Pelet Cinta

Pelet Cinta
49. Pertahanan yang gagal


__ADS_3

"Mas aku cape jualan. Harusnya kamu yang bantu-bantu disini. " Yana ngambek.


"Iya-Iya. Ini juga dibantu kok. "


"Hey Jo, Apa kabar? disini jualannya ya. Wah laris ya jualan kalian. Alhamdulillah, " Sapa Nia kepada Paijo.


"Eh Nyonya! "


"Jangan panggil Nyonya, Ibu Nia saja. Kan kau bukan kerja sama aku lagi. Iya Niko, Sebentar. " Nia menarik Niko agar tidak lari.


"Iya Bu, mana Bapak? "


"Ada, tuh. Mas Khalid, sini sebentar. "


"Iya kenapa? " Khalid datang dengan menggendong Bayi.


"Ini lo Paijo, jualan Es sama macam aneka jajanan. Mas mau es? " tawar Nia kepada suaminya Khalid.


"Oh Paijo, Gimana kabar mu? " tanya Khalid sambil bersalaman dengan Paijo.


"Baik Pak, gantengnya adik Niko, siapa namanya?" Sahut Paijo.


" Keenan Om. Iya dong, adik Nikoo. Maaa mau es krimm. Yang itu... " rengek Niko sambil menarik tangan Nia.


"Oiya, kami kesana dulu yaa Jo. Salam buat Yana. " senyim Nia sambil berlalu pergi dan diikuti dengan Suaminya.


"Siapa Mas? " tanya Yana yang baru saja datang menukar uang receh sama tukang parkir.


"Ibu Nia sama Pak Khalid. "


"Apa! trus... "


"iya dibawa, Syukurnya dia Sehat. Nama nya Keenan Yan. " Paijo tersenyum.


"Arah mana mereka? "


"Disana." tunjuk Paijo.


Melihat itu dengan segera Yana pun berlari dan mencari Nia dan Khalid. Ia tidak ingin menemuinya, hanya ingin melihat dari beberapa jarak agar melihat Keenan.


Ya, anak mereka yang ditukar adalah Anak Nia. Dan di keluarga Nia adalah anak Yana dan Paijo.


Yana mengikuti mereka dengan sembunyi-sembunyi sambil menatap Keenan dari jarak jauh.


"Keenan. Anak ku, semoga kau bahagia dikeluarga yang kaya ya nak, " gumam Yana dengan meneteskan air mata di pipinya.


Setelah keluarga Nia dan Khalid menghilang. Yana pun kembali ke Gerai mereka.


"Terlihat Sehat-sehat saja dia, kau yakin dia sakit seperti kata dokter? "


"Ya Iyalah, masa aku bohong. Bisa saja mereka mengobatinya. Orang banyak duit itu enak Yan. "


"Iya juga sih. "


"coba aku kaya, aku tidak bakal seperti ini. Aku tidak bakal terpisah dengan anak kandung ku. "


...****************...


"Bu sepertinya aku sudah tidak sanggup lagi berada disini. " Aisyah mencurahkan hatinya.


"Kamu mau pulang kampung? " Tanya mertuanya.

__ADS_1


"Aku disini seperti bukan Istri Bang Paijo, maaf ya bu. Aku mau cerai saja. Aku mau pulang kampung. Aisyah sudah tidak tahan. "


"Jadi begitu ya, ya sudah. Ibu ikut kamu. Kita pulang kampung ya. "


"Besok aku akan bicara dengan Bang Paijo. "


Besok harinya. Yana sudah diantar Paijo ke gerai. Tinggal Aisyah yang akan diantar ke gerai ke dua.


"Anu Bang, Aku minta cerai. "


"Apa maksud mu? "


"Aku sudah tidak tahan, aku minta cerai saja. Lagian Abang tidak menyentuh ku sudah berbulan-bulan. "


"oh jadi hanya karena itu, ayo sini. " Paijo menarik tangan Aisyah ke dalam kamar.


"Tidak... Tidak... Ini KDRT. Aku hanya ingin bebas dari kamu. Aku ingin cerai. "


PLAAKKKK


Sebuah tamparan mendarat ke pipi Aisyah.


"Kamu berani seperti itu hah, aku pukul kamu,, mau dipukul lagi hah? aku tidak mau cerai! "


"Jangan, jangan Jo... ini istri mu nak! "


" Istri macam apa minta cerai, aku capek menghidupimu. Tapi malah minta cerai. "


"cepat bersiap, aku tidak mau kamu tidak jualan. Ayo! " bentak Paijo.


Aisyah yang ketakutan berdiri sambil memegang pipinya yang memerah bekas tamparan Paijo. Lalu Aisyah pun tetap jualan, ia memakai masker agar menutupi lebam di pipinya.


Aisyah dengan perlahan membuka maskernya.


"Ya ampun,,, suami mu? "


Aisyah pun mengangguk.


"Terus, jadi kamu ingin cerai? "


Aisyah berlinang air mata, dan mengangguk kembali.


"Sini aku ajak puskesmas sekaligus visum, dan kita laporkan untuk pengajuan cerai. Jika kamu takut, kamu bisa tinggal di rumah ku sementara waktu. "


Aisyah pun mengangguk, dan gerai ia tutup. Aisyah menghilang dari Paijo.


"Gila benar itu Aisyah, Bu... Ibu tahu kemana Aisyah. Tadi sore aku mau jemput dia. Dia sudah tidak ada di gerai. "


"Apa, apa ia diculik? "


"Siapa yang mau menculik orang miskin. "


"Ada Apa Mas? " tanya Yana.


"Aisyah kabur, hilang. "


"Oh , biarin aja napa. Kan lumayan beras ga habis karena dia. " Yana dengan remehnya menanggapi kepergian Aisyah.


"Bukannya gitu, besok ga ada yang jaga gerai. Jaga Azkan juga ga ada, yang masak juga siapa. "


"Ibu lah. Ya kan bu? "

__ADS_1


Ibu Paijo hanya diam tidak menggubris.


"Bu, telinga dipakai. Jangan jadi pajangan saja. "


"Iya Yana.. "


Hari itu Ibu Paijo bak pembantu menggantikan tugas Aisyah yang begitu banyaknya. Sampai - sampai Ibu Paijo terduduk kelelahan.


"Punya anak sukses, tapi aku yo kaya babu disini. Aku ngepel dulu. "


Lalu ibu Paijo mengepel lantai, tanpa sengaja mendengar pembicaraan Paijo dan Yana di kamarnya. Yang tengah membahas Azkan bukan lah anak mereka.


Ibu Paijo terkejut mendengar itu semua,


"Sampai hati kalian berdua, menukar cucu ku. Ya ampun. "


Ibu Paijo mencengkram kerah bajunya sendiri menahan isak tangis. Lalu ia kembali ke kamar memandangi wajah cucunya.


...****************...


Pagi Hari.


"Loh jam berapa ini! Apa... Jam 9 . Loh ibu ini kenapa tidak membangunkan kita. Yan bangun! " Paijo bergegas keluar kamar dan menuju dapur dan ke kamar ibunya.


"Bu...! lo ibu dimana,, " Paijo mencari ke kamar namun tidak ada, lalu ke belakang rumah. Juga tidak ada.


"Azkan! Bu? " teriak Paijo.


"Ada apa sih teriak-teriak! " Yana menimpali dengan kesal.


"Azkan, Ibu menghilang. "


"Masa Mas, coba cek kamar ibu! "


Yana bergegas ke kamar mertuanya dan membongkar lemarinya. Dan ternyata kosong. lalu ia kembali membongkar baju Azkan.


"Masss... Kosong Mas. Ibu menghilang bersama Azkan. "


"Astagaaa.... IBUUUUUUU! " Teriak Paijo sambil keluar rumah mencari-cari ibunya.


Ibu nya Paijo pergi naik ojek dengan menggendong Azkan, ia sudah pernah diberi tahu oleh Aisyah dimana ia berada. Akhirnya mereka bertemu.


...****************...


2 minggu setelah kepergian Aisyah dan ibu nya, di rumah hanya tinggal Paijo dan Yana saja. Paijo stres karena memikirkan Ibunya. Ia duduk di sofa sambil menopang kepalanya tanda banyak fikiran.


"Sudah lah Mas, ibu juga disana pasti sehat saja. Jika ibu ingin merawat Azkan ya Silahkan. Kita jadi leluasa mengurus usaha ini. " Yana memijit kepala suaminya.


"Assalamualaikum."


"Ada orang Mas, tunggu. "


"Yaa, siapa? "


"Ini Bu saya dari Pengadilan Agama, menyerahkan surat pemanggilan kepad Bapak Paijo untuk menghadiri sidang. Mari. " ucap orang berseragam hijau tua dengan lambang pengadilan agama di bahu nya.


"Terimakasih ya Pak. " Yana pun mengambil amplop itu. Dan memberikan kepada Paijo.


Paijo pun membukanya, dan ia benar-benar terkejut karena surat itu pemanggilan sidang untuk bercerai.


"Dasar Aisyah.... " Paijo meremas surat itu, ia penuh amarah.

__ADS_1


__ADS_2