Pelet Cinta

Pelet Cinta
10. Kereta Kencana


__ADS_3

Yuli :


Aku dan pak mitro terkejut mendengar teriakan, kami pun bergegas masuk kerumah.


Saat itu aku ketakutan, aku melihat nia berdiri tegak sambil berteriak teriak. Lalu tiba-tiba dia kayang terbalik. Sehingga membuat semua orang panik dan menjauh.


Bu painah segera langsung mengambil Buku yassin dan melantunkan ayat yassin. Begitu pula aku dan tika bergegas menangkap nia. Agar dia tidak kayang lagi. Kami pasung kaki dan tangan nia dengan bantuan para tetangga lainnya.


Lalu pak mitro keluar dan berbicara dengan para tetangga sesama pria, lalu beliau berteriak memanggil andre. Andre pun dengan sigap menghampiri ayahnya. Entah apa yang mereka bicarakan.


Lalu mereka pergi dengan 2 buah sepeda motor secara beriringan.


Kami masih sibuk menghalau badan nia, yang sesekali mengejang ngejang dan sambil berteriak teriak tak karuan.


Kadang nia mengumpat.


"BAJINGAAAAAAAN, BANGSAAAAAAAAAT"


"ANAK INI AKAN MATIIIIII DITANGAN KUUUUU"


"MATI LAH KAUUUUUUUUUUUUU"


Aku gemetar, ketika dia berteriak, mata nya melotot ke arah wajah ku lalu terkadang bola mata nya seolah terbalik dan hanya melihatkan mata yang putih.


Rambut nia acak acakan tak beraturan.


Sekejap mata pegangan tangan ku kendor karena aku sudah kelelahan untuk memegang tangan nia, lalu ikatan tangan nia terlepas dari ku dan tangannya langsung mencekik dirinya sendiri.


Infus yang ku pasang pun terlepas.


Aku pun panik dan berusaha menariknya lagi. Kami saling tarik menarik. Kekuatan nia seperti pria, bukan seperti nia layaknya seorang perempuan.


Ada darah dileher nia, bekas kuku nya yang berusaha mencekik leher dia sendiri. Percaya atau tidak percaya dengan kejadian ini. Tapi ini terjadi dihadapan ku.


Entah berapa menit, tapi aku merasa sangat lama.


Lalu nia mengumpat.


"Siapa yang dia panggil, daaaaaaassssaaaaar mitro mitro,,,,, haduuuuuhhhh panas, dasar anj*ng. Anj******ng." Nia mengumpat penuh dengan sumpah serapah. Menyumpahi pak mitro,..


Suara sepeda motor berhenti, pak mitro datang dengan pak kiayi.


Pak kiayi pun masuk.


"Assalamualaikum wr wb" Ucap beliau.


"Waalaikum salam wr wb" Jawab kami serempak sambil tetap memegangi tubuh nia.


Tubuh nia semakin bergelinjang mencoba melepaskan ikatan kami.


Pak kiayi langsung duduk menyilangkan kakinya dan berdoa serta membaca ayat ayat suci Al Qur'an.


Bu painah menyuguhi air yang sudah diminta pak kiayi. Beliau membaca kan ayat sunyi Al Qur'an lalu meniup di air tersebut.


Lalu beliau mempercikkan ketubuh nia, dan beliau menyuruhku untuk menyapukan sisa air nya ke wajah nia, leher, tangan dan kaki.


" Hei Jin, pergi kau dari tubuh anak manusia ini! " ucap Pak kiayi.


"TIDAAAAKKKKK" Kata nia berteriak

__ADS_1


"PANAAAASSSSS" Ucap nia mengerang seolah ada api yang membakarnya. Tubuhnya bergelinjang tak karuan.


"Dengan Nama Allah, Jika kau masih dalam tubuh ini. Kau akan hancur! " Ancam pak kiayi.


Lalu beliau melanjutkan bacaan beliau.


Seketika badannya nia ambruk ke kasur dan hening seketika. Hanya terdengar nafas nia yang tak beraturan.


Pak kiayi masih dengan komat-kamit berdoa lalu beliau beranjak dari duduknya. Dan menepuk dahi nia 7 kali dengan tangan kanannya dan meniupkan ke telinga nia 3 kali.


"Insyaallah jin nya sudah keluar pak mitro" jelas pak kiayi. Tapi tetap waspada, tetap lantun kan ayat- ayat suci Al Qur'an dirumah ini. Dan untuk anak ini, setelah dia siuman suruh dia mengambil air wudhu dan sholat dan jangan lupa jangan pernah lepas dari zikir kepada Allah.


Terang pak kiayi. Setelah memberikan pesan-pesan itu kepada pak mitro pak kiayi pun pamit.


Jam menunjukkan jam 5 sore. Sekitar 4 jam kami menangani nia. Akhirnya nia pun sadar dari pingsannya.


"Nia dek nia, gimana perasaanya sekarang? " tanya ku kepadanya.


"Lemas ka, aku dimana kak?" tanya nia sambil melihat ke sekeliling rumah.


"Kamu di rumah pak mitro, tadi kamu pingsan." jelas ku kepada nya.


"Nia kamu baik-baik kan?" Kata ku memastikan.


Ia hanya mengangguk pelan.


"Kamu aman dirumah pak mitro, aku mau pulang dulu ya nia. Besok aku akan datang lagi" Ku usap kepala nya sambil menguatkannya. Aku sungguh kasian dengan anak ini, baru saja tinggal disini. Belum 2 bulan sudah ada kejadian seperti ini.


Lalu aku pun pulang.


...****************...


Jam sudah menunjukkan jam 12 malam.


Nia sudah tidur dengan tika, di kamar sebelah. Nia sudah melakukan apa yang diperintahkan oleh pak kiayi, dan dia sudah pulih kembali.


Aku mencoba rebahan dikasur setelah habis membaca Al Qur'an 1 juz, kami bergantian membacanya.


Sekarang suami ku yang masih di ruang tamu masih melantunkan ayat suci Al Qur'an. Sesuai pesan pak kiayi.


Aku tetap tidak bisa tertidur, karena baru kali ini mengalami kejadian seperti ini. Aku hanya beristigfar.


"Bu... " Andre datang kepadaku. Lalu memijat kaki ku.


" Ibu capek ya... " kata andre.


" Engga nak" kata ku sambil bangun dari kasur dan masih duduk disamping kasur. Aku berbohong, jelas terlihat aku sangat capek. Aku hanya menguatkan diri sendiri dan anak ku.


"Aku tidak bisa tidur, mau bikin kan kopi bapak, tapi gula nya habis bu. Ibu ada menyimpan stok gula? " tanya andre anak pertama ku.


"Oh gula, ada. " Lalu aku bangun dan menuju dapur dengan diiringi andre dibelakang.


Ketika aku mencari gula dilemari stok didapur dan mengambilnya.


Tap tap tap tap.... Tap tap tap


Teng teng teng.... Teng teng


Eiiikhhhhh Eiiiikkhhhhhhh

__ADS_1


Tap tap tap... Tap tap tap


Aku dan andre terdiam sambil mendengarkan suara tersebut.



Bunyinya seperti kereta kencana yang ditarik dengan kuda yang banyak. Bahkan bunyi suara kaki dan suara kuda nya terdengar mengelilingi rumah dan derap langkahnya bahkan terdengar di atap rumah ku.


Bahkan putaran roda kencana nya pun terdengar jelas.


Bulu kuduk ku langsung berdiri, aku langsung beristighfar. Gula yang didalam plastik masih tergenggam erat ditangan ku.


Andre yang dibelakang ku berjalan mau melangkah ke pintu belakang yang berada didapur.


Dia seolah penasaran akan suara itu, dan ingin melihatnya.


Dengn cepat ku tarik, dan dia memandang wajah ibu nya ini.


Ku gelengkan kepala dengan pelan tanda tidak setuju jika ia ingin membuka pintu dapur yang langsung terhubung dengan peturasan atau sejenis tempat pencucian yang lantainya terdiri dari papan dan tidak mempunyai atap.


Kami berdiri sambil mendengarkan suara itu. Sambil tiada henti mulut ku beristigfar dan berzikir menyebut Asma Allah.


Hening,...


Sunyi kembali.


Hanya terdengar suara jangkrik.


Setelah seperti itu, aku pun melepas tangan ku dari andre dan kembali ingin membuat kopi.


Ketika membuat kopi pun tangan ku gemetaran karena mendengar hal seperti itu, bahkan bukan aku saja yang mendengar tapi andre anak ku pun mendengarnya.


Setelah selesai membuat kopi untuk suami ku, kami pun kembali keruang tamu.


Suami ku berhenti membaca Al Qur'an. Lalu dilanjutkan oleh andre.


"Mas, ini kopinya" Kata ku sambil menyodorkan kopi nya yang masih panas.


"Tadi di ruang tamu mas dengar suara seperti kereta kencana tidak mas? " tanya ku kepada suami ku.


"Tidak, kenapa? " jawab suami ku santai sambil menyeruput kopinya.


"Tadi aku sama andre mendengarnya mas di dapur". sambil ku tatap wajah suami ku yang lelah karena mengantuk.


"Mmmm,,,, yang sabar ya bu. Kuat kan iman kita, semoga dengan kejadian ini kita semakin dengan dengan Allah swt" Ucap suami ku menenangkan ku.


Aku mengangguk pasti, lalu ku berdiri dan membuka setengah pintu kamar tika. Syukurlah tika dan nia tidur pulas tanpa mengetahui kejadian yang baru saja kami alami.


Lalu kembali ku tutup pintu kamar anak ku, dan kembali duduk disamping suami ku.


" Aku disini saja ya mas..." sambil ku lihat wajah suami ku.


Suami ku hanya mengangguk dan kembali menyeruput kopi.


Lantunan ayat suci Al Qur'an yang diperdengarkan anakku andre menemani kami dalam keheningan di kesunyian malam ini.


Sungguh malam yang panjang bagi kami.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2