
"Yanto, saya mau bicara sama kamu." Ucap Firza menghampiri Yanto.
"Iya Pak. "
"Bukan nya kamu itu di pindah di hotel milik Pak Juni? " Tanya Firza.
"Iya Pak benar. " Jawab Yanto.
"Terus kamu sedang apa disini? " Tanya Kembali Firza.
"Maaf Pak karena saya bertanggung jawab di sini juga. " Jawab Yanto.
"Oh, begitu ya. "
"Benar Pak. "
"Sejak kapan kamu menyukai istri saya? " Tanya Firza yang membuat Yanto menatap ke arah Firza.
"Bapak tahu dari mana, kalau saya suka sama ibu? "
"Kamu berani ya menyukai istri orang, dan kamu berani jujur pada saya kalau kamu suka sama istri saya. Jadi kebaikan selama ini istri saya lakukan untuk kamu ternyata membuat hati kamu menyimpang. "
"Maaf kan saya Pak, saya salah. Tapi saya akui, dan mulai sekarang saya menjauh Pak dan memilih meminta untuk di tempat kan di Hotel yang jauh dari Ibu. "
"Masih berharap kerja di Hilman Group, kalau kamu berniat melupakan istri saya kamu keluar dari sini, cari kerjaan yang lain.. '
" Maaf Pak, mungkin sambil jalan."
"Saya kasih waktu kamu satu bulan bekerja di Hilman Grup. Kalau satu bulan kamu masih tetap disini, saya akan meminta Presdir langsung memecat kamu dan semua perusahaan besar dan kecil tidak akan menerima kamu untuk bekerja. Paham. "
"Paham Pak. "
"Bagus, kamu ingat di otak kamu. "
*****
"Abang dari mana? Saya siapkan makan malam. " Ucap Saphira sambil menata makanan untuk makan malam mereka berdua.
"Abang habis menemui Yanto." Ucap Firza yang membuat Saphira menghentikan kegiatan nya.
"Yanto, ada apa lagi? "
"Seorang pria tidak akan tinggal diam, bila tahu pasangan nya ada yang menyukainya bahkan mencintai. Sebelum terlambat saya akan menghalangi nya. "
"Maksud Abang apaan sih? Makin nggak ngerti. "
"Memang nya suami kamu nggak tahu apa, yang di bicarakan tadi berdua kamu sama Yanto. Dia suka sama kamu. "
"Jadi Abang tahu? "
"Kenapa, mau kamu tutupi? "
"Saya hargai perasaan dia, dan dia sadar salah. Saya pun maafkan dia, dan dia pun pergi jauh dan saya tempat kan di Hotel milik Papi yang di luar pulau. "
"Satu bulan saya kasih kesempatan dia kerja di Hilman Group, sebelum satu bulan dia harus sudah out dari Hilman Group. "
"Abang ancam Yanto? "
"Pantas Yanto suka sama kamu, karena kamu berusaha untuk membela dia. "
"Saya tidak membela siapa - siapa Bang, tapi tindakan Abang berlebihan. "
"Demi keluarga kita, Abang tidak mau pernikahan kita hancur karena orang ketiga. Paham. "
"Terserah Abang, saya sudah capek berdebat ujung - ujung bertengkar. "
"Bagus."
"Dah sekarang makan. "
******
__ADS_1
"Mau nya konsep out door lagi? " Tanya Tim WO.
"Iya, tapi saya ingin nuansa nya yang berbeda dengan Abang saya. " Jawab Saphira.
"Baik Bu, nanti kami berencana di tengah kolam akan kamu kasih 5000 lembar kelopak mawar dengan nama Ibu sama Bapak, dan hamparan kain putih yang menjuntai dari setiap sisi serta lampu - lampu hias. Dan untuk kue dengan tinggi lima meter."
"Jarang lupa, bentuk flamingo. "
"Siap Ibu. "
"Bagaimana Bang? "
"Bagus, tapi beda sama Bang Alvin kan? "
"Jelas beda lah, konsep nya juga sangat berbeda. "
"Berapa undangan? " Tanya Firza.
"Mungkin tambah undangan para pemegang saham. " Jawab Saphira.
"Ok, di atur saja. "Ucap Firza.
****
Mmmuuuuuaach
Mmmuuuaach
" Abang sudah dong, geli tahu dari tadi cium perut terus. "
"Gemes Yank, kalau sudah lahir pasti tambah gemes. "
"Ya jelas lah, mamah nya juga gemesin."
"Benar, makan nya Papah nya nggak bakal bisa jauh dari mamah nya. "
"Ehm.. Abang. "
"Abang itu lihat Saphira gimana sama perubahan tubuh nya? "
"Ya nggak apa - apa sayang, Abang cinta kamu apa adanya. "
"Benar? "
"Benar sayang, masa Abang bohong sih."
"Awas aja kalau tahu bohong, di belakang lihat yang body Spanyol. "
"Sedikit Yank, masa nggak boleh. "
"Nggak!!"
******
Firza dan Saphira berdiri di atas pelaminan,mereka berdua pun tersenyum bahagia di depan para tamu undangan.
Berbagai pose photo Saphira dan Firza lewati, kini para Sahabat nya membawa sebuah kado yang sangat besar.
"Terima kasih banyak, kado nya besar - besar." Ucap Saphira.
"Terima kasih ya, momen spesial kalian semua memberikan yang sangat spesial juga." Ucap Firza.
"Iya dong, nanti kalian berdua buka nya pelan - pelan. " Ucap Hani.
"Siap, beres. " Ucap Saphira.
"Ingat, jangan sering berantem. Semoga kalian berdua semakin rukun." Ucap Tita.
"Kami tidak ingin mendengar lagi, kata kalian telah berpisah terus akur pisah lagi. " Ucap Ari.
"Insya Allah itu tidak akan terjadi lagi, karena ada buah hati kita akan lahir. " Ucap Firza.
__ADS_1
"Jangan asal janji, harus buktikan." Ucap Ilham.
"Pasti." Ucap Firza.
****
"Abang, itu kado - kado sudah di bawa ke sini semua? " Tanya Saphira.
"Iya, termasuk yang besar itu dari Para Sahabat kita. " Jawab Firza.
"Mereka baik banget. "
"Pasti dong, kita itu temenan nggak baru satu atau dua tahun, tapi dari kecil kita sama - sama sampai pasangan pun tak jauh - jauh."
Saphira membuka satu persatu kancing kemeja Firza, sentuhan jemarinya memainkan di dada bidang nya.
"Abang."
"Iya."
"Layaknya pasangan pengantin kan malam pertama, tapi kita bukan malam pertama. "
"Terus malam apaan Yank? "
"Malam kesekian hari nya, apa. kita nggak melakukan kegiatan seperti malam pertama?"
"Abang mau lah, Sayang siap? "
"Siap dong, masa nggak siap. " Ucap Saphira menurunkan gaun pengantin nya hingga tersisa balutan dalaman nya saja.
lekuk tubuh Saphira yang membuat darah berdesir naik hingga Firza tak bisa mengontrol jiwa keperkasaan nya.
Suara de*****han Saphira membuat nya semakin bersemangat, hentakan demi hentakan membuat kedua nya sama - sama mencapai puncak.
Aaaarrrggh
Sari cinta telah di semprot kan, hingga lemas kedua nya.
"Makasih sayang. " Ucap Firza sambil mencium kening Saphira.
"Sama - sama Bang. " Ucap Saphira sambil sedikit meringis.
"Kamu kenapa Yank? " Tanya Firza.
"Bagian bawah nya sakit Bang. " Jawab Saphira.
"Kamu kenapa nggak bilang, jadi gimana nih?"
"Nggak apa - apa Bang, mungkin tadi karena hentakan. "
"Maaf Sayang, kita ke dokter aja yuk. "
"Nggak usah, nggak apa - apa. "
"Yakin? "
"Yakin Bang, mungkin faktor capek juga. "
"Ya sudah tidur nya terlentang saja posisi nya senyaman mungkin, Abang takut kenapa - napa. "
"Nggak apa - apa Bang, tenang aja. "
"Benar ya, kalau ada apa - apa jangan lupa bilang sama Abang. "
.
.
.
.
__ADS_1
.