama nggak liburan. Kita liburan yuk."
"Bertiga? "
"Iya."
"Kemana? "
"Yang jauh, luar pulau. "
"Kita harus bawa bibi dong sama suaminya, kalau bertiga repot Mah. "
"Yasudah bawa saja mereka, hitung - hitung mereka juga ikut senang - senang. "
"Tapi Papah ajukan cuti dulu, Papah kan nggak seenak nya liburan. "
"Iya juga sih, kalau gitu yang sehari saja langsung pulang. "
"Kemana? "
"Ya terserah aja kemana, judul nya liburan."
"Mamah pilih ke mana, nanti Papah cari waktu pas Papah lepas. "
"Ok."
"Ajak mereka juga nggak apa - apa. " Ucap Firza.
"Nanti Mamah kasih tahu Pah. " Ucap Saphira.
*****
"Mau ya jalan - jalan, sambil jaga Ajeng juga."
"Neng, kita jaga rumah saja. Nggak enak, nanti ganggu waktu kalian. Mending Ajeng sama bibi saja. "
"Yah, nggak asik dong. "
"Benar nggak apa - apa, asal stok Asi nya saja yang banyak. "
"Gimana Pah? "
"Hitung - hitung bulan madu sehari ya bi? " Ucap Firza.
"Iya benar, mending seperti itu. Barang kali Neng Saphira sama Mas Firza ingin waktu berdua. "
"Ok, atur Mah. Mau nya Mamah kemana? "
"Mamah searching dulu Pah. "
*****
" Pah, kita kesini aja Bagaimana?" Tunjuk Saphira pada Firza memperlihatkan sebuah tempat wisata terbaru.
"Boleh Mah, kapan mau nya? "
"Papah lepas aja kapan? "
"Akhir pekan besok lepas. "
__ADS_1
"Ya sudah, kita on the way akhir pekan." Ucap Saphira antusias.